Laporkan Masalah

PENGARUH KONSELING “KEBERMAKNAAN HIDUP” TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DIFABEL

FARAH PERWITASARI, Prof. Dr. Sofia Retnowati, MS., Psi.

2012 | Tesis | S2 Magister Profesi Psikologi

Hidup sebagai difabel yang mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari karena memiliki kemampuan berbeda dengan orang pada umumnya, mengakibatkan munculnya perasaan tidak percaya diri, tidak dapat menerima diri, malu berhubungan dengan orang lain, tidak memiliki tujuan hidup yang jelas, serta kurang dapat mengembangkan diri secara optimal. Hal ini merujuk pada kesejahteraan psikologis yang dirasakan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Konseling “Kebermaknaan Hidup” dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis (Psychological well-being) difabel. Konseling ini disusun berdasarkan konsep Logoterapi dengan lima kali pertemuan. Partisipan penelitian ini adalah dua kelompok difabel (delapan orang kelompok eksperimen dan tujuh orang kelompok kontrol) pada dua lokasi panti yang berbeda. Rancangan penelitian ini adalah untreated control group design with dependent pretest and posttest samples. Kelompok kontrol juga mendapatkan perlakuan sebagai waiting list setelah proses penelitian selesai. Pengukuran menggunakan dua skala kesejahteraan psikologis yakni skala KPA dan KPB. Analisis data menggunakan analisis statistik non parametrik Mann Whitney U menemukan bahwa terdapat perbedaan skor kesejahteraan psikologis yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol yang ditunjukkan oleh nilai U test sebesar -3,200 dengan (p) 0,001 (p<0,05) dan U test sebesar -3,249 dengan (p) 0,001 (p<0,05).

The disabled people’s life that have limitation on doing daily activities because their different abilities with general people, affects their feeling of inferiority, self acceptance, relationship, purpose in life, and self development. The aim of this study is to know the influence of “Kebermaknaan Hidup” Counseling to the psychological well-being for disabled people. This counseling base on concept of Logotherapy with five session or five days. The participants are two group of disabled people (8 peoples for experimental groups and 7 peoples for control groups). The design of this study is untreated control group design with dependent pretest and posttest samples. Control group also give a treatment (“Kebermaknaan Hidup” Counseling) as a waiting list group. Psychological well-being are assessed by KPA scale and KPB scale. The results show that there are significant differences in psychological well-being scores between experimental group and control group which are measured by KPA and KPB scales (U test = -3,200 (p) 0,001 and U test = -3,249 (p) 0,001.

Kata Kunci : difabel, kesejahteraan psikologis, konseling “Kebermaknaan Hidup”


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.