Laporkan Masalah

PERILAKU PENCARIAN PENGOBATAN MALARIA PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANANA KABUPATEN KEPULAUAN SULA

Siti Hawa Kharie, dr. Ova Emilia, Sp.OG(K)., PhD, M. M.Ed

2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi permasalahan kesehatan masyarakat dan sangat mempengaruhi angka kematian dan kesakitan bayi, balita dan ibu melahirkan serta dapat secara langsung menyebabkan anemia dan menurunkan produktifitas tenaga kerja. Kabupaten Kepulauan Sula termasuk wilayah kasus malaria tinggi. Perilaku pencarian pengobatan pada anak balita ini dilakukan dengan banyak cara, pengobatan ke pelayanan kesehatan, tradisional, membeli obat-obat warung yang dijual bebas tanpa resep dokter atau tidak melakukan apa-apa/mendiamkan saja. Tujuan: Diketahuinya hubungan ibu yang memiliki anak balita sakit malaria terhadap perilaku pencarian pengobatan di Kabupaten Kepulauan Sula. Metode: Jenis penelitian observasional menggunakan rancangan crosssectional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Metode yang digunakan adalah simple random sampling. Sedangkan subjek penelitian yaitu ibu memiliki anak balita positif malaria dengan jumlah sampel sebanyak 90 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis univaribel dengan statistik deskriptif, analisis bivariabel dengan chi square, analisis multivariabel dengan regresi logistik dan analisis kualitatif dengan bentuk distributif dan kesimpulan. Hasil: Hubungan tingkat pendidikan ibu dengan perilaku pencarian pengobatan (RP=2,64; 95% CI =1,02-6,82). Hubungan pendapatan keluarga dengan perilaku pencarian pengobatan (RP=2,19; 95% CI =1,05- 4,56). Hubungan tingkat kepercayaan dengan perilaku pencarian pengobatan (RP=2,05; 95% CI =1,14-3,68). Hubungan jangkauan akses pelayanan kesehatan dengan perilaku pencarian (RP=2,14; 95% CI =1,18-3,90). Hubungan persepsi tentang ancaman bahaya malaria dengan perilaku pencarian pengobatan (RP=2,20; 95% CI =1,00-4,83). Hubungan persepsi tentang ancaman bahaya malaria dengan perilaku pencarian pengobatan (RP=2,31; 95% CI =1,05-5,07). Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan ibu, pendapatan keluarga, tingkat kepercayaan, jangkauan akses pelayanan kesehatan, persepsi tentang ancaman bahaya malaria dan persepsi mengenai informasi tentang malaria terhadap perilaku pencarian pengobatan malaria pada anak balita di Kabupaten Kepulauan Sula.

Background: Malaria is one of infectious diseases that becomes a public health problem and greatly affects mortality and morbidity for infants, toddlers (under-five) and giving birth mothers. In addition, it can directly cause anemia and lower work productivity. Kepulauan Sula District is included in an area with high malaria cases. Health-seeking for children under five years old is done in many ways, such as seeking treatment into health services, traditional remedy, taking free-marketed drugs without any prescription or doing nothing for the child. Objective: To determine the relationship of mothers with children under five years old suffering from malaria to treatment seeking behavior in Kepulauan Sula District. Methods: This was an observational study using a cross-sectional design with quantitative and qualitative approaches. The method used simple random sampling. The research subjects were mothers with under-five children suffering from malaria positive as many as 90 people. Analysis of the data used univarible analysis with descriptive statistics, bivariable analysis with chi square, multivariable analysis with logistic regression and qualitative analysis in distributive form and conclusions. Results: There was a relationship between mothers’ education level and treatment-seeking behavior (RP = 2.64, 95% CI = 1.02 to 6.82), family incomes and treatment-seeking behavior (RP = 2.19, 95% CI = 1.05 to 4.56), trust and treatment-seeking behavior (RP = 2.05, 95% CI = 1.14 to 3.68), access to health care coverage and treatment-seeking behavior (RP = 2.14, 95% CI = 1.18 to 3.90), p perceptions on the danger of malaria and treatment-seeking behavior (RP = 2.20, 95% CI = 1.00 to 4.83), and perceptions on information about malaria and treatment-seeking behavior (RP = 2.31, 95% CI = 1.05 to 5.07). Conclusion: There was a significant relationship between maternal education level, household income, level of trust, access to health care coverage, perception on the danger of malaria and perception on information about malaria and treatment-seeking behavior among underfive children in Kepulauan Sula District.

Kata Kunci : Pencarian pengobatan, malaria, balita


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.