Laporkan Masalah

STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KABUPATEN DOMPU (Studi Empiris Terhadap Hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan R.I tahun 2006-2010)

Samsudin, Dr. Wahyu Widayat, M.Ec.

2012 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Dalam pemerintahan daerah, proses pemeriksaan laporan keuangan daerah dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Tujuannya adalah meningkatkan kepercayaan pemakai laporan keuangan, dalam hal ini laporan keuangan daerah. Laporan keuangan harus memenuhi standar, antara lain relevan dan reliabel. Hal ini menunjukkan bahwa data laporan keuangan tersebut sudah teruji dan dapat dianggap wajar. Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam peningkatan kualitas laporan keuangan di Kabupaten Dompu, dan menganalisis strategi yang perlu diprioritaskan dalam peningkatan kualitas laporan keuangan berdasarkan temuan analisis SWOT. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam peningkatan kualitas laporan keuangan Kabupaten Dompu. Data yang dibutuhkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari lokasi penelitian dengan kuesioner, wawancara, dan observasi. Sementara itu, data sekunder adalah data yang diperoleh tidak langsung dari dokumen instansi terkait dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan masalah yang ada. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa Kabupaten Dompu mengalami masalah pelaporan keuangan daerah yang berat sehingga hasil pemeriksaan BPK menunjukkan opini disclaimer berturut-turut sejak 2006 sampai 2010. Pemerintah Kabupaten Dompu memiliki ancaman yang perlu segera diubah menjadi peluang dan kelemahan yang perlu diubah menjadi kekuatan dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan daerah. Skor tertinggi dari dimensi SWOT dalam peningkatan kualitas laporan keuangan di Kabupaten Dompu adalah dimensi ancaman (1.064), disusul dimensi kelemahan (1.046), peluang (1.061), dan kekuatan (913). Dari temuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Dompu, perlu menekankan dimensi T – ancaman dan W – kelemahan yang memiliki skor yang paling banyak sebagai dasar bagi perumusan strategi peningkatan kualitas laporan keuangan daerah. Di antara prioritas yang perlu ditekankan adalah memperbaiki prosedur bagi alokasi dan pelaporan keuangan anggaran daerah untuk mengurangi kerentanan dalam penyalahgunaan wewenang, dan meningkatkan jumlah maupun kualitas peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk mengurangi tendensi penyimpangan akibat tidak ada landasan hukum yang jelas.

In local government, the inspection of local financial statement is carried out by the Financial Inspection Board. The objective is to enhance trust among the users of financial statement, in this case local financial statement. The statement should comply with standards, including relevant and reliable in nature. It shows that the data of financial statement was varified and can be regarded as fair. The main objective of the study are to identify strengths, weaknesses, opportunities, and threats in the enhancement of financial statement quality in Dompu regency, and to analyze strategies that should be prioritized in the enhancement of financial statement quality based on findings of the SWOT analysis. The study was conducted using a qualitative method in terms of analyzing strengths, weaknesses, opportunities, and threats in the enhancement of financial statement in Dompu Regency. Data used were primary and secondary data. The former was directly acquired from location of the study by using questionnaires and observation. Meanwhile, secondary data were indirectly acquired from related documents and regulations associated with the problems. The data collected were analyzed using a qualitative technique. Result of the study shows that Dompu Regency undergo problems related to relatively severe local financial statement, so result of the inspection done by the Financial Inspection Board indicates disclaimer opinion constitutively from 2006 to 2010. The government of Dompu Regency had Threats that should be immediately changed into opportunities as well as weaknesses that should also be changed into Strengths in the enhancement of local financial statement quality. The highest score among the dimensions of SWOT in the enhancement of local financial statement quality in Dompu Regency was threats (1,064), followed by weaknesses (1,046), opportunities (1,061), and strenghts (913). Based in such findings, the Local Government of Dompu Rgeency should emphasize dimensions of threats and weaknesses with highest scores as the basis of formulating the strategies for enhancing the quality of local financial statement. Among the main priorities that should be done are to improve the procedures for the allocation and reporting the local financial statement to reduce vulnerability in the misuse of authority, as well as to increase the number and quality of prevailing regulations to reduce the tendency of misuse due to no obvious legal basis.

Kata Kunci : Laporan keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan, Pemerintah daerah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.