DAYA DUKUNG FISIK KAWASAN EKOWISATA MANGROVE DI RESORT GRAJAGAN TAMAN NASIONAL ALAS PURWO
Dwi Ariyanto, SH, Dr. Erny Poedjirahajoe, MP
2012 | Tesis | S2 I.Kehutanan/MKSDALPenelitian Daya Dukung Kawasan Ekowisata Mangrove dilakukan di Resort Grajagan Taman Nasional Alas Purwo pada bulan Juni s.d Desember 2011. Tujuan penelitian ini untuk menentukan jumlah maksimal pengunjung yang dapat diterima di lokasi Ekowisata Mangrove Resort Grajagan melalui metodologi yang dikembangkan oleh Cifuentes (1992) dengan memperhitungkan daya dukung fisik (Physical Carrying Capacity/ PCC), daya dukung sebenarnya (Real Carrying Capacity/ RCC) dan daya dukung efektif (Effective Carrying Capacity/ ECC). Kapasitas daya dukung kawasan ekowisata mangrove ditentukan untuk dua lokasi, yaitu areal pintu masuk ekowisata mangrove dan jalur berperahu di Sungai Segoroanak. Kapasistas daya dukung fisik (PCC1) pada areal pintu masuk ekowisata mangrove adalah 38.048 kunjungan per hari. Sedangkan kapasistas daya dukung fisik (PCC2) pada jalur berperahu di Sungai Segoroanak sepanjang 6 Km dari Blok Kere sampai dengan Blok Cungur adalah 960 perahu per hari. Penentuan daya dukung sebenarnya (RCC), memperhitungkan daya dukung fisik (PCC) dengan berbagai faktor koreksi seperti penyinaran matahari (Cf1 = 47,95%), curah hujan (Cf2 = 14,69%), kondisi permukaan air surut (Cf3 = 19,52%), gangguan terhadap satwa liar jenis Kera ekor panjang (Macaca fascicularis) sebesar (Cf4 = 16,44%), gangguan terhadap satwa liar jenis Biawak (Varanus salvator) sebesar (Cf5 = 8,22%), gangguan terhadap satwa liar jenis burung migran (Cf6 = 65,75%) dan faktor koreksi penutupan sementara (Cf7= 27,12%). Sehingga daya dukung sebenarnya/ RCC1 pada areal pintu masuk ekowisata mangrove sebesar 2.603 kunjungan per hari dan pada jalur berperahu di Sungai Segoroanak sepanjang 6 Km dari Blok Kere sampai dengan Blok Cungur RCC2 adalah 66 perahu per hari. Penentuan dan daya dukung efektif (Effective Carrying Capacity/ ECC) memperhitungkan nilai daya dukung sebenarnya (RCC) dengan kapasitas manajemen (management capacity/MC) dan kapasitas infrastruktur (infrastruktur capacity/IC). Pada areal pintu masuk ekowisata mangrove diperoleh MC sebesar 75% dam IC sebesar 720, sehingga daya dukung efektif (ECC1) 20,75% dari RCC1 (2.603) yaitu 540 kunjungan per hari atau 197.100 kunjungan per tahun. Sedangkan pada jalur berperahu di Sungai Segoroanak MC sebesar 72,22% dan IC sebesar 44, sehingga daya dukung efektif (ECC2) pada jalur ini sebesar 48,39% dari RCC2 (66) yaitu 32 kunjungan perahu per hari atau 11.680 kunjungan per tahun. Tingkat kunjungan per tahun pada ekowisata mangrove Resort Grajagan pada tahun 2009 (22.488 per tahun), 2010 (67.976 per tahun) dan 2011 (56.685 per tahun) berkisar 11 % sampai dengan 29 % dari nilai ECC1 (197.100 per tahun). Namun bila ditinjau dari tingkat kunjungan per hari yang diperbolehkan yaitu ECC1 sebesar 540 kunjungan per hari, terdapat hari-hari yang tingkat kunjungannya melebihi batas yaitu pada hari Sabtu dan Minggu.
Research Carrying Capacity of Mangrove Ecotourism in the Grajagan Resort Alas Purwo National Park in June s. d December 2011. The purpose of this study was to determine the maximum number of visitors that can be received at the location of the Mangrove Resort Ecotourism through the methodology of Grajagan developed by Cifuentes (1992) by taking into account Physical Carrying Capacity (PCC), Real Carrying Capacity (RCC) and Effective Carrying Capacity (ECC). determined to two locations, namely The capacity of carrying in the mangrove ecotourism areal the mangrove ecotourism entrance and line boating in the Segoroanak River. The enormous of the physical carrying capacity (PCC1) at the entrance to the area is the mangrove ecotourism 38.048 visits every day. While the capacity of the physical carrying capacity (PCC2) on boating in the Segoroanak River along the 6 Kilometres from Cungur Block up to Kere Block is 960 boat every day. . The determination of the real carrying capacity (RCC), taking into account the physical carrying capacity (PCC) with various correction factors such as the illumination of the sun (Cf1 = 47,95%), precipitation (Cf2 = 14,69%), the condition of the surface of the lowtide (Cf3 = 19,52%), distrubance of wildlife species of long-tailed Macaques (Macaca fascicularis) registration (Cf4 = 16,44%), disruption of wildlife species of Monitor Lizard (Varanus salvator) registration (Cf5 = 8,22%), distrubance of wildlife migrant bird species (Cf6 = correction factor 65,75%) and temporary closure (Cf7 = 27.12%). So the real carrying capacity (RCC1) on mangrove entrance area of 2.603 ecotourism visits every day and on the boating on the Segoroanak River along the 6 Kilometres from Kere Block up to Cungur Block RCCâ‚‚ is 66 boat every day . Determination and the Effective Carrying Capacity (ECC) takes into account the value of the real carrying capacity (RCC) with management capacity (MC) and infrastructural capacity (IC). In the area of the entrance of the mangrove ecotourism retrieved MC amounting to 75% and amounted to 720, so IC effective carrying capacity (ECC1) 20,75% of RCC1 (2,603) i.e. 540 visits every day or 197.100 visits every year. While on boating in the Segoroanak River MC of 72,22% and amounted to 44, so IC effective carrying capacity (ECC2) on this line of 48,39% of RCC2 (65), i.e. 32 every day boat excursions or visits of 11.680 every year. Rate of visit ors every year at the mangrove ecotourism Grajagan Resort in 2009 (22.488 / year), 2010 (67.976 / year) and 2011 (56.685 / year) range from 11% to 29% of the value of ECC1 (197.100 / year). However, when the level of visits every day is allowed i.e. ECC1 amounting to 540 visits every day, that exceeded the level of his visit on Saturday and Sunday.
Kata Kunci : daya dukung fisik, daya dukung senenarnya, daya dukung efektif, ekowisata, mangrove, kapasitas manajemen, kapasitas infrastruktur, faktor koreksi