HUBUNGAN ANTARA PENGASUH PENGGANTI DAN SENSITIVITAS PENGASUHAN TERHADAP KUALITAS KELEKATAN ANAK BURUH MIGRAN DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT
BAIQ HANISAH, Prof. dr. Djaswadi Dasuki, SpOG(K)., MPH., PhD
2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Kelekatan merupakan ikatan mutual antara ibu dan anak yang terjadi pada masa-masa awal kehidupan dan meluas pada pengasuh lainnya. Secure attachment terjadi karena adanya interaksi antara anak dan pengasuh yang signifikan. Secara umum, secure attachment berguna untuk perkembangan kesehatan psikologis, kognitif, emosi dan sosial anak. Kepergian pengasuh utama (ibu) dan diganti oleh pengasuh pengganti bisa mengakibatkan perubahan sensitivitas pengasuhan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas kelekatan anak. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan kualitas kelekatan anak usia 3-5 tahun pada pengasuh pengganti dan untuk mengetahui hubungan antara sensitivitas pengasuhan terhadap kualitas kelekatan anak buruh migran di Kabupaten Lombok Timur. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan cross sectional melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Variabel bebas yaitu pengasuh pengganti dan sensitivitas pengasuhan, serta variabel terikatnya adalah kualitas kelekatan. Sensitivitas pengasuhan diukur dengan melakukan observasi berdasarkan Caregiver Interaction Scale dan kelekatan anak diukur dengan Attachment Q-Set (AQS). Berdasarkan total population sampling, sampel dalam penelitian ini adalah 136 pasangan anak dan pengasuh. Analisa bivariabel menggunakan uji statistik independent t-test serta uji korelasi Product Moment dan analisa multivariabel menggunakan regresi linier. Hasil penelitian: Tidak terdapat perbedaan kelekatan anak pada bibi dan nenek sebagai pengasuh pengganti, akan tetapi ada hubungan positif antara sensitivitas pengasuhan pengasuh pengganti dengan kelekatan anak. Hasil analisis regresi linier menunjukkan bahwa usia anak ketika ditinggal ibu memiliki hubungan bermakna dengan kelekatan, anak yang ditinggal pada usia >24 bulan memiliki nilai kelekatan lebih besar 19,34% daripada anak yang ditinggal pada usia ?? 24 bulan (dengan koefisien 24,21). Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang bermakna kelekatan anak pada nenek dan bibi sebagai pengasuh pengganti, akan tetapi ada hubungan antara sensitivitas pengasuhan pengasuh pengganti dengan kelekatan anak.
Background: Attachment is a mutual bond between mother and child that occurs in the early days of life and extends to other caregivers. Secure attachment is due to the interaction between the child and significant caregivers. Secure attachment is useful for the development of psychological health, cognitive, emotional, and social development of a child. Replacement of the main caregiver (mother) to substitute caregiver affects the sensitivity of parenting that will ultimately affect the quality of child’s attachment. Objective: To determine differences in the quality of attachment to children aged 3-5 years based on substitute caregivers and to determine the relationship of parenting sensitivity to the attachment quality of migrant workers’ children in East Lombok District. Methods: This was an observational study with a cross sectional design with quantitative and qualitative approaches. The independent variables were substitute caregivers and parenting sensitivity and the dependent variable was quality of attachment. Parenting sensitivity was measured by making observations based on the Caregiver Interaction Scale and child’s attachment was measured by Attachment QSet (AQS). Based on total population sampling, the sample in this study was 136 pairs of children and caregivers. The bivariable analysis used independent t-test and Product Moment correlation test and the multivariable analysis used linear regression. Results: There was no difference in the child's attachment to his/her aunt and grandmother as a substitute caregiver, but there was a positive relationship between parenting sensitivity of substitute caregivers to child’s attachment. The results of linear regression analysis showed that the age of the child when the mother left him had a significant relationship with the child’s attachment. The child who was left at the age more than 24 months had greater attachment 19.34% than that left at the age of less than or equal to 24 months (with a coefficient of 24.21). Conclusion: There was no significant difference in child's attachment to grandmother and aunt as a substitute caregiver; however, there was a relationship between parenting sensitivity of substitute caregivers and child’s attachment.
Kata Kunci : Sensitivitas, pengasuh pengganti, kelekatan anak dan buruh migran