SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN SUPPLIER JERUK PONTIANAK (CITRUS NOBILIS VAR. MICROCARPA ) YANG BERMUTU BERBASIS FUZZY-AHP ( Studi Kasus: Pada Propinsi Kalimantan Barat)
SALAHUDDIN, Dra Sri Hartati, Ph.D.
2012 | Tesis | S2 Ilmu KomputerBuah jeruk siam Pontianak atau sering disebut jeruk Pontianak sudah sangat popular di masyarakat. Buah jeruk ini juga sangat disukai banyak orang di Indonesia karena rasa buah yang manis sedikit asam dan menyegarkan. Persaingan industri supplier bahan baku jeruk semakin ketat.Tingginya kesukaan (preferensi) masyarakat tersebut menyebabkan tingginya permintaan buah jeruk Pontianak di pasaran hingga pada industri-industri makanan, industri farmasi dan obat tradisional menunjukan bahwa, penentuan supplier jeruk yang tepat merupakan salah satu faktor penting dalam menjamin kesuksesan perusahaan. Pengumpulan data yang mendukung penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel jeruk di masing-masing daerah sentral penghasil jeruk di Propinsi Kalimantan Barat. Dalam penelitian ini akan menganalisis lokasi supplier terbaik dalam menghasilkan bahan baku jeruk berdasarkan kriteria ketentuan mutu disesuaikan dengan SNI. Metode yang dipakai adalah Fuzzy-AHP dengan pembobotan non-additive. Hasil yang didapat menggunakan Fuzzy AHP non-additive dalam menentukan supplier jeruk Pontianak menunjukan bahwa, kriteria penampilan, kehigienisan, ukuran, pemasaran dan kerusakan, merupakan keritia utama dalam penentuan supplier jeruk yang bermutu . Dalam penilaian tingkat konsistensi menggunakan metode Fuzzy AHP non-additive dilakukan pada setiap level struktur hirarki mampu mengakomodir ketidak konsistenan dalam penilaian yang pada akhirnya, akan diperoleh supplier terbaik dengan kriteria-kriteria terpenting bagi perusahaan.
Orange fruit siam Pontianak or usually called Pontianak ,it is very popular to the people and the fruit itself is very favorite of many people in Indonesia because of its taste which is so sweet and a little sour and refresing. The competition of orange in industries is becoming more intense. The high preference to this orange makes it a demand in most markets to the food industries, farmacy industry and local(traditional) medicine has point out that supplier of this orange is meeting importan factor that quarantee direct to the company. The collection of data in this survey and the sample of orange from every area is capable of producing orange Pontianak in the province of West Kalimantan. In this research will analyst the area supplier in producing standardize orange founded on the quality and the appropriate criteria based on the SNI. The method that is used is Fuzzy-AHP with weighting non-additive. The result that is used Fuzzy AHP non-additive in stating supplier of the orange pontianak in showing, attractive criteria, hygienic,sizes, marketing, , rotting is the first criteria which is undetake for giving the supplier quality orange. In examining the level of consistency using the method Fuzzy AHP non-additive is made in every structural level, hierarchal system is capable of handling the non consistency in the end testing, then will obtained the best supplier with important criteria for the company.
Kata Kunci : Decision Support System, Fuzzy Analytical Hierarchy Process, Jeruk, SNI,BSN