UJI BANDING DEXMEDETOMIDINE 0,5 MCG/KGBB DAN DEXMEDETOMIDINE 1 MCG/KGBB BOLUS INTRAVENA DALAM MENCEGAH SHIVERING PASCA ANESTESI UMUM
dr. Edi Suryadi, Dr. I Gusti Ngurah Rai Artika, SpAn, KAKV., KAR
2012 | Tesis | S2 AgronomiShivering (mengigil) pasca operasi merupakan suatu komplikasi yang sering terjadi, dan kadang-kadang merupakan komplikasi yang menyulitkan. Selain dapat menimbulkan ketidaknyamanan pasca anestesi, shivering dapat menimbulkan beberapa risiko, seperti peningkatan tekanan intrakranial, peningkatan tekanan intraokuler, nyeri ditempat bekas luka operasi akibat kontraksi otot, serta dapat memperburuk keadaan kardiovaskuler, terutama pada pasien dengan penyakit arteri koroner akibat peningkatan konsumsi oksigen. Angka kejadian shivering pasca anestesi umum mencapai sekitar 66 persen. Dexmedetomidine 1 mcg/kgbb bolus intravena telah terbukti dapat meningkatkan batas ambang untuk terjadi shivering dan mencegah terjadinya shivering pasca operasi (Elvan, et al., 2008; Bicer, et al., 2006). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek dexmedetomidine 0,5 mcg/kgbb dan 1 mcg/kgbb bolus intravena dalam mencegah terjadinya shivering pasca anestesi umum. Rancangan penelitian yang digunakan adalah uji klinik terkontrol secara acak buta ganda. Subjek penelitian dibagi dalam dua kelompok. Kelompok A adalah kelompok pemberian dexmedetomidine 0,5 mcg/kgbb bolus intravena dan kelompok B adalah kelompok pemberian dexmedetomidine 1 mcg/ kgbb bolus intravena. Pengukuran hasil berdasarkan pada muncul tidaknya shivering pasca anestesi. Proses analisis data dilakukan dengan bantuan komputer dengan program analisis statistik. Untuk mengetahui perbedaan rata- rata variabel-variabel penelitian antara dua kelompok dilakukan dengan uji statistik independent t-tes dan untuk mengetahui kemaknaan perbedaan proporsi atau frekuensi digunakan statistik Chi-square test, dan memiliki kemaknaan statistik apabila nilai p yang diperoleh adalah kurang dari 0,05.
Shivering (chilling) after surgery is a frequent complication incidence, and in some circumstances it is a complicated complication. Beside post-anesthesia discomfort, shivering can raise some risks, such as increase intracranial pressure, increase intraocular pressure, pain at the surgical scar due to muscle contraction, and may worsen cardiovascular conditions, particularly in the patients with coronary artery disease due to increased oxygen consumption. The incidence of shivering after general anesthesia is 66 percent. Dexmedetomidine 1 mcg/kg intravenous bolus has been increasing the threshold of shivering and preventing post operative shivering (Elvan, et al., 2008; Bicer, et al., 2006). The aim of this study is to determine of dexmedetomidine 0.5 mcg/kg and 1 mcg / kg intravenous bolus in preventing post anesthesia shivering. This study is a double blind randomized controlled clinical trial. Subjects will be divided into two groups. Group A is the group with dexmedetomidine 0.5 mcg/kg intravenous bolus and group B is a group with dexmedetomidine 1 mcg/kg intravenous bolus. The outcome is based on the appearance of post-anesthesia shivering The process will be done with computer assistance with statistical analysis program. To find an average difference between the variables of the two groups the researcher will carry out an independent statistical t-test and to find out the significance of differences in the proportion or frequency will be used Chi-square test, and it is statistical significance if the p value obtained is less than 0.05.
Kata Kunci : Anestesi Umum-Dexmedetomidine-RCT-Shivering Pasca Operasi