Laporkan Masalah

HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KEJADIAN ABORTUS SPONTAN PADA PEREMPUAN YANG BEKERJA DI SENTRA PERTANIAN DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR

Misroh Mulianingsih, dr. Ova Emilia, M.M.Ed, SpOG(K), Ph.D,

2012 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/KIA

Latar belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 masih 228 kematian/100.000 kelahiran hidup, 90% disebabkan oleh perdarahan, toksemia gravidarum, infeksi, dengan abortus spontan. Sedangkan di Provinsi NTB pada tahun 2008 penyebab kematian ibu karena perdarahan sebesar 44,2%. Sementara di Kabupaten Lombok Timur 73,33% kematian ibu disebabkan oleh perdarahan. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor penentu yang kemungkinan menyebabkan abortus spontan di sentra pertanian di kabupaten Lombok Timur. Metode Penelitian: Penelitian observasional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data sekunder diperoleh dari register rawat inap di poli KIA dan kohort ibu hamil. Data primer dilakukan melalui wawancara. Subjek penelitian adalah ibu yang pernah mengalami abortus spontan pada usia kehamilan < 20 minggu yang bekerja di sentra pertanian di Kabupaten Lombok Timur. Cara pengambilan sampel dengan simple random sampling. Tahapan analisis data meliputi: analisis univariabel, bivariabel dan multivariabel. Hasil penelitian: Berdasarkan analisis bivariabel diperoleh hasil bahwa ada hubungan yang bermakna antara kejadian abortus spontan dengan beban kerja (p value = 0,0006), usia (p-value = 0,032), status gizi (p-value = 0,022), jarak kehamilan (p-value = 0,009). Tidak ada hubungan yang signifikan antara paritas (p-value = 0,009), riwayat abortus spontan sebelumnya (p-value = 0,67) dengan kejadian abortus spontan. Berdasarkan analisis multivariabel diperoleh hasil bahwa risiko beban kerja yang tidak sesuai selama kehamilan lebih besar untuk terjadinya abortus spontan yaitu dengan OR = 3,53 (95% CI; 1,87-6,68) dibanding dengan subjek dengan beban kerja yang sesuai. Kesimpulan: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara beban kerja dengan kejadian abortus spontan di sentra pertanian dimana Ibu yang bekerja dengan beban kerja yang tidak sesuai selama kehamilan berisiko 3,53 kali untuk terjadi abortus spontan dibanding mereka yang bekerja dengan beban kerja yang sesuai di sentra pertanian di Kabupaten Lombok Timur.

Background: Maternal Mortality Rate (MMR) according to the 2007 Indonesia Demographic Health Survey (IDHS) is still 228/100.000 live births, 90% caused by hemorrhage, toxemia gravidarum, infection, and spontaneous abortion. The number of maternal deaths caused by bleeding in West Nusa Tenggara (NTB) Province in 2008 was 44.2% and in East Lombok District until July of 2009 the number was 113/100.000 live births. Objective: To determine the determinant factors likely to cause spontaneous abortion in the agricultural center of East Lombok District. Methods: This was an observational study with a quantitative approach supported by an in-depth interview guide. The collection of secondary data was obtained from inpatient registers in MCH poly, a cohort of pregnant women. Primary data collection was conducted through interviews. The study subjects were women who had experienced spontaneous abortion at gestational age <20 weeks working in the agricultural center in East Lombok. Sampling technique was with simple random sampling. The stages of data analysis included univariable, bivariable and multivariable analysis. Results: Based on the results of bivariable analysis, there was a significant association between workload (p value = 0.0006), age (p-value = 0.032), nutritional status (p-value = 0.022), and spacing of pregnancy (pvalue = 0.009) and the incidence of spontaneous abortion. There was no significant association between parity (p-value = 0.009) and history of spontaneous abortion (p-value = 0.67) and the incidence of spontaneous abortion. Based on multivariable analysis, the risk of an inappropriate workload during pregnancy (OR = 3.53; 95% CI: 1.87 to 6.68) was likely to be greater to cause spontaneous abortion compared with subjects with an appropriate workload. Conclusion: There was a significant influence between the workload and the incidence of spontaneous abortion where women working with an inappropriate workload during pregnancy had 3.53 times greater risks of having spontaneous abortion than those who worked with the appropriate workload in the agricultural center in East Lombok District.

Kata Kunci : Beban Kerja dengan Kejadian Abortus Spontan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.