PENCEMARAN AIR SUNGAI REMU KAITANNYA DENGAN PENGGUNAAN LAHAN DAN AKTIVITAS MASYARAKAT DI DAS REMU KOTA SORONG PROVINSI PAPUA BARAT
DESI NATALIA LAZARUS, Prof. Dr. Suratman, M.Sc,
2012 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganDaerah Aliran Sungai yang seharusnya dijadikan fungsi konservasi, daerah tangkapan hujan dan didominasi oleh tanaman hutan kini banyak dialihfungsikan untuk kegiatan pertanian dan permukiman. Kenyataan ini mempengaruhi kualitas lingkungan, salah satu diantaranya kualitas air Sungai Remu. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) menganalisis pencemaran air Sungai Remu berdasarkan sifat fisika, kimia dan biologi perairan sungai dari hulu ke hilir kaitannya dengan kondisi dan penggunaan lahan, (2) mengevaluasi pengaruh dari penggunaan lahan dan aktivitas masyarakat terhadap pencemaran air Sungai Remu. Metode yang digunakan adalah metode eksploratif dengan pendekatan survei. Adapun pengumpulan datanya terdiri dari studi literatur, observasi lapangan, wawancara dalam bentuk kuesioner dan analisis laboratorium. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari populasi penduduk yang berada di DAS Remu, sedangkan sampel air di lakukan secara “purposive samplingâ€, diambil pada empat stasiun yang didasarkan pada tata guna lahan (land use)/sumber pencemar/percabangan sungai. Pada setiap stasiun dilakukan pengambilan sampel sebanyak satu titik dengan dua kali ulangan yaitu pagi hari jam 06.00-08.00 WIT dan sore hari jam 16.00-18.00 WIT sehingga dapat mewakili variasi kualitas air. Parameter kualitas air yang diuji terdiri dari parameter fisika (Suhu, Kekeruhan, TSS, TDS), parameter kimia (pH, DO, BOD, COD, Amoniak, Nitrat, Nitrit, Fospat, Detergent, Minyak & Lemak) dan parameter biologi (Bakteri Coliform Total). Sampel air diuji di laboratorium Hidrologi dan Kualitas Air Fakultas Geografi UGM.. Hasil uji laboratorium kemudian dianalisis menggunakan metode Storet dengan mengacu pada PP. No. 82 Tahun 2001 untuk kategori air golongan I. Hasil penelitian menunjukkan sifat fisika, kimia dan biologi perairan Sungai Remu berdasarkan PP. No 82/2001, telah melewati ambang batas baku mutu air untuk golongan I yaitu perairan Sungai Remu tercemar sedang sampai berat sehingga tidak layak dijadikan sebagai sumber air minum. Hasil uji korelasi spearman’s menunjukkan bahwa berbagai bentuk penggunaan lahan baik pertanian maupun permukiman berpengaruh nyata terhadap penurunan kualitas air Sungai Remu yaitu untuk aktivitas pertanian, (rs) = -1,34, (rs2) sekitar 18 %, sedangkan aktivitas permukiman, (rs) = -17, (rs2) sekitar 29 %. Bila dibandingkan antara besarnya pengaruh aktivitas penggunaan lahan oleh masyarakat, maka aktivitas permukiman masyarakat mempunyai pengaruh yang jauh lebih besar daripada aktivitas pertanian masyarakat terhadap penurunan kualitas perairan Sungai Remu.
River basin that should serve as conservation functions, rainfall catchment area and which is dominated by forest stands, currently has shifted to agri-business and settlement purposes. This fact has affected the environment quality, one of them is the water quality of River Remu. This research aimed to (1) analyze the physical, chemical, and biological properties of River Remu water, (2) evaluate the effects of land use and community activities on the water quality of River Remu. Explorative method with survey approach was adopted in this research. Data collected through the use of literature study, field observation, interviews in terms of questionnaires and laboratory analysis. Population involved residents of Remu river basin, while water samples were taken based on “purposive sampling†method at four stations according to land use /pollution sources/river branching. At individual station, sampling was conducted at one point with two times of replication, i.e. in the morning from 06:00 to 08:00 am WIT (East Indonesian Time Zone) and in the afternoon from 16:00 to 18:00 pm WIT; hence, it was able to serve as the representative of water quality variation. The tested water quality involved physical parameter (temperature, turbidity, TSS, TDS), chemical parameter (pH, DO, BOD, COD, ammonia, nitrate, nitrite, phosphate, detergent, oil & fat) and biological parameter (Total Colliform Bacteria). Water sample was tested at the Hydrology and Water Quality Laboratory of Faculty of Geography at Gadjah Mada University. The laboratory result, then, was analyzed by using Storet method in reference to the 2001 PP (Government Regulation) No. 82 for the type I water category. Result of this research showed that based on the PP No.82/2001, the physical, chemical, and biological properties of River Remu water has met water threshold of water quality standard for the category I, i.e. the River Remu water has been polluted at moderate to high levels; and hence it is not feasible for drinking water source. Result of Spearman’s correlation test indicated that various types of land uses, both for agriculture and settlement, provided significant effect on the degraded water quality of River Remu, i.e. for agricultural purpose, the (rs) = -1.34, (rs2) = 18 %, while for settlement activities, the (rs) = -17, (rs2) = 29 %. Compared to the total effect of community land use, community settlement activities provided a greater effect than the agricultural activities of community on the degraded water quality of River Remu.
Kata Kunci : DAS, Sungai, Penggunaan Lahan, Aktivitas masyarakat, Kualitas air