REAKSI PASAR INDUSTRI PERBANKAN TERHADAP DEPRISIASI RUPIAH PERIODE KRISIS GLOBAL
Ricky Caesar Latumallo, Prof. Dr. Jogiyanto Hartono, MBA., Akt.
2012 | Tesis | S2 Magister ManajemenKrisis ekonomi di Indonesia pada tahun 2008 bersumber dari aktivitas deleveraging investor asing. Hal ini menyebabkan goncangan ekonomi makro di Indonesia yaitu turunnya nilai rupiah terhadap dollar (depresiasi). Pada tanggal 28 Oktober 2008 terdapat suatu peristiwa dimana dalam sehari rupiah terdepresiasi 13 persen terhadap dollar. Hal ini merupakan depresiasi harian terbesar selama 2006-2010. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan adanya abnormal return negatif akibat efek dari peristiwa depresiasi rupiah secara drastis terhadap dollar pada Industri Perbankan Indonesia. Penelitian ini juga bertujuan mencari bukti reaksi pasar pada saham bank milik asing lebih besar dibandingkan reaksi pasar pada saham bank milik lokal akibat efek peristiwa depresiasi rupiah secara drastis. Penelitian ini menggunakan 30 sampel awal yang kemudian diambil menjadi sampel penelitian dengan metoda purposive sampling. Setelah melalui 3 kriteria terpilih 14 sampel penelitian yang terdiri atas 10 bank milik lokal dan 4 bank milik asing. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah event study. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peristiwa depresiasi rupiah secara drastis dapat menimbulkan abnormal return negatif pada saham bank milik lokal dan saham bank milik asing. Namun penelitian ini tidak menemukan bukti bahwa reaksi pasar yang ditimbulkan pada bank milik asing lebih besar dibandingkan reaksi pasar pada bank milik lokal akibat peristiwa depresiasi rupiah secara drastis.
The economic crisis in Indonesia in 2008 sourced from deleveraging activities by foreign investors. This led to macroeconomic shocks in Indonesia in the falling value of the rupiah against the dollar (depreciation). On October 28, 2008 there is an event where a day rupiah depreciated 13 percent against the dollar. This is the largest daily depreciation during 2006-2010. The purpose of this study was to prove the existence of negative abnormal return from the effects of events drastically depreciation of the rupiah against the dollar in Indonesia Banking Industry. This study also aimed to find evidence on the stock market reaction to foreign-owned banks is greater than the stock market reaction to the locally owned banks from the effects of depreciation of the rupiah events drastically. This study used 30 samples, then taken to be the beginning of the study sample with purposive sampling method. After going through three criteria,14 study sample consisted of 10 banks locally owned were selected, and 4 foreignowned banks. Analytical techniques used in this study is the event study. The results of this study indicate that the drastic depreciation of the rupiah events can cause a negative abnormal return on the shares of locally owned banks and foreign-owned bank shares. However, this study found no evidence that the market reaction inflicted on foreign-owned banks is greater than the market reaction to the locally owned banks due to depreciation of the rupiah events drastically.
Kata Kunci : abnormal return, depresiasi, perubahan nilai tukar