FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA ANAK UMUR 6-36 BULAN DI WILAYAH PEDALAMAN KECAMATAN SILAT HULU KABUPATEN KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Siti Wahdah, Prof. dr. Mohammad Juffrie, Sp.Ak, Ph.D
2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Stunting pada anak balita merupakan indikator status gizi yang dapat memberikan gambaran gangguan keadaan sosial ekonomi secara keseluruhan di masa lampau. Stunting yang terjadi pada masa anak merupakan faktor risiko meningkatnya angka kematian, kemampuan kognitif dan perkembangan motorik yang rendah dan fungsi tubuh yang tidak seimbang. Kejadian stunting berhubungan dengan berbagai macam faktor antara lain lingkungan keluarga (pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pola asuh, pola makan dan jumlah anggota rumah tangga), faktor gizi (ASI aksklusif dan lama pemberian ASI), faktor genetik, penyakit infeksi dan kejadian BBLR. Tujuan Penelitian : Mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak umur 6-36 bulan. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional, yang bersifat observasional analitik. Populasinya adalah seluruh balita yang ada di wilayah pedalaman Kecamatan Silat Hulu Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat. Analisis data menggunakan uji chi-square dan untuk mengetahui variabel paling determinan terhadap stunting dilakukan analisis regresi logistik. Hasil : Kejadian stunting berhubungan secara signifikan dengan pekerjaan ibu, tinggi badan ayah, tinggi badan ibu, pendapatan, jumlah anggota rumah tangga, pola asuh dan pemberian ASI eksklusif (p<0,05). Kejadian stunting tidak behubungan dengan, pekerjaan ayah, pola makan, lama pemberian ASI, penyakit infeksi dan pendidikan ibu (p>0,05). Pendidikan ayah walaupun secara signifikan tidak berhubungan dengan kejadian stunting, akan tetapi anak yang ayahnya berpendidikan rendah lebih berisiko untuk menderita stunting. Kesimpulan : Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah pekerjaan ibu, pola asuh, pendapatan keluarga, jumlah anggota rumah tangga, tinggi badan ayah, tinggi badan ibu dan pemberian ASI eksklusif. Sedangkan yang merupakan faktor risiko determinan terhadap kejadian stunting adalah pendapatan, jumlah anggota rumah tangga, tinggi badan ayah, tinggi badan ibu dan pemberian ASI eksklusif.
Background: Stunting in children under five is an indicator of nutrition status that can reflect problem of overall social economic condition in the past. Stunting that occurs in childhood is a risk factor of increase in mortality rate, low cognitive capability and motoric development and improper physical function. The incidence of stunting is associated with many factors such as family environment (education, occupation, income, rearing pattern, eating pattern, and number of family members), nutrition factor (exclusive breastfeeding and duration of breastfeeding), genetic factor, infection disease and the incidence of low birth weight. Objective: To identify risk factors associated with the incidence of stunting in children of 6-36 months. Method: The study used cross sectional design and was analytic observational. Population of the study were all underfives at remote are of Subdistrict of Silat Hulu, District of Kapuas Hulu, Province of Kalimantan Barat. Data analysis used chi square test and logistic regression analysis to identify variable most dominantly determining stunting. Result: The incidence of stunting was significantly associated with occupation of mother, height of father, height of mother, income, number of family members, rearing pattern and exclusive breastfeeding supplementation (p<0.05). The incidence of stunting was not associated with occupation of father, eating pattern, duration of breastfeeding, infection disease and education of mother (p>0.05). Education of father was insignificantly associated with stunting; yet children of low educated fathers had higher risk for being stunted. Conclusion: Factors associated with the incidence of stunting is the work of mothers, rearing pattern, family income, number of household members, father's height, maternal height and exclusive breastfeeding. While that is a determinant of risk factors on the incidence of stunting is income, number of household members, father's height, maternal height and exclusive breastfeeding.
Kata Kunci : Stunting, pendapatan, jumlah anggota rumah tangga, tinggi badan ayah,tinggi badan ibu, pemberian ASI eksklusif.