PEMBERDAYAAN MANDIRI PEREMPUAN DESA (Studi Pemberdayaan Mandiri Perempuan Tani Desa Batu Panco Kabupaten Bengkulu Selatan)
SADAR NUR AMBAR ASTUTI, S.SOS, Dr. Partini, SU
2012 | Tesis | S2 Mag.Studi KebijakanTesis berjudul “PEMBERDAYAAN MANDIRI PEREMPUAN DESA, Studi Pemberdayaan Mandiri Perempuan Tani Desa Batu Panco, Bengkulu Selatan†merupakan hasil penelitian terkait pemberdayaan mandiri oleh perempuan Batu Panco. Pemberdayaan ini menarik untuk diteliti mengingat keberhasilan perempuan Batu Panco keluar dari ketidakberdayaan menuju pemberdayaan dilakukan secara mandiri. Perempuan Batu Panco memanfaatkan modal sosial sertea beberapa program pemerintah sebagai modal pemberdayaan mandiri. Tujuan penelitian adalah: 10). untuk mengetahui kondisi sosial-ekonomi dan politik yang mempengaruhi keputusan perempuan Desa Batu Panco melakukan pemberdayaan secara mandiri 2). proses penggalangan modal sosial sebagai dasar pemberdayaan mandiri. 3). Integrasi program mandir dengan program pemerintah oleh perempuan Batu Panco. Tesis ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara mendalam serta observasi. Sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai dokumentasi kelompok tani, Pemerintahan Desa Batu Panco, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana serta Dinas Pertanian dan Peternakan. Dokumentasi dimaksud berupa; Dokumentasi Penggunaan Anggaran, LAKIP serta dokumentasi lainnya yang relevan dengan tema penelitian. Tesis ini membahas antara lain; Latar belakang dilakukannya pemberdayaan mandiri, Mobilisasi modal sosial sebagai dasar pemberdayaan serta akses serta proses integrasi program mandiri dengan program pemerintah oleh perempuan Batu Panco. Hasil penelitian menunjukkan rendahnya derajat kesehatan ibu dan anak, kemiskinan, rendanhnya kualitas SDM, berbagi kerentanan pangan serta kebijakan pemerintah yang kurang berpihak pada perempuan merupakan latar belakang dilakukannya pemberdayaan mandiri. Kondisi ketidakberdayaan membentuk kesadaran kritis motivator pemberdayaan serta mendorongnya untuk melakukan upaya perubahan. Kesadaran kritis ini ditularkan kepada kaum perempuan lainnya sehingga terbentuk kesadaran kolektif untuk melakukan perubahan bersama. Modal sosial yang ada dimanfaatkan sebagai dasar pemberdayaan mandiri perempuan Batu Panco. Modal sosial ini dalam bentuk nilai-nilai solidaritas, kepercayaan, gotong royong, kebersamaan serta beberapa kearifan lokal seperti ketahanan pangan berupa Arisan beras, arisan jamuan, serta lumbung pangan. Serta integrasi program mandiri dengan program kebijakan Pemerintah Bengkulu Selatan sehingga memperkuat pemberdayaan mandiri yang dilakukan. Karena itu, yang direkomendasikan adalah: 1). Perlu dilakukan program kegiatan yang mampu membentuk kesadaran kritis kaum perempuan. 2). Perumusan strategi pemberdayaan harus disesuaikan dengan kondisi kelokalan yang ada, atau strategi pemberdayaan yang dilakukan harus disesuaikan dengan berbagai modal sosial yang dimiliki masyarakat sehingga pemberdayaan yang dilakukan relatif lebih bisa diterima dan lebih terjamin kesinambungannya. 4). Hendaknya program pembangunan yang ditawarkan disesuaikan dengan kebutuhan lokal sehingga bisa mendukung keberdayaan masyarakat. Adanya kesesuaian memungkinkan terjadinya sinergi antara program pemberdayaan pemerintah dengan pembangunan mandiri masyarakat sehingga keberhasilan pembangunan lebih terjamin.
-
Kata Kunci : Pemberdayaan wanita