Laporkan Masalah

PENGELOLAAN ICU DI RSUD TAMIANG LAYANG KABUPATEN BARITO TIMUR KALIMANTAN TENG

Eprinalia A, dr. Mubasysyir Hasanbasri., MA.

2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tamiang Layang mempunyai ruang Intensive Care Unit (ICU) sejak tahun 2007 dengan sarana dan prasarana yang lengkap. Namun ICU sering menjadi tempat perawatan untuk pasien-pasien yang tidak memerlukan perawatan intensif. Pengelolaan staf dan interaksi pemberi layanan ICU perlu diekplorasi untuk mengetahui bagaimana sebenarnya pemanfaatan ICU di RSUD Tamiang Layang. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus deskriptif kualitatif, dengan menggunakan desain kasus multi holistic. Unit analisisnya adalah RSUD Tamiang Layang. Wawancara mendalam dilakukan kepada 13 responden terdiri dari Direktur RSUD Tamiang Layang, Kasi Pelayanan Medik, Kasi Penunjang Pelayanan Medik, 2 dokter umum, dan 8 orang perawat ICU. Sumber data didapatkan dari observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Hasil: Pengelolaan staf di ICU RSUD sudah mulai menggunakan pengelolaan dengan sistem terbuka. Interaksi pemberi layanan berupa kepemimpinan, komunikasi, koordinasi dan manajemen konflik dilakukan dengan cara yang terbuka dan fleksibel. Pemanfaatan ICU RSUD Tamiang Layang merupakan salah satu cara manajemen rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan pasar akan layanan intensif bagi pasien gawat darurat. Pemanfaatan ini juga membuktikan bahwa rumah sakit dengan tipe D bisa melaksanakan fungsi yang sama dengan rumah sakit tipe C karena adanya peluang pasar di daerahnya. Kesimpulan: Perlu dilakukan pendidikan dan pelatihan bagi staf ICU RSUD Tamiang Layang untuk meningkatkan kinerja ICU. Selain itu karena manajemen dengan sistem terbuka sudah dimulai dan peluang pasar yang masih luas, kerjasama dengan sektor lain perlu dilakukan untuk memenuhi kekurangan sumber daya. Dukungan Bupati dan DPRD juga dibutuhkan untuk peningkatan pemanfaatan ICU.

Background: Regional General Hospital (RSUD) Tamiang Layang has the Intensive Care Unit (ICU) since 2007 with completefacilities and infrastructure. But the ICU is often a place of care for patients who do not require intensive care. Management and interaction among ICU caregivers needs to explore to find out how actual utilization of ICU in RSUD Tamiang Layang. Methods: This study used a qualitative descriptive case study design, with using a holistic single case design. The analysis unit is RSUD Tamiang Layang. Depth interviews were conducted on 13 respondents consisting of the Director of RSUD Tamiang Layang, Head of Medical Services, Head of Allied Medical Services, and 8 ICU’s nurses. Sources of data obtained from observation, depth interviews and document study. Results: The management of staff in the ICU hospitals have started using open system management. Interaction of ICU’s caregivers which are the form of leadership, communication, coordination, and conflict management conducted in an open and flexible. ICU utilization of RSUD Tamiang Layang is a strategy of the hospital management to meet market demand which is an intensive services for emergency patients. It also proves that the utilization of type D hospital can perform the same function as type C hospital because of market opportunities in the region. Conclusion: Necessary education and training for hospital ICU staff to improve the performance of the ICU. In addition, because management has begun to open system and market opportunities that are still extensive, cooperation with other sector need to be done to meet the shortage of resources. Support from Regent and parliament are also needed to increase utilization of the ICU.

Kata Kunci : strategi survival, pemanfaatan ICU, pengeloaan staf, ICU, Barito Timur


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.