Laporkan Masalah

OPTIMALISASI KELEMBAGAAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT (COMMUNITY DEVELOPMENT) DALAM PENGELOLAAN LIMBAH PERTANIAN

RUSTININGSIH, Dr. Ir. Sarto, M.Sc.

2012 | Tesis | S2 Mag.Sistem Teknik

Potensi limbah pertanian belum dimanfaatkan secara optimal, sementara kebutuhan pupuk urea untuk tiap tahunnya mengalami peningkatan, sehingga untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak, serta mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia perlu dilakukan optimalisasi kelembagaan pengembangan masyarakat (Community Development). Penelitian ini bertujuan untuk merancang upaya optimalisasi kelembagaan pengembangan masyarakat, mengintegrasikan faktor internal dan faktor eksternal, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani untuk memanfaatkan limbah pertanian (jerami padi), dan merancang model inovasi kelembagaan pengembangan masyarakat (Community Development) dalam pengelolaan limbah pertanian. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif kualitatif dan metode analisis deskriptif kuantitatif. Metode analisis deskriptif kualitatif melalui hasil sosialisasi, wawancara, menganalisa, memotret dan menngkontruksikan situasi yang diteliti. Adapun metode analisis kuantitatif menggunakan sampel secara random dan data instrumen penelitian dianalisis dengan statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi kelembagaan pengembangan masyarakat (Community Development) dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal petani dan peternak serta pengelolaan limbah pertanian sebesar 52,4%, sedangkan sisanya 47,6% dipengaruhi oleh faktor lainnya

Potensial of agricultural wastes has not been used optimally, while the demand of urea fertilizer every year has increased, so as to improve the welfare of farmers and ranchers, and reduce farmers' dependence on chemical fertilizers is necessary to optimize of institutional community development. The objectives of research are creating optimization effort of the institutional community development, integrating internal and external factors, improving knowledge and skills of farmers to use agricultural waste (rice straw), and designing institutional innovation model of community development in the management of agricultural waste. The methods used are descriptive analysis method qualitative and quantitative descriptive analysis method. Method analysis qualitative descriptive through the results of socialization, interview, analyze, photographing and constructing the situation who researched. The method of qualitative analysis using a random sample of the research data were analyzed statistically. Based on this research, it is known that the optimization of the institutional development of the community is influenced by internal and external factors farmers and ranchers, and agricultural waste management by 52.4%, while the remaining 47.6% influenced by other factors.

Kata Kunci : optimalisasi, Community Development, sustainable


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.