Laporkan Masalah

Formula Alokasi Dana Rencana Strategis Pembangunan Kampung (RESPEK)

Demianus Snanfi, Prof. Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc.

2012 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan formula Alokasi Dana Respek (ADR) di Kabupaten Sorong Selatan yang mencerminkan pemerataan dan keadilan sesuai dengan kebutuhan fiskal yang dimilikinya agar tidak terjadi ketimpangan fiskal antarkampung. Tujuan lainnya adalah mengkaji ketimpangan fiskal horizontal antarkampung terkait alokasi transfer untuk kampung yang diterima pada tahun 2010. Derajat ketimpangan ini penting untuk diketahui agar dapat dijadikan pembanding terhadap derajat ketimpangan ADR perkapita antarkampung berdasarkan formula hasil penelitian. Penelitian ini menggunakan model pendekatan yang didasarkan atas indikator “kebutuhan” sebagai upaya agar setiap kampung mampu memenuhi kebutuhan pelayanan publik minimumnya. Untuk mengetahui ketimpangan fiskal antarkampung menggunakan nilai indeks williamson dengan variabel penelitian yang digunakan yaitu : kemiskinan, pendidikan, kesehatan, jarak kampung ke distrik dan kabupaten, jumlah penduduk dan luas wilayah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan, agar untuk menghindari bias dan demi terjaganya konsistensi data yang diperoleh, maka data utama yang digunakan adalah data dari BPS Kabupaten Sorong Selatan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 macam yaitu formula ADR yang disesuaikan dengan Surat Mendagri Nomor 140/640/SJ Tahun 2005 perihal Alokasi Dana Desa dari Pemerintah Kabupaten/Kota kepada Pemerintah Desa, sedangkan untuk menghitung ketimpangan fiskal horizontal antarkampung menggunakan Indeks Williamson. Hasil penelitian menunjukkan : pertama, pelaksanaan alokasi dana ke kampung yang berbentuk ADR tahun 2010 ketimpangan fiskal yang terjadi masuk kategori “rendah”, ini dibuktikan dari hasil Nilai Indeks Williamson tiap kampung yang angkanya berkisar antara 0,12 sampai dengan 0,68 juga terlihat dengan menurunnya rata-rata nilai Indeks Williamson dari 0,45 menjadi 0,39. Tetapi hasil uji statistik t tidak signifikan, hal ini dapat dilihat pada tingkat derajat kepercayaan 95 persen α 5 persen, maka diperoleh nilai t hitung lebih kecil dibandingkan nilai t tabel, dimana nilai t hitung 1,0 sedangkan nilai t tabel 1,782. Kedua, jumlah alokasi ADR yang harus dipenuhi oleh Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan adalah sebesar Rp11.700.000.000 , sementara jumlah alokasi dana yang ditransfer ke kampung yang berbentuk BLM pada tahun 2010 sebesar Rp12.526.690.000, sehingga terdapat selisih kurang sebesar Rp8.470.244.200.00, akibat sebagian besar kampung di Kabupaten Sorong Selatan atau sebanyak 75 kampung mengalami kekurangan dengan selisih kurangnya sebesar Rp102.651.605, sedangkan sebanyak 64 kampung menerima kelebihan dana dengan selisih lebih Rp109.904.687 Ketiga, ada dua formula yang bisa dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan untuk melaksanakan dana transfer ke kampung; pertama sesuai dengan formula ADR dengan dana yang dibutuhkan sebesar Rp11.700.000.000, kedua jumlah dana transfer ke kampung minimal sama dengan tahun lalu sehingga dana yang dibutuhkan sebesar Rp12.526.690.000

This research was intended to make formula of RespekFund Allocation (ADR) in South SorongRegency that reflect even distribution and fairness according to fiscal need to avoid fiscal imbalance among villages. Other objective is to analyze horizontal fiscal imbalance related to transfer of allocation for village received in 2010. The imbalance level is important to do to compare ADR imbalance per capita among villages based on formula resulted in this research. It is based on indicator of need as effort to make each village being able to meet minimal public service need. Fiscalimbalance among villages is identified using Williamson index using variables of poverty, education, health, distance of village to district and regency, population, and area. Data used in this research is secondary data from related institution in South Sorong government. To prevent bias and keep consistency of data obtained, main data used is that of South SorongRegencyBPS Regency. Analytical tool used in this research are ADR formula adjusted to Letter of Internal Affair Minister number 140/640/South Jakarta Lower Court of 2005 concerning village fund allocation from city/regency government to village administration and Williamson index to calculate horizontal fiscal imbalance among village. The result indicated that, first, in implementation of fund allocation to village (ADR) in 2010 fiscal imbalance is in low category. It is proved with Williamson index of each village ranges 0.12 to 0.68. It is also indicated from decrease in average Williamson index from 0.45 to 0.39. However, result of t statistic t is not significant. At 95 percent confidential level and α5 percent, calculated t (1.0) is less than table-t (1.782). second, ADR that South Sorong government should meet is Rp11,700,000,000 while fund allocation transfer to village in BLM in 2010 was Rp12,526,690,000, so there is difference of Rp8,470,244,200. In result, 75 villages in South Sorong regency experience shortage of Rp102,651,605,while 64 villages experienced fund excess of Rp 109,904,687. Third, there are two formulas that can be implemented by South Sorong government to do fund transfer to village. The first formula accords to ADR formula with required fund of Rp11,700,000. The second formula is fund transferred same as previous year, so fund required is Rp 12,526,690,000.

Kata Kunci : Alokasi Dana Respek, Ketimpangan Fiskal Horisontal, Kabupaten Sorong Selatan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.