KUALITAS FISIK, BEBAN KERJA FISIK DAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA DI BALAI YASA YOGYAKARTA
Sani Rachman Soleman, Prof. Dr. dr. Adi Heru Sutomo, M.Sc.
2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan KerjaLatar belakang. Keluhan muskuloskeletal merupakan permasalahan dalam pekerjaan bukan hanya terkait dengan produktivitas kerja akan tetapi juga faktorfaktor yang mempengaruhi seperti faktor individual, kualitas fisik, beban kerja, psikosomatis dan sebagainya. Keluhan muskuloskeletal pada pekerja banyak dijumpai pada pekerja yang bekerja dengan menggunakan alat-alat berat seperti pada pekerja di balai yasa Yogyakarta. Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas fisik dan beban kerja fisik terhadap keluhan muskuloskeletal pada pekerja di balai yasaYogyakarta. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan di Balai Yasa Yogyakarta dengan populasi 122 pekerja pada bagian rangka atas dan rangka bawah lokomotif dengan besar sampel 70 pekerja. Metode pengambilan sampel dilakukan secara simple propotional random sampling sedangkan alat ukur penelitian menggunakan kuesioner dan pengukuran langsung untuk mengetahui hubungan antara kualitas fisik, beban kerja fisik terhadap keluhan muskuloskeletal. Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi ganda. Kesimpulan. Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas fisik pekerja dengan kadar hemoglobin dan kalori sedangkan status gizi dan protein tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap keluhan muskuloskeletal. Beban kerja, usia pekerja dan kebiasaaan merokok memiliki hubungan yang signifikan sedangkan lama kerja tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap keluhan muskuloskeletal pada pekerja di Balai Yasa Yogyakarta.
Background. Musculoskeletal symptoms are the main problems in occupation not only related to work productivity but also with another factors that influence to physical quality, physical workload, individual, ergonomic, physical work environment and psychosocial. Musculoskeletal symptoms often finds in workers who work with heavy equipment such as workers in Balai Yasa Yogyakarta. Objective. The objective of this research is to knows the correlation of physical quality and physical workload against work related to musculoskeletal symptoms to locomotive workshop workers in Yogyakarta. Method. This research is an analytical observasional with cross sectional design. This research conducted in Balai Yasa Yogyakarta with total population of 122 workers consist of two part of body locomotives, that is upper body and lower body with sampel estimate 70 workers. Sampel was taking as simple propotional random sampling method while measurement tool used questionnaire and direct measurement to know correlation between physical quality, physical workload and work related to musculoskeletal symptoms. The data will be analyzed using multiple regression to knows the correlation of physical quality and physical workload against work related to muscukoskeletal symptoms to workers in Balai Yasa Yogyakarta. Conclusion. There were significant correlations between physical quality (hemoglobin and calori) and no significant correlation between Body Mass Index and protein against musculoskeletal symptoms. There were significant correlation among workload, age, smoking and no significant correlation to work duration againts musculosksletal symptoms.
Kata Kunci : kualitas fisik, beban kerja fisik, keluhan muskuloskeletal