MOTIVASI BERPRESTASI DAN PERCEPATAN KARIR PUSTAKAWAN AHLI DALAM PRESPEKTIF GENDER (Studi Di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada)
SARWONO, Dr. Partini, SU.
2012 | Tesis | S2 Manajemen Informasi dan PerpustakaanSalah satu pendukung utama perpustakaan adalah pustakawan. Pustakawan di Indonesia dibagi menjadi dua yaitu pustakawan terampil dan pustakawan ahli. Sesuai dengan aturan yang ada maka dalam kenaikan pangkat dan jabatan fungsional pustakawan tanpa membedakan jenis kelamin harus ditempuh melalui pengumpulan angka kredit yang ditentukan. Dengan berbagai kelebihan dan kemudahan dalam jabatan fungsional pustakawan sebenarnya pustakawan ahli dapat mempercepat peningkatan karirnya. Pustakawan ahli di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada menarik untuk diteliti motivasi berprestasinya dalam peningkatan karir karena jumlahnya yang cukup banyak yaitu 35 pustakawan dan terdapat 2 orang pustakawan yang telah mencapai jenjang karir tertinggi yaitu pustakawan utama. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan cara melakukan wawancara mendalam dan pengamatan langsung (observasi) dan mendiskripsikan hal-hal yang berkaitan dengan objek penelitian. Informan pada penelitian ini adalah pustakawan ahli Perpustakaan UGM. Data yang terkumpul melalui studi kepustakaan, observasi, wawancara dan studi dokumentasi yang dianalisis secara kualitatif. Analisis data dilaksanakan melalui reduksi data, display data, mengambil kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi menjadi pustakawan terjadi setelah informan bekerja di perpustakaan. Karena bekerja di perpustakaan maka informan tahu dan memahami kelebihan jabatan pustakawan. Motivasi berprestasi pustakawan seperti merasa mendapat tantangan, mendapatkan kebahagiaan dan sebagainya. Motivasi berprestasi dapat juga berasal dari dalam diri sendiri maupun pengaruh dari luar diri pustakawan seperti dorongan dari atasan, lingkungan yang mendukung dan dukungan keluarga. Hambatan yang paling banyak ditemukan adalah kemampuan membuat karya tulis ilmiah, kurang rapinya membuat catatan dan munculnya rasa malas, sedangkan peran ganda bukan merupakan hambatan karena kemampuan mengatur waktu dan dukungan keluarga. Terdapat perbedaan motivasi berprestasi antara pustakawan laki-laki dan perempuan. Pustakawan perempuan lebih maju dan berkembang. Sesuai dengan faktanya bahwa pustakawan perempuan lebih banyak yang merangkap jadi penanggungjawab perpustakaan. Tingkat pendidikan yang tinggi dari pustakawan perempuan dapat memberikan motivasi yang tinggi pada pustakawan tersebut.
One of the most important elements in a library is librarians. The profession of librarians in Indonesia is divided into two, namely skilled and expert librarians. Based on the existing rules, the promotion of functional level of librarians is achieved by credit rate collections without age and gender difference. As a result, the functional position of expert librarians can be done quicker and earlier to develop the careers. The achievement motivation of the expert librarians at the Library of Gadjah Mada University in developing their career is interesting to explore as it has 35 librarians. This is a qualitative study by using a descriptive analytical approach with indepth interviews and direct observation to describe the characteristics of the study objects. The informants were expert librarians at GMU Library. The data were collected through library research, observations, interviews and documentation study and were analyzed qualitatively. The data analysis was conducted by reduction and display data, conclusion and verification. The result shows that the motivation to become a librarian exists after the informants worked in the library as they understand the advantages of librarian position. The motivation of achievement of librarians may be caused by the challenges, happiness etc. The motivation may also come from themselves and the influences of outside factors such as supervisors’ encouragement, family and environment support. The barriers mostly found among librarians were the ability to write scientific writings, untidy and lazy. Meanwhile, the dual role is not a barrier because of time management and family support. There are different motivations of achievement among male and female librarians. The female librarians show more development. In fact, there are more female librarians who have a responsibility to manage faculty libraries. The high educational level of female librarians may provide high motivation on themselves.
Kata Kunci : motivasi, pustakawan, gender