Laporkan Masalah

DROUGHT ASSESSMENT USING RAINFALL DATA AND REMOTE SENSING IMAGES A CASE STUDY IN BLORA REGENCY, CENTRAL JAVA PROVINCE

LUKI ARIYANTO, Drs. Projo Danoedoro, M.Sc., Ph.D.

2012 | Tesis | S2 Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana

Tujuan penelitian ini adalah (1). Mengidentifikasi daerah yang menghadapi resiko kekeringan dengan menggunakan data curah hujan, citra penginderaan jauh dan informasi tematik lainnya, (2). Mendeliniasi wilayah rawan kekeringan dengan mengintegrasikan data meteorologi, hydrologi dan fisik dataran, (3). Memvalidasikan data hasil resiko kekeringan dengan data yang dimiliki pemerintah daerah dan (4). Memberikan saran dan rencana aksi untuk pengelolaan kekeringan di daerah penelitian. Peran teknologi GIS dapat memberikan gambaran distribusi spatial tingkat dan kemampuan pemantauan untuk menajemen bencana alam. Fungsi matrix overlay dalam ArcView GIS diterapkan untuk menilai daerah resiko kekeringan di Kabupaten Blora. Ada tujuh parameter yang digunakan sesuai dengan dampak terhadap kekeringan yaitu curah hujan, air permukaan, air bawah permukaan, kerapatan sungai, lereng, drainase tanah dan penggunaan lahan. Intensitas dampak diwakili oleh nilai yang diberikan pada masukan dari masing-masing matriks. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kekeringan yang tinggi terutama pada wilayah tengah dengan elevasi tinggi meliputi 18359.70 Ha atau sekitar 9.44% dari total luas 194845 Ha. Kekeringan dengan kelas resiko tinggi pada data meteorologi, hydrologi dan fisik dataran masing-masing meliputi area seluas 36883 Ha, 7352 Ha dan 45549 Ha. Hasil yang diperoleh cukup memuaskan untuk analisis resiko kekeringan di daerah penelitian dengan prosentase validasi antara resiko kekeringan dan tingkat kekurangan air adalah 61.91% kecocokan. Oleh karena itu untuk lebih meningkatkan akurasi dari hasil, beberapa parameter harus ditingkatkan peringkat dan rating untuk setiap parameter. Kesimpulan dari penelitian ini, pemanfaatan teknologi penanggulangan kekeringan yang telah dilakukan di daerah penelitian : Embung, ABSAH (penampungan air hujan tertutup), PAH (penampungan air hujan), sumur resapan, sumur cekok, sumur dalam (jaringan irigasi air tanah) dan penjernihan air sederhana. Ada beberapa saran bagi petani : dari hasil produksi dan analisa ekonomi dari beberapa komoditas setelah tanaman padi pertama, tanaman bawang merah paling tinggi memberikan keuntungan , diikuti oleh tanaman cabai keriting, tanaman padi dan yang terakhir tanaman jagung. Ketiga pola tanam yang paling menguntungkan adalah : Padi – Bawang merah – Jagung diikuti oleh Padi – Cabai kertiting dan yang terakhir Padi – Padi – Jagung.

The aims of this research were to (1) Identify areas facing high drought risk by combining remote sensing images, precipitation data and other thematic information, (2) Delineation of drought prone areas by integrating Meteorological, Hydrological and Physical terrain data, (3) To validated drought risk data results with existing local government data, (4) To provide suggestion of action plan for drought management in research area. The role of GIS technology can offer the ability to depict the spatial distribution of the extent and monitoring capability for natural disaster management. Matrix overlay function in ArcView GIS is applied to assess the drought risk areas in the Blora Regency. Seven parameters involved in accordance to the impacts on drought are rainfall, surface water and irrigation, sub-surface water, stream density, slope, soil drainage, and finally, land use. The intensity of impact is represented by the value assigned to the entries of each matrix. The study result illustrates that high drought mainly in the high elevation area middle region covering 18359.70 Ha of the total area i.e., 194845 Ha which is approximately 9.44 %. The high risk drought class of Meteorological, Hydrological and Physical terrain data covers an area of 36883 Ha, 7352 Ha and 45549 Ha respectively. The result obtained are moderate satisfactory for the analysis drought risk in the study area. Because the percentages of validation between droughts risk level and the level of the shortage water is around 61.91% match. Therefore, to further improve the accuracy of the result, several parameters must be improved ranking and rating for each parameter. Conclusion of this research, Alternative drought mitigation technologies that have been conducted in study area : Ponds (dam), ABSAH (closed rain water reservoir), PAH (open rain water reservoir), Rainwater catchment well, Cekok well (supply well), Deep well and Simple water purification. There are some suggestions for farmers: from production and economic analysis of some commodities after the first rice crop, plant onion highest benefits, followed by red chilly curly, rice crop and last corn plant. The third most profitable cropping pattern are rice – red onion – corn followed by rice – red chili curly and the last rice – rice – corn. These third cropping patterns are feasible to apply to the land.

Kata Kunci : penilaian kekeringan, meteorologi, Kabupaten Blora, matriks overlay, resiko kekeringan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.