PENGELOLAAN SAMPAH DI KAMPUNG JOGOYUDAN DAN RATMAKAN DI BANTARAN SUNGAI CODE KOTA YOGYAKARTA
Basuki, Dr. Sri Rum Giyarsih, M.Si.
2012 | Tesis | S2 KependudukanPermasalahan sampah merupakan hal yang krusial bahkan sampai pada berbagai sisi kehidupan. Penelitian ini menyoroti tentang pengelolaan sampah di Kampung Jogoyudan dan Kampung Ratmakan di Bantaran Sungai Code Kota Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengetahui perbedaan pengelolaan sampah responden yang bertempat tinggal di Bantaran Sungai Code di Kampung Jogoyudan dan Ratmakan (b) Untuk mengetahui pengaruh umur, pendidikan, dan penghasilan terhadap pengelolaan sampah responden yang bertempat tinggal di Bantaran Sungai Code di Kampung Ratmakan dan Kampung Jogoyudan Kota Yogyakarta. Metode dalam penelitian ini dengan observasi dan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Jumlah sampel di Kampung Ratmakan dan Kampung Jogoyudan adalah 100 responden yang diambil dari 504 responden. Penentuan jumlah sampel menggunakan “proporsional samplingâ€. Dalam penelitian terdapat dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah umur, pendidikan dan penghasilan sedangkan variabel terikat adalah pengelolaan sampah. Analisis data menggunakan tabel silang dan regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: pengelolaan sampah di Kampung Ratmakan lebih baik dari Kampung Jogoyudan. Urutan variabel peran serta yang paling berpengaruh terhadap pengelolaan sampah yang paling besar di Kampung Jogoyudan adalah tingkat pendidikan walaupun negatif (nilai beta = - 0,561 pada siqnifikansi lebih dari 99,9 % tetapi pengaruh ini bersifat negatif dimana mereka yang berpendidikan tinggi justru peran serta dalam pengelolaan sampahnya rendah. Pengaruh urutan yang ke dua peran sertanya dalam pengelolaan sampah adalah umur. Nilai beta 0,282 pada siqnifikansi sebesar 96 % artinya bahwa semakin tinggi usia responden maka semakin tinggi peran sertanya dalam pengelolaan sampah. Penghasilan tidak menunjukkan pengaruh yang siqnifikan terhadap peran serta terhadap pengelolaan sampah hal ini didukung oleh nilai beta – 0,13 dengan siqnifikansi yang sangat rendah yaitu 8,5 %. Urutan variabel peran serta yang paling berpengaruh terhadap pengelolaan sampah yang paling besar di Kampung Ratmakan adalah tingkat umur (nilai beta = 0,368) pada siqnifikansi lebih dari 95 % hal tersebut menunjukkan bahwa umur tua berpengaruh positif terhadap pengelolaan sampah, sedangkan yang berumur muda justru dalam pengelolaan sampahnya rendah. Hal ini wajar mengingat ukuran peran serta di dalam pengelolaan lebih banyak dilakukan oleh responden yang berumur tua. Pengaruh yang meyakinkan pada urutan yang ke dua peran sertanya dalam pengelolaan sampah adalah pendidikan. Nilai beta-0,098 pada siqnifikansi sebesar 58 % artinya bahwa semakin tinggi pendidikan responden, maka semakin tinggi peran sertanya dalam pengelolaan sampah. Penghasilan tidak menunjukkan pengaruh yang siqnifikan terhadap peran serta pengelolaan sampah, hal ini didukung oleh nilai beta 0,275 dengan siqnifikansi yang sangat rendah yaitu 2,3 %.
Issue of waste is a crucial problem, even it distributes to various sides of life. This research revealed management of waste in Villages of Jogoyudan and Ratmakan in Bantaran Sungai Code (flood plain of Code River), Yogyakarta City. This research aimed to find: (a) difference of waste management of respondents living in the flood plain of Code River, Villages of Jogoyudan and Ratmakan, (b) effect of age, education, and income on waste management of respondents living in the flood plain of Code River, Villages of Jogoyudan and Ratmakan, Yogyakarta City. Methods used in this research were observations and data were collected by questionnaires. Total samples in Villages of Jogoyudan and Ratmakan were 100 respondents taken from 504 respondents. Samples were determined by using “proportional samplingâ€. This research has two kinds of variables, independent variables and dependent variables. Independent variables were age, education and income; whereas dependent variable was waste management. Data were analyzed by using crosstab and multiple linear regressions. Based on results of respondents, it can be concluded that: waste management in Village of Ratmakan was better than Jogoyudan Village. First participation variable having greatest effect on waste management in Jogoyudan Village was education level, although it was negative (beta value = -0.561) in more than 99.9% of significance; however, this effect was negative where they had high education level, but their participation rate in waste management was low. Second participation variable of waste management was age. Beta value of 0.282 in 96% of significance means that older age of respondents, their participation in waste management was higher. Income did not show significant effect on participation and waste management, it was supported by beta value of -0.13 with lower significance, 8.5%. Participation variable having greatest effect on waste management in Ratmakan Village was age (beta value = 0.368) in more than 95% of significance. It indicated that old age had positive effect on waste management, whereas younger age had lower participation in waste management. It was proper considering that participation in waste management was widely conducted by older respondents. Most reliable effect of second participation in waste management was education. Beta value of - 0.098 in 58% of significance means that higher education level of respondents, so their participation rate in waste management was higher. Income did not show significant effect on participation in waste management, it was supported by beta value of 0.275 with lower significance rate, 2.3%.
Kata Kunci : Pengelolaan, Umur, Pendidikan, Penghasilan