KONTAMINASI Staphylococcus aureus PADA GULAI KAMBING DAN ES TEH YANG DIJUAL PEDAGANG KAKI LIMA DI KECAMATAN BAITURRAHMAN BANDA ACEH
Samsul Bahri, Prof. Dr. dr.
2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang : Makanan dan minuman selain berguna bagi kesehatan manusia, juga dapat menjadi penyebab terjadinya gangguan kesehatan atau keracunan, apabila makanan dan minuman tersebut terkontaminasi oleh zat pencemar dan mikroba kemudian dikonsumsi oleh manusia. Makanan dapat menimbulkan penyakit (foodborne disease) apabila terkontaminasi oleh mikroorganisme. Dalam penerapan hygiene dan sanitasi makanan minuman ada 3 faktor yang diperhatikan yakni personal hygiene, sanitasi peralatan dan sanitasi lingkungan. Keberadaan bakteri Staphylococcus aureus dalam makanan dan minuman merupakan indikator bahwa makanan/minuman tersebut tercemar. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene, sanitasi peralatan dan sanitasi lingkungan dengan keberadaan bakteri Staphylococcus aureus pada gulai kambing dan es teh yang dijual pedagang kaki lima di Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasi dengan menggunakan rancangan cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 31 pedagang. Hasil : Personal hygiene 38,7% memenuhi syarat, sanitasi peralatan 74,2% memenuhi syarat, sanitasi lingkungan 58,1% memenuhi syarat. Keberadaan bakteri Staphylococcus aureus pada gulai kambing 58,1% memenuhi syarat dan 41,9% tidak memenuhi syarat. Keberadaan bakteri Staphylococcus aureus pada es teh 54,8% memenuhi syarat dan hanya 45,2% tidak memenuhi syarat. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara personal hygiene, sanitasi lingkungan dengan keberadaaan bakteri Staphylococcus aureus pada gulai kambing (p<0,05) dan tidak ada hubungan antara sanitasi peralatan dengan keberadaan bakteri Staphylococcus aureus pada gulai kambing (p>0,05). Ada hubungan yang signifikan antara personal hygiene dengan keberadaan bakteri Staphylococcus aureus pada es teh (p<0,05) dan tidak ada hubungan yang signifikan antara sanitasi peralatan, sanitasi lingkungan dengan keberadaan bakteri Staphylococcus aureus pada es teh (p>0,05).
Background: Food and water is the first need of people, in the other side can be harmful when they are contaminated by bacterial. This conjugation they foodborne plural spread.There are three factors related to hygiene and sanitation development. There are personal to hygiene, equipments, and environmental sanitation. The existence of Staphylococcus aureus in food and water were indicated that food and water are contaminated. Objective: to find out the relationship between personal hygiene, tools, and environmental sanitation and the existence of bacteria Staphylococcus aureus in food and drinks which sold by food stall and iced tea sellers in Baiturrahman district, Banda Aceh. Method: This research used cross sectional survey with observation type. The number of respondents is 31 sellers. Result: Personal to hygiene is 38,7% qualified, tools sanitation is 74,2% qualified, environment sanitation is 58,1% qualified. The existence of bacteria Staphylococcus aureus in lamb curry is 58,1% qualified and 41,9% is unqualified. The existence of bacteria Staphylococcus aureus in iced tea is 54, 8% qualified and 45,2% is unqualified. Conclusion: There are a relationship between personal hygiene, equipment sanitation and the existence of bacteria Staphylococcus aureus in lamb curry significantly (p<0,05) and there is no relationship between tools sanitation and the existence of bacteria Staphylococcus aureus in lamb curry (p>0,05). There are relationship between personal hygiene and the existence of bacteria Staphylococcus aureus in iced tea significantly (p<0,05) and there is no relationship between tools and environmental sanitation and the existence of bacteria Staphylococcus aureus in iced tea significantly (p>0,05).
Kata Kunci : Staphylococcus aureus, gulai kambing, es teh