Laporkan Masalah

PERBANDINGAN PERUBAHAN HEMODINAMIK PASCAINTUBASI OROTRAKEA PADA PEMBERIAN LIDOKAIN 2% 5 cc INSTILASI OROFARINGEAL DENGAN LIDOKAIN 2% 1,5 mg/kgbb INTRAVENA

Asep Indah Wuddi Arief, dr. Pandit Sarosa, Sp.An-K

2012 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDS

Pendahuluan. Intubasi orotrakea dapat menyebabkan peningkatan hemodinamik dimana akan meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji hipotesis bahwa pemberian lidokain instilasi orofaringeal lebih baik dalam menurunkan perubahan hemodinamik pascaintubasi orotrakea dibandingkan dengan lidokain intravena. Metode. Sebuah penelitian prospektif, randomized controlled trial, double blinded telah dilakukan pada 101 pasien ASA I-II yang menjalani anestesi umum dengan intubasi orotrakea. Pasien dilakukan randomisasi menjadi dua kelompok untuk mendapatkan lidokain 2% 5 cc instilasi orofaringeal (kelompok IO, n= 51) dan lidokain 2% 1,5 mg/kgbb intravena (kelompok IV) yang diberikan 3 menit sebelum intubasi orotrakea. Kejadian peningkatan TAR, TDS, TDD, FDJ > 20% dibandingkan diantara dua kelompok. Hasil. Kejadian peningkatan TAR > 20% pada kelompok IO (29%) lebih rendah dan bermakna secara statistik dibandingkan pada kelompok IV (56%) (p = 0,007, RR 0,52, CI 95% 0,32-0,85). Begitu pula kejadian peningkatan TDS, TDD, FDJ > 20% pada kelompok IO (27%, 29%, 9,8%) lebih rendah dan bermakna secara statistik dibandingkan pada kelompok IV (60%, 64%, 38%) (p = 0,007, p = 0,000, p = 0,001). Peningkatan hemodinamik pascaintubasi terjadi pada 1 menit pascaintubasi orotrakea dan akan kembali ke nilai basal pada menit ke 3 – 10 pascaintubasi orotrakea. Kesimpulan. Pemberian lidokain 2% 5 cc instilasi orofaringeal lebih baik dalam menurunkan perubahan hemodinamik pascaintubasi orotrakea dibandingkan lidokain 2% 1,5 mg/kgbb.

Background. Orotracheal intubation can cause increasing in hemodynamic responses which can increase morbidity and mortality. This study tested the hypothesis that oropharyngeal lidocaine instillation is better in decrease hemodynamic changes post orotracheal intubation compare with intravenous lidocaine. Methods. A prospective, randomized double blind controlled trial study was performed in 101 patient (ASA I-II) undergoing general anesthesia with orotracheal intubation. Patient were randomly allocated into one of two groups to receive oropharyngeal lidocaine 2% 5 cc (group IO, n = 51) and intravenous lidocaine 2% 1,5 mg/bodyweight (Group IV, n = 50) 3 minute before orotracheal intubation. The incidence of increasing MAP, SBP, DBP, and HR > 20% was compared between the two groups. Results. The incidence of increasing MAP > 20% in IO group (29%) was significantly lower than IV group (56%) (p = 0,007), RR 0,52, CI 95% 0,32-0,85). The incidence of increasing SBP, DBP, and HR > 20% in IO group (27%, 29%, 9,8%) was significantly lower than IV group respectively (60%, 64%, 38%) (p = 0,007, p = 0,000, p = 0,001). Hemodynamic increase occur at 1 minute post orotracheal intubation and will return to basal at 3-10 minute post orotracheal intubation. Conclusion. Adminitration oropharyngeal lidocaine 2% 5 cc instillation was better in decreasing hemodynamic changes post orotracheal intubation compared with intravenous lidocaine 2% 1,5 mg/bodyweight.

Kata Kunci : Lidokain instilasi orofaringeal, lidokain intravena, perubahan hemodinamik, pascaintubasi orotrakea


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.