Laporkan Masalah

ANALISIS KESIAPAN RUMAH SAKIT DALAM PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DI RSU DR. F. L. TOBING, SIBOLGA

Rugun Simanjuntak, Dr. Techn. Khabib Mustofa, S.Kom, M.Kom

2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Peningkatan kinerja di rumah sakit dapat dicapai dengan adanya dukungan manajemen berbasis teknologi komputer seperti SIMRS yang penerapannya memerlukan dukungan lingkungan internal dan eksternal. RSU Dr. F. L. Tobing sampai saat ini belum memiliki sistem informasi berbasis komputer. Tujuan: Untuk mengeksplorasi kesiapan RSU Dr. F. L. Tobing Sibolga dalam penerapan sistem informasi manajemen, khususnya dari segi SDM, ketersediaan infrastruktur teknoIogi informasi (TI), perencanaan dan kebijakan, ketersediaan anggaran, dukungan struktur organisasi, dukungan pemerintah daerah, dan manajemen informasi di rumah sakit. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan studi kasus deskriptif. Survei dilakukan pada 272 orang staf rumah sakit untuk mengetahui kesiapan SDM tentang kemampuan penggunaan komputer. Observasi dan wawancara mendalam digunakan untuk mengeksplorasi kesiapan rumah sakit dari segi infrastruktur TI, perencanaan, ketersediaan anggaran, struktur organisasi, Pemerintah Daerah, manajemen informasi untuk menangkap realita dari berbagai sudut pandang. Responden penelitian untuk wawancara mendalam adalah 16 orang, terdiri dari pihak internal rumah sakit dan eksternal. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif pada hasil survei keterampilan penggunaan komputer oleh SDM rumah sakit dan analisis isi pada hasil observasi dan wawancara. Metode skoring digunakan untuk menilai kesiapan rumah sakit dalam adopsi SIMRS melalui tujuh variabel utama di atas. Penilaian kesiapan menggunakan alat CCCEAR (California Community Clinic EHR Assessment and Readiness) yang telah dimodifikasi, dengan tiga tingkat kesiapan, yakni 1) Belum siap (skor 0- 33), 2) cukup siap (34-66), dan 3) sangat siap (67-100). Hasil: Analisis data kuesioner menunjukkan bahwa tingkat kemampuan SDM (n=272) dalam mengoperasikan komputer berada pada kategori siap (≥75%). Analisis kualitatif yang dilakukan terhadap data hasil kuesioner, observasi dan wawancara menunjukkan bahwa rumah sakit berada pada rentang pertama dengan skor 31 oleh penilai I dan skor 26 oleh penilai II. Hal ini mengindikasikan bahwa RSU Dr. F.L. Tobing Sibolga berada dalam kategori tidak siap, namun telah mempertimbangkan untuk mengembangkan rencana yang lebih komprehensif dan terperinci untuk menentukan seberapa penting SIM bagi rumah sakit, serta bagaimana membangun kapasitas untuk memastikan keberhasilan adopsi dan implementasinya. Kesimpulan: RSU Dr. F. L. Tobing belum memiliki kesiapan yang optimal secara organisasi untuk bergerak maju menuju adopsi SIMRS.

Background: Hospital performance improvement can be achieved by the availability of computer technology-based management support named hospital information system (HIS), which requires internal and external environment support in its application. The hospital of Dr. F.L. Tobing Sibolga has not yet utilized computer-based information system. Objective: This study aims at exploring readiness of Dr. F. L. Tobing hospital in utilization of information system, particularly in terms of human resources, availability of IT infrastructure, planning and policy, budget availability, organizational structure, local government support, and information management. Methods: The study was conducted at Dr. F.L. Tobing hospital at District of Sibolga, North Sumatera. This study used qualitative descriptive case study design. Survey was conducted to 272 respondents to assess the readiness of hospital human resources by distributing questionnaires to gain user perception about their capabilities in operating computer. Observation was conducted by identifying the availability of hospital readiness supporting documents to adopt IT as well as the availability of IT infrastructure. Interviews were conducted to 16 respondents to gain their perception about the readiness components prepared by organization to HIS adoption such as human resources, strategic planning, budget and finance, IT management and support, IT infrastructure, local government support, and information management. First, literature review was conducted to design the assessment instrument, namely California Community Clinic EHR Assessment and Readiness (CCCEAR), which has been modified, with three levels of readiness, namely 1) not yet ready (score 0-33), 2) moderately ready (34-66), 3) highly ready (67-100). Next, findings from the questionnaires, observations, and interviews were outlined and then assessed using the instrument. Lastly information gathered from the assessment was scored and analyzed qualitatively. Result: Descriptive analysis of skill in operating computer showed that human resources readiness was in ready category ( 75%) which score was 77,32%. The qualitative analysis showed that the hospital was in the first level (not yet ready), with a score of 31 by researcher as first assessor and 26 by expert as second assessor. It indicates that the hospital of Dr. F.L. Tobing is not currently prepared to move forward with HIS adoption, but has considered developing a more comprehensive plan to determine how to build the capacity to ensure successful adoption and use. Conclusion: The hospital of Dr. F. L. Tobing Sibolga is not currently ready yet in early adoption of hospital information system.

Kata Kunci : Hospital Information System, Hospital information system Readiness, hospital readiness assessment


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.