Laporkan Masalah

DEGUMMING MINYAK WIJEN (Sesamum indicum L.) DENGAN MEMBRAN ULTRAFILTRASI

SURYANI UNE, STP, Prof. Dr. Ir. Sutardi, M.App.,Sc.

2012 | Tesis | S2 Ilmu dan Teknologi Pangan

Minyak wijen (Sesamum indicum L.) merupakan hasil ekstraksi biji wijen melalui proses penyangraian dan pengempaan. Pemanfaatan minyak wijen tanpa proses penghilangan senyawa phosphatida dalam minyak dengan proses degumming, menyebabkan penurunan kualitas dan mempengaruhi penerimaan konsumen terhadap minyak wijen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang degumming minyak wijen menggunakan membran dan pengaruh konsentrasi misela minyak wijen dalam heksan terhadap fluks permeat, nilai rejeksi membran, kadar phosphatida, asam lemak bebas, bilangan peroksida, dan warna minyak wijen. Penelitian ini dilakukan dengan penyiapan minyak wijen dengan peyangraian pada suhu 180oC selama 30 menit dan pengempaan pada tekanan 140 kN selama 5 menit, kemudian minyak wijen sangrai dibuat misela campuran minyak wijen dan heksan dengan konsentrasi 20, 25 dan 30%. Selanjutnya misela minyak wijen didegumming menggunakan membran ultrafiltrasi PES dan PVDF. Kemudian dianalisis karakteristik minyak wijen yang dihasilkan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini, diolah menggunakan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 16. Minyak wijen memiliki rendemen 40,38 ± 1,12 %, dengan kadar air minyak 0,013 ± 0,00 % (db), kadar phospor 11,49 ±0,01 ppm, bilangan peroksida 1,46 ± 0,17 meq O2/kg, asam lemak bebas sebagai oleat 1,21 ± 0,01 (%) dan intensitas warna merah 4,1 kuning 8. Minyak wijen terbaik diperoleh dari konsentrasi misela minyak wijen 25% yang didegumming menggunakan membran PVDF 20.000 Da.

Crude sesame oil was extracted from roasted and pressed sesame seeds. Utilization of sesame oil without removing of phosphatides compound from oil with degumming process causing loss of quality and influencing the consumer acceptance. The objectives of this research were to assess the performance membrane for degumming sesame oil and to determine the effect of miscella concentration on permeat flux, membrane rejection values, phosphor level, free fatty acid, peroxide value and color of produced sesame oil. The research was conducted by preparation of sesame oil by roasting sesame seed at 180oC for 30 minutes and subsequently it was pressed by hydraulic press at 140 kN for 5 minutes. Miscella of sesame oil in hexane was prepared by mixing sesame oil and hexane with concentration of 20, 25, and 30%, respectively. Furthermore, sesame oil miscella was degummed using ultrafiltration membrane PES and PVDF. The characteristics of sesame oil was analyzed. Collected data was statistically analyzed by using program of Statistical Product and Service Solution (SPSS) number 16. The crude sesame oil showed yield 40,38 ± 1,12 %, moisture content 0,013 ± 0,00 % (db), phosphor 11,49 ±0,01 ppm, peroxide value 1,46 ± 0,17 meq O2/kg, free fatty acid 1,21 ± 0,01 (%), and red color 4,1 Lovibond, yellow color 8 Lovibond. The best sesame oil was produced from miscella concentration and degummed by 25% using ultrafiltration membrane PVDF 20.000 Da.

Kata Kunci : Minyak wijen, degumming, ultrafiltrasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.