FAKTOR EKONOMI DAN KELEMBAGAAN DALAM KEBERLANJUTAN CREDIT UNION DI INDONESIA
Titus Odong Kusumajati, MA., Prof. Dr. Nopirin, MA.
2012 | Disertasi | S3 Ilmu Ekonomi dan Studi PembangunanCredit Union adalah sebuah lembaga keuangan berbentuk koperasi menyediakan jasa-jasa keuangan seperti tabungan, pinjaman, asuransi, dan jasa pengiriman uang (WOCCU 2003; Emmon 1997). Penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut. Pertama, mengevaluasi faktor-faktor kelebagaan formal dan informal yang berhubungan dengan keberlanjutan (sustainability) Credit Union di Indonesia. Kedua, menganalisis tingkat keberlanjutan (sustainability) Credit Union di Indonesia melalui evaluasi atas indikator kinerja keuangan (financial performance) danjangkauannya (outreach), dan menganalisis apakah perbedaan kondisi sosial-ekonomi membedakan pencapaian kinerja tersebut. Ketiga, melakuakan simulasi pengembangan Credit Union primer. Berdasarkan analisis tentang struktur dan kontribusi kelembagaan formal dan informal dalam Credit Union di Indonesia, dan analisis tentang kinerja keuangan dan jangkauan Credit Union di Indonesia, dapat disimpulkan bahwa Credit Union di Indonesia merupakan lembaga keuangan mikro yang dapat berperan secara berkelanjutan (sustainable) karena dibangun sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang dilayaninya, didukung oleh lingkungan kelembagaan yang kondusif, dan mandiri secara keuangan. Kinerja Credit Union di Indonesia didukung oleh faktor sosial budaya, terutama adat lokal yang menjadi pertimbangan penting dalam perancangan produk-produk simpanan dan pinjman, perancangan mekanisme pelayanan dan aturan-aturan pengelolaan Credit Union. Berdasarkan analisis data keuangan dengan menggunakan pendekatan PEARLS-WOCCU, Credit Union di Indonesia dapat dikategorikan sebagai lembaga keuangan yang sehat dan menguntungkan secara berkelanjutan karena mampu mencapai struktur finansial yang efektif, sebagian besar pembiayaan didanai dengan simpanan sukarela anggota, sebagaian besar modal disalurkan pada alternatif investasi pinjaman anggota yang memberikan bunga tinggi, mampu mengelola likuiditas dengan baik, dan mampu beroperasi secara menguntungkan melalui biaya operasi yang relatif rendah dengan tetap mampu menghasilkan tingkat bunga yang dapat mempertahankan nilai riil simpanan anggota.
This study focuses on exploring the role of institutional and economic factors that affect the achievement of self-reliance and sustainability of the Credit Union in Indonesia. This study employs a mixed analysis methods, the method of quantitative analysis and qualitative analysis, and implements the strategy of case study with embedded design. The results show that Credit Unions in Indonesia are a financial institution that can play a role in a sustainable manner because they are built in accordance with the needs of the communities it serves, supported by a conducive institutional environment, and financially self-reliant. The sustainability of Credit Union in Indonesia is supported by the results of research that state that the Credit Union's performance is supported by social and cultural factors, especially the local custom which serves as an important consideration in the design of saving and loan products, and services mechanism and rules of Credit Union governance. Credit Union in Indonesia can also be categorized as a sustainable financial institutions that is sound and profitable, being able to achieve effective financial structure, able to manage liquidity well, and able to operate profitably.
Kata Kunci : Credit Union, Microfinance, Sustainability, Institutional Factors, Financial Performance, Outrech, Strategic Planning