Laporkan Masalah

JARAK KELAHIRAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP POST-NEONATUM SEBELUM ANAK TERAKHIR: KAJIAN ANALISA DATA SDKI TAHUN 2007

Ajeng Galuh Wuryandari, Prof. dr. Siswanto Agus Wilopo, SU., MSc., ScD.

2012 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/KIA

Latar Belakang: Kematian postneonatal berhubungan erat dengan cara pengasuhan dan perawatan yang dilakukan orang tua, dan akibat intervensi dari kualitas pelayanan kesehatan, sehingga kematian postneonatal dapat dijadikan indikator yang digunakan untuk pencegahan primer pelayanan kesehatan anak. Penelitian ini mengkaji hubungan jarak kelahiran dan kelangsungan hidup post-neonatum sebelum anak terakhir, untuk mengontrol korelasi kelangsungan hidup bayi antar saudara kandung dengan menggunakan data SDKI tahun 2007, karena status kesehatan anak sebelumnya (kakak ragil) juga akan memperngaruhi status kesehatan anak bungsu. Tujuan Penelitian: Mengkaji hubungan jarak kelahiran dengan kelangsungan hidup post-neonatum anak sebelumnya berdasarkan data SDKI tahun 2007. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan desain studi retrospective cohort atau historical cohort study. Data diperoleh dari studi analisis hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kelangsungan hidup post-neonatum anak sebelumnya yang dihitung dalam satuan hari, variabel bebasnya adalah jarak kelahiran sebelumnya, sedangkan variabel lain yang diperhitungkan adalah usia ibu, paritas, jarak pelayanan kesehatan, status tempat tinggal, status ekonomi, riwayat penggunaan kontrasepsi modern, tingkat pendidikan ibu dan riwayat menyusui. Pengujian data dilakukan dengan analisis univariabel, bivariabel dan multivariabel analisis. Hasil: Hasil analisis bivariabel dengan kurva Kaplan-Meier menunujukkan Probabilitas kelangsungan hidup saat mencapai usia 364 hari pada kelompok jarak kelahiran lebih 24 bulan mencapai 98% dan semakin turun dengan semakin dekat nya jarak kelahiran sehingga pada kelompok kurang dari 6 bulan hanya berkisar 93%. Hasil analisis multivariabel dengan menggunakan Cox Regresion menunjukkan jarak kelahiran <6 bulan (HR: 3,8, 95% CI:2,03-7,09), jarak kelahiran antara 6-11 bulan (HR: 3,4, 95% CI:1,90-6,03), dan jarak kelahiran antara 18-23 bulan (HR: 1,6, 95% CI:0,80-3,07). Pengaruh jarak kelahiran tetap tidak berubah terhadap risiko kematian post-neonatum anak sebelumnya walaupun telah dimasukkan variabel yang lain. Kesimpulan: Jarak kelahiran anak kurang dari 18 bulan berhubungan dengan risiko kematian post-neonatum anak sebelumnya , Variabel lain yang mempengaruhi kelangsungan hidup post-neonatum anak sebelumnya adalah usia ibu dan status menyusui.

Background: The post-neonatal mortality is closely related to the care and parenting given by parents and the result of the quality health care interventions; thus, post-neonatal mortality can be used as an indicator for primary prevention of child health services Objective: To assess the relationship of birth spacing to the previous postneonatal survival based on 2007 IDHS data. Methods: This was an observational-analytic study using a retrospective cohort or historical cohort study design. The data were obtained from birth history in the period of 5 years preceding the survey from the results of Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS) in 2007. The dependent variable in this study was previous post-neonatal survival counted in days, the independent variable was the spacing of the previous birth, and other variables taken into account were maternal age, parity, distance to health service, residence status, economic status, history of modern contraception, maternal education and history of breastfeeding. Results: The results of multivariable analysis using Cox Regression showed that the interval of the previous birth was a risk factor for post-neonatal mortality. Birth spacing less than six months, birth spacing between 6-11 months and and birth spacing between 18-23 months showed HR: 3.8, 95% CI: 2.03-7.09; (HR: 3.4, 95% CI: 1.90-6.03; and HR: 1.6, 95% CI: 0.80-3.07, respectively. The effect of birth spacing remained unchanged against the risk of previous post-neonatal mortality although other variables had been included. Conclusion: Birth spacing less than 18 months was associated with the risk of post-neonatal death of the previous child. The other variables that affected the post-neonatal survival of the previous child were maternal age and breastfeeding status.

Kata Kunci : jarak kelahiran, kelangsungan hidup post-neonatum anak sebelum terakhir


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.