PENGEMBANGAN KONSEP MANAJEMEN PENGETAHUAN UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS ORGANISASI PERKUMPULAN PETANI PEMAKAI AIR (P3A)
Ifdal, Ir.,M.Sc., Prof. Dr. Ir. Sigit Supadmo Arif, M.Eng
2012 | Disertasi | S3 Mekanisasi/Teknik PertanianKapasitas organisasi Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang secara umum masih rendah menjadi kendala dalam transisi menuju sistem pengelolaan irigasi yang berorientasi layanan. Peningkatan kapasitas organisasi P3A menggunakan pendekatan pelatihan dan pengajaran untuk mentransfer pengetahuan dari luar dinilai kurang efektif. Pengetahuan dan keterampilan sebagai komponen utama kapasitas perlu diciptakan secara internal oleh P3A sesuai dengan kondisi dan kebutuhan organisasi. Manajemen pengetahuan sebagai proses penciptaan, berbagi dan aplikasi pengetahuan dipandang sangat tepat diterapkan untuk meningkatkan kapasitas P3A. Akan tetapi karakteristik konsep manajemen pengetahuan yang tumbuh dan berkembang dari organisasi bisnis skala besar berbeda secara substansial dengan kondisi dan kebutuhan organisasi P3A. Karena itu diperlukan pengembangan konsep manajemen pengetahuan tersebut agar bisa diterapkan pada organisasi P3A. Pertanyaan yang diajukan dalam studi ini adalah, (1) Bagaimana konsep manajemen pengetahuan untuk meningkatkan kapasitas organisasi P3A? (2) Bagaimana model hubungan manajemen pengetahuan dengan kapasitas P3A yang bisa dirumuskan dari konsep tersebut?, (3) Bagaimana kesesuaian konsep tersebut terhadap manajemen pengetahuan organisasi P3A di lokasi studi? (4) Rekomendasi apa yang bisa ditarik dari studi ini bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian persoalan pengelolaan irigasi di masa depan? Berdasarkan pertanyaan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengembangkan konsep manajemen pengetahuan untuk meningkatkan kapasitas organisasi P3A, (2) Memformulasikan model manajemen pengetahuan organisasi P3A, (3) Menguji konsep hasil pengembangan pada daerah irigasi studi, dan (4) Merumuskan rekomendasi yang relevan bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta bagi penyelesaian persoalan yang dihadapi dalam pembangunan irigasi. Tahap pertama studi adalah kajian pustaka guna mengembangkan konsep manajemen pengetahuan untuk meningkatkan kapasitas organisasi P3A. Manajemen pengetahuan organisasi P3A menekankan pada pengelolaan proses penciptaan, distribusi, dan aplikasi pengetahuan melalui proses sosial yang berintikan interaksi dan hubungan antar manusia dalam organisasi. Kondisi internal organisasi yang kondusif sangat dibutuhkan dalam meningkatkan proses sosial organisasi yang menjadi basis dalam manajemen pengetahuan organisasi P3A. Tahap kedua adalah memformulasikan model manajemen pengetahuan organisasi P3A yang terdiri dari dua sub-model yaitu (1) submodel manajemen pengetahuan dengan kapasitas organisasi P3A, dan (2) sub-model manajemen pengetahuan dengan kondisi internal organisasi. Pada tahap ketiga dilakukan pengujian konsep pada daerah Irigasi Bondoyudo di Kabupaten Lumajang dan Jember, Provinsi Jawa Timur, dan tahap terakhir adalah penarikan kesimpulan dan rekomendasi. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa manajemen pengetahuan berbasis proses sosial organisasi cocok diterapkan untuk meningkatkan kapasitas organisasi P3A. Interaksi dan komunikasi sebagai inti dari proses sosial organisasi P3A dipengaruhi oleh kondisi internal organisasi terutama kepemimpinan, budaya, serta sumberdaya organisasi. Model manajemen pengetahuan yang diformulasikan menggunakan teknik regresi berganda memperlihatkan pengaruh dari manajemen pengetahuan terhadap kapasitas P3A serta pengaruh faktor internal organisasi terhadap manajemen pengetahuan organisasi P3A Dari hasil studi ini disimpulkan bahwa, (1) konsep manajemen pengetahuan organisasi P3A menekankan pada pengelolaan pengetahuan tasit dan aspek sumberdaya manusia. (2) Proses manajemen pengetahuan organisasi P3A memerlukan kondisi internal organisasi yang kondusif bagi untuk meningkatkan proses sosial yang diperlukan bagi terciptanya aliran pengetahuan di dalam organisasi. (3) Model manajemen pengetahuan untuk meningkatkan kapasitas organisasi P3A menggambarkan interaksi proses penciptaan, berbagi, dan aplikasi pengetahuan dalam mempengaruhi kapasitas organisasi P3A, serta interaksi komponen kepemimpinan, budaya, dan sumberdaya organisasi dalam mempengaruhi proses manajemen pengetahuan. (4) Pengujian konsep pada daerah irigasi Bondoyudo di Jawa Timur memperlihatkan pengaruh nyata dari manajemen pengetahuan terhadap kapasitas organisasi. Studi ini merekomendasikan untuk memfokuskan upaya pengembangan kapasitas organisasi P3A pada pengelolaan pengetahuan tasit dan sumberdaya manusia. Secara praktis, para pemangku kepentingan irigasi perlu mendorong serta memotivasi organisasi P3A untuk meningkatkan proses sosial dan dinamika internal organisasi untuk menciptakan, mendistribusikan, serta menerapkan pengetahuan baru.
