PELATIHAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA TENAGA PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN PENGURANGAN DAMPAK BURUK (HARM REDUCTION) BAGI PENDERITA HIV AIDS DAN PENGGUNA NAPZA
Mohamad Basir, S.Psi, Prof. Dr. M. Noor Rochman Hadjam, SU., Psi
2012 | Tesis | S2 Magister Profesi PsikologiTujuan dari penelitian ini adalah, untuk mengetahui keefektifan Pelatihan Komunikasi Interpersonal dalam meningkatkan keterampilan komunikasi secara interpersonal dari para tenaga perawat yang melaksanakan Program Harm Reduction dirumah sakit dalam melayani penderita HIV/AIDS dan melayani pengguna napza yang rentan tertular HIV/AIDS. Subjek penelitian ini adalah 38 perawat (20 orang perawat yang bertugas di Paviliun rawat inap Penyakit dalam Menular dan Rawat HIV/AIDS RS.Undata Palu dan 18 orang perawat yang bertugas di Instalasi rawat inap Penyakit dalam Menular dan Rawat HIV/AIDS RS Anutapura Palu) Kedua kelompok subjek dibagi dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen untreated control group design with dependent pretest and posttest samples. Pengukuran penelitian ini menggunakan Skala Komunikasi Interpersonal Perawat dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu sebelum dilakukannya pelatihan (pre test atau pre perlakuan) dan setelah pelatihan (post test atau pasca perlakuan), namun dengan pertimbangan pentingnya mengetahui apakah efektivitas pelatihan dapat bertahan hingga jangka waktu tertentu, maka dilakukan pengukuran kembali sebagai bentuk tindak lanjut setelah satu bulan pelatihan diberikan. Dalam penelitian ini, analisis menggunakan uji Anava Campuran, hasil menunjukkan ada perbedaan skor yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada pengukuran pre-test, post-test, dan followup. Terlihat ada peningkatan skor yang signifikan pada kelompok eksperimen dengan F = 4,967; p < 0,05, setelah seluruh rangkaian pelatihan diberikan. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan Komunikasi Interpersonal dalam perawat menghadapi pasien HIV/AIDS terbukti dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi perawat dalam melaksanakan pengurangan dampak buruk pada pasien HIV/AIDS. Hasil analisis perbedaan mean Komunikasi Interpersonal pada pengukuran pretest-posttest pada kelompok eksperimen diperoleh hasil yang signifikan, dengan nilai MD = -9.350 ; p < 0.05. ini menunjukkan bahwa Pelatihan Komunikasi Interpersonal yang diberikan kepada perawat di kelompok eksperimen cukup efektif meningkatkan kemampuan Komunikasi Interpersonal.
The purpose of the study was to examine the effectiveness of Interpersonal Communication Training (ICT) to increase interpersonal communication skill among nurses involved in the Harm Reduction program in the hospital providing service for people with HIV/AIDS and addicts who were vulnerable to HIV/AIDS infection. Participants were 38 nurses assigned to Installation of Hospitalization for Infectious Disease and HIV/AIDS Care of Anutapura Hospital, Palu. Participants were assigned to two groups: experiment and control group. The study used untreated control group design with dependent pretest and posttest samples. Measurement instrument used was Interpersonal Communication Skill for Nurses. The measurement was carried out three times, which were during pretest, during posttest, and during follow up a month after intervention. In the study, the result was analyzed using Mixed Anova test and it showed significant differences between scores of experiment group and control group during pretest, posttest, and follow up. Significant increase was visible in the scores of experiment group, with F = 4,967; p < 0,05, after series of intervention were finished. It showed that Interpersonal Communication Training for nurses in charge of caring people with HIV/AIDS was proved to be able to increase nurses’ interpersonal communication skill in the effort of applying harm reduction for people with HIV/AIDS. The result of Interpersonal Communication mean differences analysis during pretest and posttest measurement showed that there was significant mean differences in which experiment group gained MD score of -9.350 ; p < 0.05, meanwhile control group showed insignificant mean difference in which MD = ,556 ; p > 0.05. Scores above showed that Interpersonal Communication Training given to nurses participant in the experiment group was quite effective in improving their interpersonal communication skill.
Kata Kunci : HIV/AIDS, Harm Reduction, Pelatihan Ketrampilan Komunikasi Interpersonal, Tenaga Perawat