TINJAUAN KEWARISAN DALAM PERGANTIAN TEMPAT MENURUT HAZAIRIN DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM
Raleast Fernandy, Prof Dr. Abdul Ghofur Anshori, SH, MH,
2012 | Tesis | S2 Magister KenotariatanTujuan dilakukan penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui perbandingan mengenai ahli waris pengganti yang digagas oleh Hazairin dalam konsep kewarisan bilateralnya dengan Kompilasi Hukum Islam dalam hukum kewarisan Islam, mengkaji dan membahas konsep kewarisan pergantian tempat menurut Hazairin dan kompilasi hukum Islam ditinjau dari sistematika penggolongan ahli waris berdasarkan hubungan kekerabatan dan bagiannya, mengkaji dan membahas pentingnya kewarisan pergantian tempat dalam hukum kewarisan Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka, yaitu penelitian yang menggunakan sumber data dari bahan kepustakaan, bersifat yuridis normatif, yang mana dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap data yang relevan dengan permasalahan penelitian Analisis dalam penelitian ini ialah dengan melakukan perbandingan terhadap hukum kewarisan Islam mengenai ahli waris pengganti menurut konsep kewarisan bilateral Hazairin dengan perbandingan konsep ahli waris pengganti dalam Kompilasi Hukum Islam ditijau dari sistematika ahli waris berdasarkan hubungan kekerabatan dan bagian yang diterima oleh ahli waris pengganti, dan mengenai pentingnya keberadaan ahli waris pengganti dalam sistem hukum kewarisan Islam. Hasil penelitian dalam penelitian ini antara lain, (1) Konsep kewarisan bilateral yang diterapkan KHI tidaklah sama sepenuhnya dengan konsep ahli waris pengganti digagas Hazairin dalam kewarisan bilateralnya. Secara sistematika penggolongan ahli waris, ketentuan KHI dalam hijab menghijab lebih condong kepada paham syafi’I, namun memasukkan ahli waris pengganti sebagai alternatifnya dan mengikuti ketentuan bilateral yang tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan dalam haknya, dan dapat dikatakan merupakan corak tersendiri yang berbeda dari sistem yang telah ada sebelumnya. Bagian ahli waris pengganti dalam KHI berbeda dengan konsep bagian ahli waris pengganti yang dikemukakan Hazairin, KHI memberikan batasan bagian ahli waris pengganti tidak boleh melebihi dari bagian ahli waris sederajat dengan yang digantikan. (2). Ahli waris pengganti keberadaan dan kedudukannya adalah penting untuk diberlakukan dalam sistem kewarisan Islam, hal ini mengingat pemberlakuannya adalah demi terciptanya rasa keadilan dan kepastian hukum dalam sistem hukum kewarisan Islam itu sendiri. Â
The purpose of this research is done in general is to know about the comparison an heir a substitute who drafted by Hazairin in the concept of bilateral inheritance by compilation inheritance Islamic law in the law of Islam , reviewed and discuss the concept of inheritance by Hazairin and a compilation of Islamic law review of sistematic the categorization of heirs based on the kinship relation and its part , reviewed and discuss the importance inheritance of subsitute place in inheritance of Islamic law. Type this research is library research, namely research that uses data resources from library , spatially juridical normative , which in the study is done analysis of data relevant overcoming the research analysis in this research is by did side-byside comparisons in law inheritance Islamic about heirs substitute according to concept bilateral inheritance of Hazairin by comparison concept heirs a substitute in compiling Islamic law is looked from sistematic of heirs based on the kinship relation and the accepted by the heirs substitute , and concerning the importance of heirs substituted in a legal system inheritance of Islamic law. The research in this research are, (1) the concept inheritance of bilateral applied KHI are not alike completely with concept heirs substitute initiates Hazairin in his bilateral concept of inheritance. Sistematic in the classification of the heir , provisions KHI in priority tends to understand syafi'I , but enter heirs substitute as alternatives . Of an heir substituted takes in KHI different to the concept of an heir substitute propounded Hazairin , KHI gave them different restrictions of an heir substitutes may not exceed of of an heir once entirely like succeeded. (2). A substitute for the existence and his heirs is important to inure inheritance in a system of Islam , it is considering is a passage in order to create a sense of justice and legal certainty inheritance Islamic law in the system itself.
Kata Kunci : Pewarisan, Pergantian Tempat