Laporkan Masalah

TRANSFER PENGETAHUAN PADA TOKO PENI GRUP DI YOGYAKARTA

Widya Lestari Ningsih, Nurul Indarti, Sivilokonom. Cand. Merc., Ph.D.

2012 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Sebagian besar negara maju terdapat lebih dari 70% pekerja telah terlibat di dalam kerja berpengetahuan. Sumber kekayaan negara-negara maju berasal dari pemberdayaan sumber daya informasi dan pengetahuan, dan tidak lagi bertumpu pada sumber daya yang bersifat fisik atau alam. Oleh karena itu, setiap perusahaan berusaha menjalankan berbagai strategi untuk unggul, salah satunya adalah kemampuan perusahaan tersebut untuk mengelola sumber daya pengetahuan perusahaan dengan efektif Toko Peni Grup merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada industri retail di Yogyakarta. Dalam perusahaan terjadi penyebaran pengetahuan yang tidak merata. Proses transfer pengetahuan dilakukan hanya sampai dengan manajer, dan perusahaan tidak memberdayakan karyawan secara efektif. Dengan adanya kondisi ini, pemilik menyatakan bahwa kinerja perusahaan tidak optimal yang menyebabkan profit yang didapatkan tidak maksimal. Setelah melakukan pengumpulan dan analisis data maka didapatkan hasil bahwa aktivitas transfer pengetahuan yang mendominasi adalah Internalisasi. Pemiliki, para manajer dan para karyawan banyak mendapatkan pengetahuan baru setelah turun langsung ke lapangan dengan mempelajari hal-hal yang baru di lapangan. Jenis pengetahuan yang mendominasi adalah pengetahuan tacit. Setelah mendapatkan banyak pengalaman dalam melakukan bisnis retail, pemilik melakukan transfer pengetahuan tacit kepada manajer dan karyawan. Media yang mendominasi digunakan untuk aktivitas transfer pengetahuan antara pemilik dan manajer adalah SMS dan telepon. Antara pemilik dengan karyawan adalah menggunakan media pertemuan formal. Faktor penghambat transfer pengetahuan adalah kapasitas penyerapan penerima yang rendah dan motivasi penerima yang rendah.

Most advanced countries are more than 70% of workers have been involved in the knowledge work. The Resources of developed countries derived from empowering information resources and knowledge, and is no longer resting on physical resources or nature. Therefore, any company trying to run various strategies for winning, one of which is the ability of these companies to manage corporate knowledge resource with effective. Peni Group is one of the companies engaged in the retail industry in Yogyakarta. In case the dissemination of knowledge is uneven. The process of knowledge transfer is done only up to managers, and company does not empower employees effectively. With the existence of this condition, the owner stated that the company's performance is not optimal is causing profit it brings no maximum. After data collected and analyzed the obtained results that knowledge transfer activity which is dominant is Internalization. Owners, managers and employees get new knowledge after involved directly to the stores by learning new things in the stores. The kind of knowledge that dominates is tacit knowledge. After getting a great deal of experience in doing business, owner transfer tacit knowledge to managers and employees. The Media used for knowledge transfer activities between the owner and the Manager is SMS and phone. Between owners and employee is using the formal meeting. Restricting factors of knowledge transfer is absorption capacity of the recipient are low and also the motivation of the recipient.

Kata Kunci : Pengetahuan, Transfer Pengetahuan, Industri Retail, Kinerja Perusahaan, Pengetahuan Tacit, Media Transfer Pengetahuan, Faktor Penghambat Transfer Pengetahuan, Motivasi, Kapasitas Penyerapan Pengetahuan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.