PEMANFAATAN CITRA PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK KAJIAN PERUBAHAN KOEFISIEN LIMPASAN PERMUKAAN AKIBAT PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN (Kasus di DAS Wanggu Kendari Sulawesi Tenggara)
ZAKARYA, S.Pd, Prof.Dr. Totok Gunawan, MS.
2012 | Tesis | S2 Penginderaan JauhPenelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan data citra penginderaan jauh Landsat 5 TM dan Landsat ETM+ dan Sistem Informasi Geografis untuk menganalisis perubahan koefisien limpasan permukaan akibat perubahan penggunaan lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Wanggu Kendari Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan : (1) mengkaji kemampuan dan ketelitian citra Landsat untuk penyadapan data karakteristik fisik dan morfometri DAS untuk estimasi koefisien limpasan permukaan; (2) estimasi besarnya koefisien limpasan permukaan berdasarkan parameter karakteristik fisik DAS; (3) pemetaan perubahan koefisien limpasan permukaan dan perubahan penggunaan lahan di DAS Wanggu Kendari; (4) menganalisis perubahan koefisien limpasan permukaan akibat perubahan penggunaan lahan di DAS Wanggu Kendari. Pendugaan nilai koefisien limpasan permukaan (C) pada penelitian ini, di lakukan dengan menggunakan metode Cook, dimana pada metode ini menggunakan teknik pembobotan (scoring) pada setiap faktor yang berpengaruh. Adapun faktorfaktor yang berpengaruh yang digunakan pada metode ini adalah penggunaan lahan, timbunan air permukaan, kemiringan lereng, infiltrasi tanah. Data mengenai faktorfaktor tersebut diperoleh melalui interpretasi data penginderaan jauh dan juga diperoleh dari data sekunder, hal ini dikarenakan tidak semua faktor-faktor tersebut dapat diperoleh melalui teknik interpretasi data penginderaan jauh. Dalam mengkaji perubahan koefisien limpasan permukaan akibat perubahan penggunaan lahan maka dilakukan analisis mengenai perubahan luasan lahan yang signifikan yang dapat mempengaruhi volume air larian. Citra Landsat 5 TM dan Landsat ETM+ memiliki kemampuan untuk menyadap parameter karakteristik fisik DAS untuk estimasi koefisien limpasan permukaan. Ketelitian secara keseluruhan (overall accuracies) interpretasi penggunaan lahan mencapai 87,17%, hal ini menunjukkan teknik interpretasi penggunaan lahan masih dalam batas ketelitian yang dapat diterima untuk menyadap informasi penggunaan lahan dari citra Landsat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama dalam kurun waktu delapan tahun, DAS Wanggu telah terjadi perubahan penggunaan lahan sehingga menyebabkan perubahan koefisien limpasan permukaan. Perubahan koefisien limpasan berupa peningkatan koefisian limpasan, terlihat bahwa pada tahun 2000 koefisien limpasan sebesar 0,53 dan pada tahun 2008 menjadi 0,57, sehingga terlihat telah terjadi peningkatan sebesar 0,04. Peningkatan nilai koefisien limpasan tersebut mengisyaratkan bahwa DAS Wanggu telah terjadi penambahan areal atau kawasan terbangun, sehingga menambah semakin luasnya tanah yang kedap air.
This research was done by using Landsat 5 TM and Landsat ETM+ remote sensing image data and geographic information system to analyze change in runoff coefficient due to change in land use in river basin Wanggu Kendari Southeast Sulawesi. This research was intended to; (1) analyze capability and accuracy of Landsat Image to acquire physical and morphometric characteristic data of the river basin to estimate runoff coefficient; (2) estimate runoff coefficient based on physical characteristic parameter of the river basin; (3) analyze change of runoff coefficient due to change of land use; (4) analyze the change of runoff coefficient generated from land use change in Wanggu catchment area. Estimation of runoff coefficient (C) was of conducted using Cook method, which use scoring technique on each of the influencing factors. Factors runoff coefficient were land use surface water inundation, slope inclination, and soil infiltration. Data on the factors were obtained through interpretation of remote sensing data and were also obtained from secondary data. Analysis of land area change influencing significant runoff volume change was implemented to analyze runoff coefficient change due to change of land use. Accuracy of interpretation result was determined with accuracy test by comparing result of image interpretation and actual condition in field. Landsat 5 TM and Landsat ETM+ images have capability to acquire river basin physical characteristic parameter to estimate runoff coefficient. Overall accuracies of land use interpretation were 87.17%. It indicated that the accuracy of the interpretation teqnique was still acceptable to acquire information of land use from landsat image. The results indicate that for eight years, river basin of Wanggu has undergone change in land use that causes runoff coefficient change. The increase in runoff coefficient occurred from 2000 of 0.53 to 2008 of 0.57 (0.04). The increase in runoff coefficient indicated that in river basin of Wanggu there was addition of built area that adds watertight area.
Kata Kunci : citra Landsat 5 TM, citra Landsat ETM+, koefisien limpasan permukaan, perubahan penggunaan lahan