Laporkan Masalah

ANALISIS PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KETIMPANGAN ANTARKECAMATAN DI KABUPATEN BANGKA, 2000-2010

Junita Las Romayati, Dra. Ch. Suparmi, SU.

2012 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan pendapatan dikabupaten Bangka merupakan perwujudan dari proses pembangunan ekonomi. Namun di sisi lain dengan adanya keanekaragaman karakteristik antarkecamatan di Kabupaten Bangka menyebabkan ketimpangan antardaerah. Beberapa daerah mencapai pertumbuhan pendapatan lebih cepat dan daerah lain mangalami pertumbuhan yang lebih lambat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bangka selama 2000-2010. Data yang digunakan adalah data sekunder yang mencakup data PDRB per kapita ADHK 2000, dan jumlah penduduk. Alat analisis yang digunakan adalah Tipologi Klasen, Indeks Williamson, Indek Entropi Theil, Regresi uji kesesuain data, dan korelasi Pearson. Hasil analisis Tipologi Klasen adalah terdapat kecamatan dalam empat kuadran di mana Puding Besar dan Bakam masuk dalam kuadran I, Mendo Barat dan Sungailiat Kuadran II, Merawang dan Riau Silip Kuadran III dan Pemali dan Belinyu Kuadran IV. Hasil analisis Indeks Williamson menunjukkan adanya ketimpangan yang kecil atau merata dan diperoleh angka yang fluktuatif selama periode penelitian. Hasil hipotesis kuznet menunjukkan bahwa kurva U terbalik tidak berlaku di Kabupaten Bangka selama periode penelitian.

Economic growth and rising incomes in the District of Bangka is the embodiment of the process of economic development. But on the other side with the diversity of characteristics among districts in Bangka cause inequality between regions. Some areas to achieve more rapid revenue growth and other areas experiencing slower growth. This research aims to analyze pattern of economic growth in Bangka regency during the year 2000-2010. The data used were secondary data included data ADHK 2000 GDP percapita and population. Analysis tool used is the typology Klasen, Williamson index, Entropy Theil Index, regression goodness of fit test, and Pearson correlation. Results of Klasen typology analysis showed that there was contained in the district where the four quadrants, Pudding Besar and Bakam included in Quadrant I, Mendo Barat and Sungailiat included in Quadrant II, Riau Silip and Merawang entered in quadrant III and quadrant IV is Pemali and Belinyu. The results of the analysis of Williamson Index and Entropy Theil Index showed that there was of inequality in the district Bangka is small or evenly and fluctuating numbers obtained during the study period. The results show that the hypothesis of Kuznets inverted Kuznets curve does not apply in Bangka regency during the study period.

Kata Kunci : Indeks Williamson, Indeks Entropi Theil, Hipotesis Kuznets


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.