HUBUNGAN KEMATIAN DIFTERI PADA ANAK DENGAN STATUS IMUNISASI DI PROPINSI JAWA TIMUR
FARINA ANDAYANI, Dr. dr. Bambang Udji Djoko Rianto, SpTHT-KL, M.Kes
2012 | Tesis | S2 Kedokteran Klinik/EKDifteri adalah penyakit infeksi bakteri akut terutama pada saluran nafas atas meliputi tonsil, faring, laring atau mukosa hidung, ditandai dengan membran yang tebal, sebagai hasil dari eksotoksin Corynebacterium diphtheriae. Infeksi difteri dapat menyebabkan kematian pada manusia. Kasus difteri di Jawa Timur meningkat dari 5 kasus di tahun 2003 menjadi 415 kasus di tahun 2011, telah menyebar dari 3 kabupaten/kota di tahun 2003 menjadi 36 kabupaten/kota di tahun 2011. Metode penelitian adalah kasus kontrol. Populasi penelitian adalah anak yang meninggal dan sembuh di Rumah Sakit karena difteri sejak tahun 2007-2012. Diperoleh 74 anak terdiri 37 kasus dan 37 kontrol.Jumlah anak perempuan 45(60.8%) dan anak laki-laki 29(39.2%). Sebagian besar anak berusia ≤ 6 tahun 46(62.2%) dan 28(37.8%) anak berusia > 6 tahun. Sebanyak 46 anak tidak memperoleh imunisasi (62.2%) dan 28 anak (37.8%) diimunisasi. Lebih dari separuhnya, 45 anak (60.8%) dengan gizi baik dan 29 anak (39.2%) dengan gizi buruk. Sosial ekonomi,38 orangtua (51.4%) berpenghasilan rendah dan 36 orang tua(48,6%) berpenghasilan tinggi. Pendidikan orang tua, 57orang tua(77%) berpendidikan rendah dan 17orang tua(23%) berpendidikan tinggi. Tatalaksana kasus sebanyak 72(97.3%) sesuai pedoman dan 2(2.7%) tidak sesuai. Hasil analisis bivariat didapatkan anak yang tidak diimunisasi mempunyai risiko 4,2 kali lebih besar dibandingkan dengan yang diimunisasi (OR=4,265,CI95% 1,545-11,771, p=0,004). Gizi buruk mempunyai risiko 11,8 kali lebih besar dibandingkan dengan gizi baik (OR=11,815,CI95% 3,707- 37,663,p=0,001). Pendidikan orang tua yang rendah mempunyai risiko 4,4 kali lebih besar dibandingkan dengan pendidikan tinggi (OR=4,469,CI95% 1,296- 15,409,p=0,013). Hasil analisis multivariat menunjukkan anak yang tidak imunisasi mempunyai risiko 3,5 kali lebih besar dibandingkan dengan yang diimunisasi pada kasus kematian dengan difteri (OR= 3,591,CI95% 1,118-11,538, p=0,032). Gizi buruk mempunyai risiko 10,6 kali lebih besar dibandingkan dengan gizi baik (OR=10,694, CI 95% 3,222-35,494, p= 0,001). Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara kematian difteri pada anak dengan status imunisasi dan gizi.
Diphtheria is an acute bacterial infection caused by Corynebacterium diphtheria, producing exotoxin which affecting upper respiratory tract such as tonsils,pharynx,larynx or nasal mucosa and characterized by thick membranes. Infection of diphtheria can caused fatality for human. Diphtheria cases in East Java have been increasing from 5 cases in 2003 to becomes 415 cases in 2011 and they have been spreading from 3 districts/cities in 2003 to becomes 36 districts/cities in 2011. The research method was a case-control.Population were children with diphtheria who died and recovered at hospital since 2007-2012. 74 children were enrolled consisted of 37 cases and 37 controls. Girls were 45 children (60.8%) and boys were 29(39.2%).More than half children were ≤ 6 years old 46(62.2%) and 28 children(37.8%) were > 6 years old. There were 46 children (62.2%) were not immunized and 28 children (37.8%) were immunized. More than half, 45 children(60.8%) had a good nutritional status and 29 children(39,2%) were malnutrition. Socio-economic,38 parents(51.4%) had low incomes and 36 parents (48.6%) had high incomes. Parental education,57 parents(77%) were poorly educated and 17(23%) were higher education. Management of cases, 72 cases(97.3%), were appropriate with the guidelines and 2 cases(2.7%) did not appropriate. Bivariate analysis showed that children were not immunized had significantly higher risk of death due to diphtheria (OR=4.265,95%CI 1.545-11.771,p= 0.004). Malnutrition has a 11,8 times greater risk compared to good nutrition (OR=11.815,95%CI 3.707- 37.663,p=0.001). Low parental education had a 4,4 times greater risk than higher education (OR=4.469,95% CI 1.296-15.409,p=0.013). The result of multivariate analysis showed that children were not immunized had a risk 3.5 times greater than those immunized to have mortality caused by diphtheria (OR=3.591,95% CI1.118- 11.538, p=0.032). Malnutrition had a 10.6 times greater risk compared to good nutrition (OR = 10.694, 95% CI 3.222-35.494, p =0.001). There was a significant association between immunization and nutritional status with mortality due to diphtheria.
Kata Kunci : kematian difteri, kasus kontrol, Jawa Timur