Laporkan Masalah

G-33 SEBAGAI DIPLOMASI EKONOMI INDONESIA DALAM MEMPERJUANGKAN SPECIAL PRODUCT DAN SPACIAL SAFEGUARD MECHANISM DALAM PERDAGANGAN MULTILATERAL WORLD TRADE ORGANIZATION

marianne olivia dellanova kawatu, Prof. Dr. Mohtar Mas'oed

2012 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan Internasional

Tesis ini menganalisa tentang G-33 sebagai strategi diplomasi ekonomi Indonesia dalam memperjuangkan special product dan special safeguard mechanism di forum perundingan perdagangan multilateral World Trade Organization (WTO). Hal ini karena banyak permasalahan yang dihadapi oleh negara-negara berkembang, serta Indonesia, dalam perdagangan internasional di sektor pertanian. Sehingga mendorong negara berkembang termasuk Indonesia untuk G-33 merupakan sebuah koalisi bersama dimana 46 negara berkembang memutuskan untuk membentuk Group 33 atau yang biasa disingkat G-33 pasca Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Cancun 2003. G-33 memperjuangkan Special Product (SP) dan Special Safeguard Mechanism (SSM) yang dianggap sebagai sebuah mekanisme perlindungan bagi pertanian negara-negara berkembang di forum perundingan multilateral WTO. Tujuan penelitian tesis ini adalah untuk menggambarkan upaya-upaya diplomasi Indonesia dalam memperjuangkan Special Product dan Special Safeguard Mechanism. Penelitian tesis ini juga berupaya untuk menggali strategi diplomasi ekonomi yang efektif bagi negara berkembang anggota WTO, pada khususnya Indonesia dalam forum multilateral seperti WTO. Penelitian ini menggunakan analisa eksplanatif dan menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian eksplanatif bertujuan untuk menjelaskan apa-apa yang akan terjadi bila variabel-variabel tertentu dikontrol atau dimanipulasi secara tertentu.Selain itu juga bertujuan untuk menguji hipotesa yang diajukan, apakah hipotesa tersebut dapat dibenarkan atau justru ditolak. Indonesia menyadari bahwa menyatukan negara berkembang dan membentuk G-33 merupakan hal yang penting karena konsep SP/SSM terkait dengan ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, dan pembangunan pedesaan. Perjuangan SP dan SSM yang telah dilakukan sejak 2003 belum menjadikan SP dan SSM sebagai hasil akhir Perundingan Putaran Doha, tetapi SP dan SSM telah diakomodasi dalam Paket Juli 2004, dan dirinci di dalam hasil perundingan KTM VI Hongkong.

The thesis analyzes the G-33 as Indonesia's economic diplomacy strategy in fighting for special products and special safeguard mechanism at the forum of multilateral trade negotiations of the World Trade Organization (WTO). This is because many of the problems which is faced by developing countries, as well as Indonesia, is happened in the international trade of agriculture. So it encourages developing countries including Indonesia to form the G-33 (Group 33) as a coalition of 46 developing countries after Ministerial Conference (KTM) Cancun 2003. The aim of G-33 is to fight for Special Product (SP) and Special Safeguard Mechanism (SSM) which is considered as a mechanism for protecting the agriculture of developing countries in WTO multilateral negotiating forum. The research objective of this thesis is to describe the efforts of Indonesia's diplomacy in Special Products and Special Safeguard Mechanism. This thesis research also seeks to explore effective economic diplomacy strategy for the developing members of WTO, in particular Indonesia at multilateral forums like the WTO. This study uses explanative analysis and qualitative research methods. Explanative research aims to explain what would happen if certain variables are controlled or manipulated .At other hands it also aims to test the hypotheses, whether the hypothesis can be confirmed or rejected. Indonesia recognizes that developing countries should be united and form a G-33 because the concept of SP / SSM related to food security, poverty alleviation and rural development. The struggle of SP and SSM has been conducted since 2003 (the Doha Round negotiations). SP and SSM have been accommodated in the package of July 2004, and elaborated on the outcome of negotiations KTM VI Hongkong.

Kata Kunci : Multilateral, Koalisi, Diplomasi Ekonomi, Special Product (SP), Special Safeguard Mechanism (SSM), G-33, Putaran Doha dan KTM VI Hongkong.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.