Laporkan Masalah

STUDI POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO DI KABUPATEN PURBALINGGA PROPINSI JAWA TENGAH

NOVIKA DHANY SETYOWATI, Dr. Ir. Sasongko Pramono Hadi, DEA.

2012 | Tesis | S2 Mag.Sist.Energi Elektrik

Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Purbalingga, dari 5.499 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Karangjambu masih terdapat 1.748 Kepala Keluarga (KK) yang belum menikmati listrik PLN. Sehingga dapat dikatakan bahwa rasio elektrifikasi pada kecamatan ini adalah 70,03%. Dari jumlah tersebut sebagian besar merupakan penduduk yang berada di wilayah pedesaan. Pedesaan-pedesaan tersebut berada di wilayah Kecamatan Karangjambu bagian Utara dengan ketinggian lebih dari 1000 mdpl. Berdasarkan banyaknya sungai yang mengalir serta kemiringan wilayah pedesaan-pedesaan tersebut, diperkirakan memiliki potensi mikrohidro yang cukup besar sebagai alternatif pemecahan masalah kebutuhan listrik. Penelitian potensi tenaga air untuk pembangkit listrik dilakukan untuk memastikan perkiraan tersebut. Untuk menentukan besarnya potensi tenaga air untuk pembangkit listrik diperlukan informasi data sekunder berupa data pedesaan yang belum berlistrik, curah hujan, peta topografi dan peta administrasi, sedangkan informasi data primer berupa data dimensi dan debit sungai, tinggi jatuh air serta kondisi sungai di musim kemarau. Dengan diketahuinya debit sungai di lokasi penelitian, melalui perhitungan akan diketahui debit minimum (Qminimum) serta debit andalan 80 % (Q80%) yang akan digunakan untuk mencari besarnya tenaga listrik PLTMH dalam satuan kilowatt (kW). Berdasarkan hasil penelitian diwilayah pedesaan yang belum berlistrik di 3 desa memiliki potensi mikrohidro sebesar 116,9915 kW (pada Qminimum) dan 170,501 kW (pada Q80%). Jumlah penduduk yang dapat dilayani sebanyak 222 KK untuk daya 200 watt tiap KK, dan sebanyak 187 KK untuk daya 450 watt per KK. Kontribusi terhadap kenaikan rasio elektrifikasi di tingkat kecamatan sebesar 4,04% pada daya 200 watt per KK dan kenaikan sebesar 3,4% pada daya 450 watt per KK.

Based on data from Energy and Mineral Resources Division of Public Works Department Purbalingga, from 5499 Head of Households in the Karangjambu District, there are 1748 Headed Households in Karangjambu who have not get electricity services. In other words, the electrification ratio in this district is 70.03%. Most of people who haven't get electricity services residing in rural areas. This rural villages are located in the Northern District of Karangjambu with a height of more than 1000 meters above sea level.Consider to a number of river and the inclination in the district, it approximating has big enough microhydro potency as alternative troubleshooting of electrics requirement. Study of hydropower potency for microhydro power plant conducted to ascertain the estimate. Secondary data in the form of river water flow, rainfall, topography and administration map, and primary data in the form of river dimension and river water flow, head and also rever condition in dry season needed to determine microhydro potency level. The minimum water flow and the 80 % pledge water flow will be found by calculation to finding the microhydro power in kilowatt. According to the research, micohydro potency on the 3 district without electricity equal to 116,9915 kW (in Qminimum) and 170,501 kW (in Q80%). The number of resident witch can be served aqual to 222 household if each household obtaining 200 watt in energy. And the number of resident witch can be served equal to 187 household if each household obtaining 450 watt in energy. Contribution to increase of electrication ratio in the regency level equal to 4,04 % at 200 watt for each household, and increase 3,4 % at 450 watt for each household.

Kata Kunci : wilayah belum berlistrik, sungai, debit dan head, potensi mikrohidro


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.