HUBUNGAN ANTARA KADAR GLUKOSA DARAH DAN ANGIOTENSIN II PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN HIPERTENSI DI RSUP DR SARDJITO YOGYAKARTA
Donny Valiandra, Prof dr H.A.H. Asdie SpPD-KEMD, FINASIM
2012 | Tesis | S2 Ilmu Penyakit DalamDiabetes Mellitus (DM) merupakan gangguan metabolik karena adanya defek sekresi insulin, kerja insulin ataupun keduanya. Diabetes mellitus (DM) tipe-2 merupakan jenis diabetes dengan prevalensi sekitar 85-90% dari seluruh diabetes. Secara umum diketahui bahwa perubahan pada sistem renin angiotensinaldosteron (RAA) berhubungan dengan kejadian komplikasi pada DM tipe-2. Kondisi hiperglikemia kronik, pada DM tipe-2 akan menyebabkan peningkatan angiotensin II dan meningkatkan risiko kejadian hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar glukosa darah dan angiotensin II pada penderita DM tipe 2 dengan hipertensi. Desain penelitian adalah potong lintang. Subyek penelitian adalah pasien DM tipe-2 dengan hipertensi yang datang ke poliklinik Endokrinologi Unit Penyakit Dalam RSUP DR. Sardjito dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Indeks massa tubuh (IMT) subyek penelitian adalah 24,21 ± 2,73 kg/m². Rerata lingkar perut pada subyek penelitian adalah 87.73±7.12 cm. Median kadar glukosa darah puasa (GDP) adalah 141,80 (90,00-286,00) mg/dl dan median kadar glukosa darah 2 jam post-prandial (GD2JPP) adalah 168,65 (91,00-270,00) mg/dl. Rerata kadar HbA1c adalah 7,83 ± 2,17%. Rerata tekanan darah sistolik sebesar 136,75 ± 7,64 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 87,0 ± 4,64 mmHg. Rerata kadar angiotensin II plasma pada penelitian ini sebesar 0,35 ± 0,14 ng/ml. Analisa uji korelasi antara kadar HbA1c dan kadar angiotensin II didapatkan koefisien korelasi r= 0,777 (p= 0,001). Terdapat korelasi positif kuat yang bermakna secara statistik antara kadar glukosa darah dan kadar angiotensin-2 plasma pada penderita DM tipe-2 dengan hipertensi.
Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disorder due to a defect in insulin secretion, insulin action or both. Diabetes mellitus (DM) is a kind of type-2 diabetes with a prevalence of approximately 85-90% of all diabetes. It’s known that changes in the renin-angiotensin-aldosterone system (RAA) relates to the incidence of complications in type-2 DM. Conditions of chronic hyperglycemia, in type-2 diabetes will lead to increased angiotensin II and increase the risk of incident hypertension. This study aims to determine the relationship between blood glucose and angiotensin II in patients with type 2 diabetes with hypertension. We conduct a cross-sectional study. Subjects were patients with type-2 diabetes with hypertension who came to the clinic of Internal Medicine Unit of Endocrinology department of DR. Sardjito and meet inclusion and exclusion criteria. Body mass index (BMI) was 24.21 ± 2.73 kg/m². The mean abdominal circumference in the study was 87.73 ± 7.12 cm. Median fasting blood glucose (FBG) was 141.80 (90.00 to 286.00) mg/dL and median post prandial blood glucose levels was 168.65 (91.00 to 270.00) mg/dl. Mean HbA1c levels was7.83 ± 2.17%. The mean systolic blood pressure was 136.75 ± 7.64 mmHg and diastolic blood pressure was 87.0 ± 4.64 mmHg. The mean plasma levels of angiotensin II in this study was 0.35 ± 0.14 ng / ml. Correlation analysis between HbA1c levels and angiotensin II obtained a correlation coefficient r = 0.777 (p = 0.001). There was a strong correlation between blood glucose and plasma levels of angiotensin-2 in patients with type-2 diabetes with hypertension.
Kata Kunci : kadar glukosa darah, angiotensin II, DM tipe-2, hipertensi