PELAKSANAAN PROGRAM INFRASTRUKTUR PNPM MANDIRI-RESPEK DI TINGKAT PENERIMA BANTUAN (Studi Mengenai Pelaksanaan Infrastruktur PNPM Mandiri-Respek di Kampung Mosso Distrik Muara Tami Kabupaten Jayapura)
Rieke Lolowang, Drs. Andreas Soeroso, MS
2012 | Tesis | S2 SosiologiProgram PNPM Mandiri-Respek bertujuan mempercepat penanggulangan kemiskinan secara berkesinambungan menuju kemandirian masyarakat dengan cara meningkatkan potensi dan kapasitas masyarakat serta kemampuan kelembagaan milik masyarakat. Implementasi program Respek di Kampung Mosso pada tahun 2007 tidak menunjukkan keberhasilan dari sisi partisipasi dan kemandirian, oleh karena itu pada tahun 2008, kampung Mosso tidak lagi memperoleh bantuan dana Respek. Dengan demikian studi ini dilakukan untuk mendeskripsikan penyebab kegagalan implementasinya. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami Pelaksanaan Program Infrastruktur PNPM Mandiri-Respek di tingkat Penerimaan Bantuan di Kampung Mosso Distrik Muara Tami. Studi ini merupakan penelitian kualitatif. Indepth interview digunakan sebagai metode pengumpulan data dari informan yang telah ditentukan, interview dilakukan dengan berpedoman pada interview guide yang telah disiapkan terlebih dahulu. Informan terdiri dari 2 orang Tiem Pendamping, Masyarakat Penerimaan Bantuan 3 orang, Tiem Pengelola Kegiatan kampung 2 orang dan Kepala Kampung 1 orang, jadi total informan yang diwawancarai sebanyak 10 orang. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan fenomena pelaksanaan program Pembangunan infrastruktur di Tingkat Penerimaan Bantuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pelaksanan Program Infrastruktur PNPM Mandiri Respek di tingkat Penerimaan Bantuan di kampung Mosso mengalami kegagalan, indikasi kegagalan tersebut nampak dari rendahnya partisipasi dan kemandirian masyarakat dalam program pembangunan infrastruktur . Sehingga walaupun secara fisik program pembangunan terealisasi dengan baik, namun dari sisi keberdayaan masyarakat, warga masyarakat belum berdaya dan mandiri. Faktor penyebabnya antara lain, pengelolaan dana dan program didominasi oleh elit-elit kampung dan kepala suku yang sekaligus sebagai pemilik hak atas lahan/tanah yang dijadikan lokasi kampung, sehingga program perencanaan dan implementasi Respek tidak dapat berjalan dengan efektif. Demikian pula dengan kualitas sumberdaya masyarakat maupun pengelola program Rencana Strategis Pembangunan Kampung yang masih rendah.
PNPM Mandiri-Respek program, aims to accelerate sustainable poverty reduction towards independence of the community by increasing the potential and capacity of communities and society's institutional capacity. Respek program implementation in Mosso village in 2007 did not indicate the success of the participation and empower, therefore in 2008, Mosso village no longer obtain funding Respek. Thus, this study was conducted to describe the cause of the failure of implementation. To answer the phenomenon of failure of implementation and factors cause then used qualitative approach. Data and information obtained from key informants as many as 10 people, consisting of 5 groups (supervisor team, the people receiving the program, activity management team villages, village heads and community leaders). The data was collected through in-depth interviews using an interview guide. Descriptive data analysis conducted for a portrait of Respek program implementation and the factors that cause failure. The results of the analysis show that the implementation of Respek program in his Mosso village, have failed in terms of participation and independence. The low participation in the program, indicated by the involvement of citizens in the planning process (determination of program priorities) as well as the physical implementation in the field. Factor among others, management of funds and programs are dominated by elites and village chiefs as well as the owner of rights to land / land used locations of village, in addition, better service and better life chances that rely more on neighboring countries (PNG ), has led residents prefer to stay and settle in neighboring countries, so the program planning and implementation of Respek can’t be run effectively. Similarly, the quality of community resources and program managers Village Development Strategic Plan which is still low.
Kata Kunci : Respek, Implementasi, Partisipasi dan Kemandirian