ANALISA PENGGUNAAN FORWARD CONTRACT TERHADAP EKSPOR TRANSAKSI PADA PT TELKOMSEL UNTUK PERIODE KEUANGAN OKTOBER-DESEMBER 2008
Khosyatulloh Insanul Iman, Dr. Hardo Basuki MSoc.Sc.
2012 | Tesis | S2 Magister ManajemenSebagai sebuah sektor yang sangat padat teknologi, sektor telekomunikasi melibatkan banyak transaksi impor untuk pengadaan perangkat jaringan. Akibat krisis ekonomi pada tahun 2008, beberapa perusahaan telekomunikasi di Indonesia mengalami rugi kurs hingga ratusan miliar Rupiah. Upaya antisipasi terhadap potensi rugi kurs atas transaction exposure dapat dilakukan melalui mekanisme lindung nilai, di antaranya menggunakan forward contract, futures contract dan option. Dalam penelitian ini, dilakukan simulasi besaran nilai pembayaran atas transaksi impor jika menggunakan mekanisme lindung nilai dibandingkan dengan cara konvensional (tanpa lindung nilai), untuk mengetahui teknik mana yang lebih menguntungkan perusahaan. Dengan menggunakan teknik forward contract dan open position, nilai pembayaran dari transaksi pengadaan perangkat radio yang jatuh tempo pada kuartal 4 tahun 2008 kemudian diperbandingkan dan dianalisa lebih lanjut. Untuk mendapatkan kesimpulan akhir, hasil perbandingan diuji lebih lanjut menggunakan uji normalitas dan uji beda rata-rata t test. Berdasarkan uji statistik yang dilakukan, tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada rata-rata nilai pembayaran dari kedua teknik tersebut. Oleh karena itu, penerapan mekanisme lindung nilai oleh perusahaan perlu dilakukan dengan sangat hati-hati disertai pemahaman atas perkiraan pergerakan nilai valas.
As a technology-intensive sector, telecommunication sector involves many import transactions to fulfill their need on network equipment. Due to an economic crisis in 2008, some of Indonesian telecommunication operators had experienced billions Rupiah’s forex loss. The potential forex loss on transaction exposure can be anticipated through hedging mechanism, such as forward contract, futures contract and option. In this research, the payment value of import transaction were simulated using hedging mechanism and conventional mechanism (without hedging), and being compared afterward to evaluate which technique are more beneficial to the company. By using forward contract and open position technique, payment value of radio procurement transactions due on 4th quarter of 2008 being compared and analyzed. To get final conclusions, the comparison result were furtherly tested using normality test and one-sample t-test. Based on the conducted statistical tests, there were no significant differences in the average payments value of both techniques. Therefore, hedging mechanism should be conducted carefully accompanied by sufficient understanding on foreign exchange rate movements.
Kata Kunci : Rugi kurs, forward contract, open position, transaction exposure