DETERMINAN KINERJA KESEHATAN TENTANG STANDARD PRECAUTIONS DI RUMAH SAKIT MELALUI PENDEKATAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOR
Simon, Prof. Dr. Djamaludin Ancok, MA.
2012 | Tesis | S2 Magister ManajemenSalah satu kebijakan penting dan strategis HR yang berhubungan dengan kualitas, efektifitas dan efisiensi dalam industri rumah sakit yang merupakan indikator dasar kinerja kesehatan adalah pelaksanaan kebijakan tentang Standard Precautions. Kepatuhan dokter dan perawat akan Standard Precautions dipandang sangat penting dalam meningkatkan kualitas layanan rumah sakit karena rumah sakit yang infeksi nosokomialnya tinggi menghambat dan bahkan dapat memperparah proses penyembuhan seorang pasien yang tidak hanya membahayakan keselamatan pasien dan tidak efektif namun juga membuat perawatan menjadi inefisien dan lebih mahal. Dengan menggunakan pendekatan teori psikologi, penelitian ini berusaha untuk mencari determinan yang mempengaruhi intensi untuk melakukan kebijakan HR tentang pelaksanaan Standard Precautions sebagai kinerja kesehatan tersebut. Pemahaman akan determinan yang spesifik dalam konteks perilaku Standard Precautions di rumah sakit ini diyakini dapat memberikan kontribusi intervensi untuk meningkatkan perilaku kepatuhan pemenuhan Standard Precautions. Partisipan penelitian ini adalah perawat aktif di Rumah Sakit X Surabaya dengan jumlah total 50 partisipan yang terdiri atas 8 perawat pria dan 42 perawat wanita. Instrumen pada penelitian ini dikembangkan berdasarkan Theory of Planned Behaviour (TPB). Penelitian ini bersifat prospektif untuk dapat mengukur prediksi intensi hingga terjadinya perilaku aktual mencuci tangan sebagai indikator kinerja kesehatan. Sebanyak 92% partisipan memiliki intensi untuk mencuci tangan sehabis menyentuh pasien dalam tiga hari ke depan. Analisis korelasi dengan menggunakan Pearson Correlation menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara masa kerja dan intensi. Independent-sample t-test dilakukan untuk melihat perbedaan intensi berdasarkan jenis kelamin dan tidak ditemukan adanya perbedaan intensi untuk selalu mencuci tangan yang signifikan antara perawat pria dan perawat wanita. Korelasi bivariate menunjukkan adanya korelasi antar konstruk TPB. Dalam rangka untuk mengidentifikasi prediktor Intensi untuk mencuci tangan, analisis regresi hirarkis dipergunakan dan dapat menjelaskan model sebesar 66% varians Intensi Awal dalam hal mencuci tangan sehabis menyentuh pasien secara signifikan. tidak terdapat korelasi yang signifikan antara Intensi Awal, Intensi Aksi, dan perilaku mencuci tangan sebagaimana yang diharapkan terjadi sesuai dengan isi teori TPB. Dengan kata lain, TPB gagal untuk memprediksi intensi menjelma menjadi perilaku senyatanya dalam mencuci tangan.
One of the important and strategic HR policies relating to quality, effectiveness and efficiency in the hospital industry is the implementation of Standard Precautions policy, which is a basic indicator of health performance. Compliance of doctors and nurses on Standard Precautions requirements is considered very important in improving the quality of hospital care. High nosocomial infection in a hospital may aggravate the healing process of a patient, who not only endanger the safety of patients and ineffective, but also make treatment becoming more inefficient and costly. By using a theoretical approach to psychology, this study attempted to look for determinants that affect intention to implementing HR policy of Standard Precautions, which in this study was hand washing behavior. Participants of this study were active nurses in the Hospital X in Surabaya, with a total of 50 participants consisting of eight male nurses and 42 female nurses. The research instrument was developed based on the Theory of Planned Behavior (TPB). This study was prospective in design to allow prediction of intention toward actual behavior. As many as 92% of participants had the intention (Time 1) to wash hands after touching the patient in the next three days (Time 2). Correlation analysis showed a significant negative correlation between length of work as a nurse and intention to perform hand washing. Independent-sample t-test was also performed to see differences by gender and intentions, and did not reveal any differences. Bivariate correlation showed the significant correlation between the TPB constructs. In order to identify predictors of intention to wash hands, hierarchical regression analysis was used and the model can explain 66% variance in intention. However, there was no significant correlation between intention and actual behavior of hand washing as it was expected to occur in accordance with the content of the theory of TPB. In other words, TPB failed to predict the actual behavior of washing hands based on the intention alone.
Kata Kunci : Kinerja kesehatan, Standard Precautions, Mencuci Tangan, Theory of Planned Behaviour