KINERJA PEMERINTAH DALAM PENGELOLAAN SISTEM PERSAMPAHAN DI KOTA BIAK KABUPATEN BIAK NUMFOR
CENTURIO ASMURUF, Prof. Ir. Bambang Hari Wibisono, MUP, M.Sc., Ph.D.
2012 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & DaerahPerkembangan Kota Biak sebagai pusat pertumbuhan di Kabupaten Biak Numfor membawa dampak terhadap peningkatan jumlah penduduk dan berbagai aktifitas di dalamnya dan pada akhirnya menambah sampah yang dihasilkan. Sampah tersebut banyak yang dibuang ke sungai, saluran irigasi, pekarangan, sementara yang terangkut ke TPA serta jangkauan pelayanan yang masih terbatas. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kondisi pengelolaan sistem persampahan yang ada, dan mengukur seberapa besar kinerja pemerintah dalam mengelola dan menanggulangi sistem persampahan. Manfaat dari penelitian adalah sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah dalam proses perumusan kebijakan pembangunan guna pengadaan fasilitas sampah yang memadai. Ruang lingkup spasial penelitian ini meliputi 11 Desa/Kelurahan yang berada di Kota Biak. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan teknik analisis menggunakan standar normatif dan distribusi frekuensi. Teknik sampling menggunakan metode stratified random sampling yang membagi populasi yang heterogen menjadi kelompok-kelompok yang homogen berdasarkan sumber penghasil sampah dengan jumlah sampel 99 responden. Penelitian inimenunjukkan bahwa produksi sampah di Kota Biak yang sebagian besar dari daerah non permukiman mencapai 128 m3/hari. Sedangkan yang bersumber dari daerah permukiman mencapai 110,02 m3/hari. Penyebaran produksi sampah tertinggi di Kota Biak adalah di Kelurahan Samofa yang mencapai 22,47 m3/hari dan yang terendah di Kelurahan Mandouw yaitu 2,23 m3/hari. Sedangkan sampah yang berasal dari non permukiman banyak terpusat di wilayah Kelurahan Fandoi, Waupnor, sebagian kelurahan Saramom dan juga sebagian kelurahan Mandala, yakni sekitar 128 m3/hari. Daerah pelayanan sampah saat ini sebanyak 11 Desa/Kelurahan sudah cukup tepat karena mempunyai kepadatan yang cukup tinggi di atas 50 jiwa/hektar. Hasil kinerja pengelolaan sampah berdasarkan persepsi masyarakat, sebagian besar dinilai oleh masyarakat masih kurang baik sehingga belum sepenuhnya sesuai dengan kepuasan atau harapan masyarakat. Hal ini menunjukan kinerja pengelolaan sampah belum sepenuhnya berjalan efektif. Hasil kinerja dipengaruhi oleh aspek teknis, kelembagaan, pembiayaan, hukum dan peran serta masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pengelolaan sampah antara lain sarana prasarana masih sangat terbatas, operasional pengangkutan yang belum optimal, masih kurang jelasnya pembagian tugas terutama pada sistem pengumpulan dan pengangkutan, pendapatan dari tidak adanya retribusi sehingga perlu subsidi untuk operasional, biaya operasional sangat terbatas, masyarakat belum sepenuhnya mendukung pengelolaan sampah dan masih kurangnya penindakan terhadap pelanggaran peraturan tentang persampahan. Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah meningkatkan kinerja pelayanan sampah, melalui peningkatan peralatan serta memberikan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah kepada masyarakat.
The amount of solid waste in Biak Town is increasing due to the development of Biak Town as the centre of economic growth in Biak Numfor regency. A lot of garbage are dumped into rivers, irrigation canals, yards, while transported to landfill and range of services is still limited. The research aims to describe the conditions of solid waste management system already, and measure how much the government's performance in managing such waste. This research is consists of 11 villages based on Biak town planning and using qualitative and quantitative description methodology with normative standard and frequency analysis. This research is used stratified random sampling which divided heterogenic population in to several homogeny groups based on solid waste amount in 99 respondents. The research is waste production in Biak town, mostly from non-residential area reached at 128 m3/day, while from residential areas reached at 110.02 m3/day. Deployment of waste production is highest in Biak town in the Samofa village reaching 22.47 m3/day and the lowest in the Mandouw village is 2.23 m3/day, while waste from non-residential area concentrated in the Fandoi village, Waupnor village, partly Saramom village and also some Mandala village, which is about 128 m3/day. Garbage service area at this time a total of 11 Villages / Sub is quite appropriate because it has a fairly high density of 50 people / hectare. The results of the performance of waste management based on public perception, most valued by the community is still not good so it is not fully subject to the satisfaction or community expectations. This shows the performance of waste management is not fully effective. Performance results are influenced by technical, institutional, financial, legal and community participation. Factors that affect the performance of waste management, among others, are still very limited infrastructure, transport operations are not optimal, is still lack of clarity on the division of tasks, especially in the collection and transport systems, the absence of revenue from levies that need subsidies for operations, operating costs are very limited, society has not fully support and waste management is still a lack of action against violations of regulations on waste. The study recommends that the government should improve the performance of waste services, by improving the equipment and provide socialization to the community on waste management
Kata Kunci : sampah, kinerja, pengelolaan