Hubungan Indeks Risiko Nutrisi Geriatri dengan Angka Mortalitas dan Lama Rawat Inap pada Pasien Usia Lanjut di Bangsal Penyakit Dalam RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta
Rr Retno Ambarukminingsih, dr. I Dewa Putu Pramantara, SpPD, K-Ger
2012 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDSProporsi penduduk usia lanjut tumbuh lebih cepat daripada kelompok usia lainnya. Malnutrisi merupakan problem yang tersebar luas pada usia lanjut dan telah dikenal sebagai penyebab paling umum mortalitas maupun morbiditas. Beberapa guidelines merekomendasikan menggunakan Mini Nutritional Assessment (MNA) untuk mendeteksi risiko kekurangan gizi di kalangan subyek berusia tua > 70 tahun. Penilaian MNA didasarkan pada kuesioner, tidak menggunakan indikator biologis yang lebih sesuai bagi orang tua yang tinggal di rumah atau di lingkungan rumah jompo dibandingkan selama rawat inap, karena bias alamiah kuesioner. Bagi pasien yang dirawat di rumah sakit direkomendasikan Indeks Risiko nutrisi (NRI) yang menggunakan data albumin dan data berat badan sebelum sakit. Namun, data berat badan yang biasa seringkali tidak mungkin didapatkan pada pasien usia lanjut. Sehingga disusun formula Indeks Risiko Nutrisi Geriatri (IRNG) yang menggunakan berat badan ideal. Penelitian ini menggunakan rancangan Kohort Prospektif pada penderita geriatri yang dirawat di bagian penyakit Dalam RS Sardjito bulan Januari- Februari 2012. Pada penderita dilakukan pemeriksaan antropometri dan laboratorium paling lambat 48 jam setelah masuk RS dan dihitung dilai IRNG. IRNG dibagi dalam 2 kelompok yaitu IRNG <82 dan IRNG ≥ 82. Penderita diikuti sampai pulang atau meninggal. Selanjutnya dihitung lama rawat inap penderita . Hasil penelitian menunjukkan karakteristik dasar pasien serupa dalam umur, jenis kelamin dan depresi. Indeks komorbid charlson dan kelompok Hb berbeda bermakna antara kedua kelompok, namun tidak bermakna setelah diuji korelasi Spearman. Lama rawat inap dan mortalitas berbeda bermakna antara kedua kelompok dengan p < 0,05. IRNG berkorelasi negatif 0,352 dengan lama rawat inap dengan p = 0,006. Angka kematian tertinggi pada kelompok IRNG<82 dan setelah dilakukan analisis multivariat dengan variabel lain didapatkan 2 hal yang berpengaruh terhadap kematian yaitu IRNG<82 dengan Risiko relatif 15,18 dan Indeks komorbid Charlson dengan RR=12. Kesimpulan penelitian ini Indeks Risiko Nutrisi Geriatrik berkorelasi negatif sedang (r= 0,352) dengan lama rawat inap pada pasien usia lanjut yang dirawat di RS Sardjito. Nilai Indeks Risiko Nutrisi Geriatrik <82 meningkatkan risiko relatif sebesar 15,18 kali lipat terhadap mortalitas dan indeks komorbiditas Charlson >3 meningkatkan risiko 12 kali lipat terhadap mortalitas pada pasien usia lanjut yang dirawat inap di bangsal penyakit dalam RS Sardjito.
The proportion of elderly population is growing faster than any other age group. Malnutrition is a widespread problem in the elderly and has been recognized as the most common cause of mortality and morbidity. Some guidelines recommend using the Mini Nutritional Assessment (MNA) to detect risk of malnutrition among elderly subjects aged> 70 years. MNA assessment was based on a questionnaire, do not use biological indicators are more appropriate for geriatric who stay at home or in a nursing home than during hospitalization, because the natural bias questionnaire. For patients who were hospitalized recommended nutritional risk index (NRI) that using data of albumin and usual weight data before the illness. However, the usual weight data is often not possible to obtain in elderly patients. Thus prepared formula Geriatric Nutritional Risk Index (GNRI) using ideal body weight. This study uses a prospective cohort design in geriatric patients who were treated at the hospital admitted in January-February 2012. In patients with anthropometric and laboratory examination no later than 48 hours after admission and calculated GNRI. GNRI divided into 2 groups: GNRI <82 and GNRI ≥ 82. Patients followed up until go home or die. Then next calculated patients length of stay. The results showed similar baseline characteristics of patients in age, gender and depression. Charlson index of comorbidity and Hb group differ significantly among the two groups, but non-significant after correlated using Spearman correlation. Length of stay and mortality rates differ significantly among the two groups with p <0.05. GNRI negatively correlated with length of stay with r= 0.352, p = 0.006. The highest mortality in the group GNRI <82 and after multivariate analysis with other variables found 2 things that affect the mortality: GNRI <82 with a relative risk of 15.18 and Charlson index comorbidity with RR = 12. Conclusion : Geriatric Nutritional Risk Index has moderate negative correlation (r= 0,352) with length of stay in elderly patients admitted to hospital. Geriatric Nutritional Risk Index score <82 increased 15.18-fold relative risk for mortality and Charlson comorbidity index >3 increased 12-fold relative risk for mortality in elderly patients admitted to Sardjito Hospital.
Kata Kunci : IRNG; Lama rawat inap, Mortalitas; Kohort Prospek