The capacity of Water User Association (WUA) which in general is still low constitutes an obstacle in the transition toward service-oriented management system of irrigation. The development of WUA’s capacity using training and education approach to transfer knowledge from outside has been considered as less effective. Knowledge and skill as the main component of capacity should be created internally by WUA in accordance with organizational conditions and needs. Capacity development as an organizational endogenous process implies that it’s development must be rooted in the internal condition of organization. Knowledge management as the process of knoewledge creation, distribution and application is considered very appropriate to be implemented in order to increase the capacity of WUA. However, the characteritics of knowledge management concept that emerged and developed from large-scale business organizations differ substantially from WUA’s condition and needs. Thus, futher development of the concept of knowledge management is needed to make the concept applicable to WUA. The question posed in this study are, (1) What is the concept of knowledge management to increase WUA’s capacity?, (2) What is the relationship model between knowledge management and WUA’s capacity drawn from the proposed concept?, (3) What is the performance of developed knowledge management model if applied to irrigation system?, and (4) What recommendations could be drawn from this study for science development as well as solving irrigation management problems in the future? The study’s objectives are (1) Developing knowledge management concept to increase WUA’s capacity, (2) Formulating knowledge management model of WUAs, (3) Examining the application of the proposed concept in the studied irrigation system, and (4) Drawing relevant recommendations for futher science development and for solving the problems of irrigation management as well. The first step is literature review to develop knowledge management concept for increasing WUA’s capacity. WUA’s knowledge management put the emphasis on managing the process of knowledge creation, distribution, and application through social process centered on the human interaction and relation within organization. Conducive internal condition of organization is required to enhance social proses of organization which is the basis for knowledge management of WUA. The second step is the formulation of knowledge management model for WUA which is consisted of two submodels namely (1) submodel of relationship between knowledge management and WUA capacity, and (2) submodel of relationship between knowledge management and internal organization. The third step is examining the implementation of the proposed concept in Bondoyudo irrigation system in Lumajang and Jember distrists of East Java province. The last step is drawing conclussions and relevant recommendations. Reseacrh findings show that knowledge management based on social process is appropriate to be used in increasing WUA’s capacity in irrigation management. Interaction and communication as the core of organizational social process are influenced by internal factors of organization particularly leadership, culture, and organization resources. xix Knowledge management model for WUA which was developed using multiple regression technique show significant influence of knowledge management factors over WUA’s capacity as well as significant influence of internal organizational factors over knowledge management process. Based on study’s findings, it is then conclude that, (1) the concept of knowledge management for WUA emphasis on managing tacit knowledge and human resources aspect. (2) Knowledge management process of WUA requires conducive internal condition of organization to enhance the social process required for creating knowledge flow within organization, (3) Knowledge management model for WUA describes interaction of knoewledge creation, distribution, and application in influencing WUA’s capacity, (4) Implementation of the concept in Bondoyudo irrigation system in East Java province shows that the knowledge management influence the capacity of WUA. Furthermore, knowledge management proses in WUA is in turned influenced by internal condition of WUA. Study recommends to focus the efforts intended to increase WUA’s capacity on managing tacit knowledge and human resources by supporting and motivating WUA to increase social process and internal dynamic of organization in order of creating, distributing, and applying new knowledge.
Kata Kunci : -