PERANCANGAN SISTEM KERJA YANG ERGONOMIS DI INDUSTRI PEMELIHARAAN LOKOMOTIF “BALAI YASA YOGYAKARTA†Studi Gerakan dan Posisi Kerja Sebagai Kontribusi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Perkeretaapian
Widodo Hariyono,A.Md.,ST.M,Kes, Prof. Dr. dr. Soebijanto
2012 | Disertasi | S3 Kedokteran UmumBalai Yasa PT Kereta Api (Persero) Yogyakarta merupakan satu-satunya pabrik pemeliharaan lokomotif diesel dan kereta rel diesel yang beroperasi di Pulau Jawa, sehingga menentukan seluruh operasionalisasi moda transpor kereta api. Lokomotif ‘baru’ yang dihasilkan menjadi penentu kehandalan sistem lokomotif yang beroperasi. Hal tersebut ditentukan oleh proses kerja pemeliharaan yang handal pula. Proses kerja di Balai Yasa Yogyakarta dilakukan secara manual, yaitu operator langsung menangani berbagai komponen dengan ketrampilan tangan mereka. Saat ini proses kerja pada berbagai unit kerja masih belum ergonomis, ditinjau dari segi metode, posisi, dan waktu kerja para operator. Persoalan tersebut mengakibatkan risiko terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja, kerja yang tidak efektif dan efisien. Berdasarkan pada (1) tugas strategis Balai Yasa Yogyakarta, (2) kehandalan produk dan sistem kerja yang dihasilkan, (3) kepentingan K3 pekerja proses produksi, (4) kepentingan penerapan manajemen K3, maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui (a) bentuk sistem kerja yang ergonomis, ditinjau dari segi metode dan posisi kerja para operator pada stasiun kerja, (b) durasi waktu yang dijadikan acuan batas waktu proses kerja yang terdapat pada unit-unit kerja, (c) manajemen K3 dapat diterapkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan manajemen industri. Penelitian ini berjenis non-eksperimental dan observasional, cara penelitiannya modelling, dan sifat penelitiannya evaluatif. Telaah SMK3 menggunakan instrumen formulir audit SMK3. Stasiun kerja dipilih berdasar karakteristik beban kerja dan beban kerja tambahan yang dihadapi para pekerjanya sebagai risiko potensial terhadap tubuh pekerja. Hasil penelitian: (1) Pada stasiun kerja yang mewakili karakteristik lengkap proses kerja, diketahui metode dan posisi kerja para operator, hampir seluruhnya tidak ergonomis. Selain berisiko terjadi kecelakaan dan penyakit akibat kerja, pekerja bekerja tidak optimal, sebab gerakan dan posisi kerjanya tidak tepat. Dihasilkan model perubahan total dalam metode dan posisi kerja para operator dengan 2 bentuk standar, yaitu berdiri atau duduk, keduanya dengan punggung tegak. Dihasilkan konsepsi standar gerakan dan posisi kerja. (2) Segi durasi waktu, dihasilkan jam kerja proses produksi dengan total waktu 143 jam kontinyu untuk 1 lokomotif. Durasi waktu dipengaruhi banyak hal, maka angka tersebut menjadi acuan agar proses kerja efektif dan efisien < 143 jam. (3) Hasil audit SMK3, kesesuaian dengan parameter standar hanya sebesar 11%. P2K3 belum ada dan terdapat berbagai problema K3. Kesimpulan, Balai Yasa Yogyakarta belum menerapkan manajemen K3 dan program ergonomi, baik secara teknis maupun manajerial.
Balai Yasa PT Kereta Api (Persero) Yogyakarta is the only diesel locomotive and wagon maintenance operating in Java Island that has a major role in determining the successfulness of whole train transportation mode operated. A ‘new’ locomotive it produces indicates locomotive system reliability operating. This is a result of a reliable maintaining process. Balai Yasa Yogyakarta applies manual process in doing its job. It means that the operator uses his hands to fix the problems. In the meantime, working process in some units are not ergonomics from the point of method, position and operator working hour. Besides, the application of occupational safety and health is not integrated with industry management. This can lead to risks such as accident and illness of work, ineffective and not efficient work, and finally produces unqualified products. Based on (1) strategic task of Balai Yasa Yogyakarta, (2) product and work system produced, (3) operator interest on occupational safety and health in production process, and (4) occupational safety and health management interest in locomotive maintenance industry, the research conducted in order to discover (a) an ergonomic work system, on method and operator work position, (b) time duration as a guideline of time limit in work process of work unit, (c) work safety and healthy management can be applied as an integrated department with industry management. This is a non-experimental and observational research using modeling style and evaluative in nature. The research results: (1) In nine work stations representing complete work process characters, the operators show unergonomics method and work position. It risks work accident and illness, non optimum work gain because of improper work position and work method. It needs total recovery in operator work position and their work method in two standards: standing or sitting must be in straight back. (2) Time duration production process, continual work hour for a locomotive is 143 hours. Many problems influence time duration, so this can be the guideline to arrange a standard in work method and work position based on time duration < 143 hours. (3) SMK3 has done the audit and the standard parameter result is 11%. Nothing Safety Committee and many OSH problems. In conclusion, Balai Yasa Yogyakarta has not applied occupational safety and health standard management and ergonomic program.
Kata Kunci : ergonomi, keselamatan dan kesehatan kerja, pemeliharaan lokomotif.