Laporkan Masalah

POLA AGIHAN HUJAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP BANJIR RANCANGAN

Ellida Novita Lydia, Ir. Joko Sujono, M.Eng., Ph.D.

2012 | Tesis | S2 Mag.Pengl.Bencana Alam

Berbagai model agihan hujan untuk mendistribusikan suatu besaran hujan rancangan selama ini banyak ditawarkan tetapi analisis pola agihan hujan tersebut dilakukan secara terpisah antara pola hujan dan durasi hujan. Penentuan durasi hujan yang dilakukan selama ini tanpa memperhatikan kedalaman hujan. Sedangkan antara durasi hujan dan kedalaman hujan saling berhubungan. Untuk itu perlu kajian pengaruh penentuan pola agihan hujan tersebut dibandingkan dengan tanpa pemisahan antara durasi hujan dan pola hujan terhadap banjir rancangan yang dihasilkannya untuk masing- masing DAS yang diteliti. Dengan menggunakan analisis statistik dari data kejadian hujan, frekuensi kejadian hujan (kedalaman hujan dan durasi hujan) dominan yang dianalisis tanpa adanya pemisahan dapat diketahui. Analisis dilakukan dengan bantuan software WRPLOT Views. Dari frekuensi kejadian hujan yang dominan maka didapat durasi hujan dan pola hujan yang dianggap mewakili daerah yang ditinjau. Debit banjir rancangan selanjutnya dianalisis berdasarkan pola hujan tersebut dengan model transformasi hujan aliran menggunakan metode hidrograf satuan. Dari kelima DAS yang diteliti durasi hujan untuk setiap DAS adalah 5 jam untuk DAS Bogowonto, 4 jam untuk DAS Progo, 3 jam untuk DAS Bedog, DAS Gajahwong dan DAS Code. Pola agihan hujan yang didapatkan adalah pola agihan hujan berdasarkan rerataan durasi hujan dominan dan pola agihan hujan berdasarkan rerataan durasi hujan keseluruhan. Secara umum penerapan kedua pola agihan hujan tersebut terhadap hidrograf banjir rancangan memberikan perbedaan hasil yang tidak signifikan sehingga penetapan pola agihan hujan untuk DAS dapat menggunakan pola agihan hujan berdasarkan rerataan durasi hujan dominan karena didalam penetapannya lebih mudah dan cepat.

Various models of the rainfall distribution to distribute a quantity of the design rainfall during this a lot offered but the rainfall pattern analysis is done separately between rainfall patterns and rainfall duration. Usually the rainfall duration is determined without regard to the rainfall depth . While the rainfall duration and the rainfall depth have a relationship. It is necessary to study the influence in determining the rainfall pattern compared with no separation between rainfall duration and rainfall patterns for design floods at each river basin. By using statistical analysis from rainfall events data, the frequency of dominant rainfall events (rainfall depth and rainfall duration) that were analyzed can be determined without separation. Analyses were performed with the help of views WRPLOT software. The rainfall duration and the rainfall patterns that represent das obtained based on the frequency of dominant rainfall events. The design flood discharge is analyzed based on the rainfall pattern with the model of rainfall flow transformation using unit hydrograph method. Of the five river basin studied, the rainfall duration of each river basin is 5 hours for Bogowonto river basin, 4 hours for Progo river basin, 3 hours for Bedog river basin, Code river basin and Gajahwong river basin. The resulting rainfall pattern is the rainfall pattern based on the average dominant rainfall duration and the rainfall pattern based on the overall rainfall duration. Generally, the application of both the rainfall pattern of the design flood hidrograf gave no significant difference so that the determination of rainfall pattern for river basin can use the rainfall pattern based on the average dominant rainfall duration because it's easier and faster.

Kata Kunci : durasi hujan, pola agihan hujan, debit banjir rancangan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.