PEMANFAATAN MODAL SOSIAL DALAM PROGRAM RESPEK (Studi Kasus : Pelaksanaan Program RESPEK di Kampung Nengke, Distrik Pantai Timur Barat, Kabupaten Sarmi)
YAKOBUS RICHARD MURAFER, Prof. Dr. Purwo Santoso, MA
2012 | Tesis | S2 Politik dan PemerintahanKapasitas modal sosial merupakan hal yang sangat penting dalam proses pembangunan. Perjalanan kebijakan pemberdayaan masyarakat apabila tidak diikuti oleh keberadaan modal sosial yang dimiliki masyarakat, maka dapat menimbulkan program-program pemberdayaan masyarakat tersebut akan menjadi terhambat. Untuk mencapai tujuan-tujuan yang dinginkan dalam upaya untuk meningkatan peran serta dari masyarakat tidak hanya dapat dilakukan dengan memberikan modal finasial saja, akan tetapi dengan adanya ketersediaan ruang untuk bekerjanya modal sosial dalam suatu program pemberdayaan masyarakat akan dapat membantu program tersebut berjalan secara baik Sebagai salah satu wujud untuk mendukung pelaksanaan otonomi khusus Papua, pada tahun 2007 pemerintah provinsi Papua mengeluarkan suatu kebijakan yang dikenal dengan nama Rencana Strategis Pembangunan Kampung atau yang disingkat menjadi RESPEK. Tujuan umum dari program RESPEK ini adalah mempercepat penanggulangan kemiskinan secara berkesinambungan menuju kemandirian masyrakat dengan cara meningkatkan potensi dan kapasitas masyarakat serta kemampuan kelembagaaan milik masyarakat untuk mewujudkan program pokok dari konsep pembangunan yang berpusatkan pada manusia yaitu : pangan dan gizi, kesehatan, pendidikan, ekonomi rakyat, dan infrastrukutur dasar. Dalam pengelolaan program RESPEK dilakukan melalui tiga proses kebijakan yakni melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan dan tahapan pelestarian Penelitian ini menunjukkan adanya pemanfaatan modal sosial masyarakat yang terdiri dari Norma, Trust dan jaringan, oleh masyarakat kampung Nengke kedalam program RESPEK. Norma tradisi orbonau didayagunakan sebagai acuan bagi masyarakat dalam melaksanakan hubungan kerjasama dalam melaksanakan kegiatan pembangunan pasar RESPEK dan fasilitas MCK, Trust dalam bentuk sikap baku bantu yang kemudian digunakan untuk memberikan motivasi dalam menghadapi pencairan keterlambatan pencairan dan, serta hubungan jaringan sosial yakni dalam bentuk ikatan kekerabatan kekeluragaan yakni aroba maupun pertetangaaan sebagai sarana distribusi informasi dan penyediaan tenaga kerja dalam pelaksanaan program pembangunan pasar RESPEK. Berdasarkan hasil penelitian, pemanfataan modal sosial dalam program RESPEK memiliki manfaat yang sangat penting sehingga dapat memberikan dorongan kepada masyarakat untuk melaksanakan secara bersama, di satu sisi, dengan adanya penelitian diharapkan mampu menjadi salah satu kajian studi penelitian yang memiliki fokus untuk melihat keberadaaan modal sosial dalam setiap program-program pemberdayaan masyarakat
Social capital is very important in the development process. Community empowerment policies if not followed by social capital, it can lead to the community empowerment program will be hampered. Achieving the goal to improve the community participation is not only being done by providing capital financially, but also by availability of the social capital in community empowerment program to make the program run properly. As one form to support the implementation of special autonomy in Papua, in 2007 the Papuan provincial government issued a policy known as the Village Development Strategic Plan (Rencana Strategis Pembangunan Kampung /RESPEK). The general objective of the RESPEK program is to accelerate the poverty reduction sustainably to community independence by increasing community capacity and public's ability to realize main program of human-centered development, e.g., food and nutrition, health, education, community economy, and basic infrastructure. In managing the RESPEK, it is done through the policy process in three stages of planning, implementation and conservation. This study concluded the existed community’s social capital which consisted of norms, trust and networks, by Nengke village community into RESPEK program. Norms of orbonau tradition are utilized as a reference for the community in implementing the partnership of RESPEK market development and sanitary facilities. Trust is formed in participation to help which provide motivation in delayed distribution and disbursement, as well as the relationship of social networks of kinship ties of aroba and become means of information distribution and supply of labor in the RESPEK market program. Based on this study, the using of social capital in RESPEK program has a very important benefit to encourage people to perform together, and it is expected to look at the existence of social capital in each community empowerment program.
Kata Kunci : Program RESPEK, Modal Sosial