Laporkan Masalah

PEMBIAYAAN KESEHATAN OPERASIONAL PROGRAM MALARIA DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN KEPULAUAN ARU

Elisabeth Kalista Refra, dr. Sigit Riyarto, M.Kes

2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh negara, di Indonesia terdapat 15 juta kasus malaria dengan 38.000 kematian setiap tahunnya. Tujuan pencanangan Gebrak Malaria yang merupakan program pemerintah untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat malaria. Dengan adanya dana dari Global Fund dari UNICEF dan DAU dari pemerintah daerah diharapkan tujuan Gebrak Malaria ini dapat terlaksana dan juga diharapkan pemerintah daerah dapat menganggarkan alokasi dana untuk pelaksanaan program malaria dari APBD sehingga penanganan penyakit malaria dapat optimal agar masyarakat terbebas dari malaria dalam rangka eliminasi malaria pada tahun 2030. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran para stakeholder dalam perencanaan, pengambilan keputusan dan penetapan anggaran untuk program malaria di Kabupaten Kepulauan Aru. Metode Penelitian : penelitian ini merupakan jenis penelitian deskritif yang menggunakan metode kualitatif dengan rancangan studi kasus. Subyek penelitian adalah para stakeholder yang berperan dalam perencanaan, pengambilan keputusan dan penetapan anggaran untuk program malaria. Unit penelitian yang dianalisis adalah anggaran yang digunakan untuk membiayai program malaria. Hasil : pemanfaatan dana baik yang berasal dari Global Fund dan Dana Alokasi Umum pada program malaria belum efektif karena berdasarkan indikator nasional AMI dan API masih menunjukkan endemik malaria sedang. Sampai sekarang ini belum ada dana untuk program malaria. Kesimpulan : pendanaan pada program malaria berasal dari Global Fund dan DAU dan belum ada alokasi dari APBD untuk program malaria, pemanfaatan dalam penggunaan dana malaria belum efektif.

Background: Malaria was still public health problem in all nations, in Indonesia there was 15 millions of malaria incidences and 38,000 of them was death annually. The objective of Gebrak Malaria (Malaria Eradication) Initiative that was a government program was to reduce morbidity and mortality rate because malaria. By the fund availability from Global Fund from UNICEF and DAU (General Allocation Fund) from regional government it is expected that the objective of Malaria Eradication can be performed and also is expected that the regional government can arrange a budget to allocate a fund for implementation of malaria program from APBD (Regional Revenue and Expenditure Budgeting) so the handling of malaria able to optimal in order to freed the public from malaria in the framework of malaria elimination in 2030. Objective: To knowing the role of the stakeholders in planning, decision making and arranging the budget for malaria program in Aru Islands Regency. Method: This was descriptive study used qualitative method by case study design. The subject of the study was the stakeholders that had role in planning, decision making and arranging or determining a budget for malaria program. The unit of the study that was analyzed was the budget that was used to financing the malaria program. Result: The utilization of the fond both from Global Fund and DAU (General Allocation Fund) in malaria program was not effective yet because based on national indicator that is AMI and API still showed malaria endemic at intermediate level. Until now there was no fund for malaria program. Conclusion: Funding for malaria program was originated from Global Fund and DAU (General Allocation Fund) and there was no allocation yet from APBD (Regional Revenue and Expenditure Budgeting) for malaria program, utilization of the malaria fund was not effective yet.

Kata Kunci : Malaria, Pembiayaan dan sumber pembiayaan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.