Laporkan Masalah

MENDEDAH INDUSTRI KERAJINAN BERBASIS SERAT ALAM NON TEKSTIL DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Retno Widiastuti, Ir.,MM., Prof.Dr.Ir. H. San Afri Awang, M.Sc

2012 | Disertasi | S3 Ilmu Kehutanan

Industri kecil menengah (IKM) memegang peran penting dalam hal penyerapan tenaga kerja di perdesaan dan peningkatan nilai tambah ekonomi sumber daya alam setempat. Bahan baku yang digunakan IKM dapat diperoleh dari dalam kawasan hutan dan di luar kawasan hutan. Gebang, bambu, dan pandan adalah bahan baku yang termasuk serat alam non tekstil dan menjadi ikon penting di Propinsi DIY. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendapatkan data dan penjelasan tentang penerimaan nilai tambah ekonomi bagi pelaku usaha IKM SANT (2) Mendapatkan pola kelola kelembagaan dan kelola kawasan untuk keberlanjutan industri anyaman SANT. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan cara cuplikan bertujuan (purposive sampling) kepada narasumber penting terkait. Beberapa alat analisis digunakan untuk memecahkan persoalan yaitu analisis strategi bauran pemasaran; analisis rantai nilai; dan analisis nilai tambah ekonomi (EVA) serta analisis kelembagaan. Penelitian ini menunjukkan (1) nilai EVA negatif IKM anyaman agel terjadi pada tingkat juragan pengolah pucuk, tingkat pengolah, dan di tingkat perajut. (2) Nila Eva negatif IKM anyaman bambu terjadi pada tingkat petani, dan tingkat pengirat (3) Nilai Eva negatif IKM anyaman pandan terjadi pada tingkat petani, pengolah, dan tingkat pemintal. Solusi alternatif agar eva positif antara lain, (1) Penggunaan teknologi semimasinal maupun secara masinal, serta (2) Kenaikan upah buruh. Disamping itu alternatif solusi dapat dilakukan dengan (1) pemberian insentif dari pemerintah kepada petani dan (2) pemberian sebagian keuntungan dari eksportir kepada petani, pengolah, pengirat, pemepes, perajut, pemintal. Unsur-unsur untuk membangun kelembagaan belum nampak. Relasi hubungan kerja lebih bersifat menekan searah dari atas ke bawah. Untuk meningkatkan peran kelembagaan dapat dilakukan melalui (1) Pembentukan asosiasi/organisasi/koperasi pada tiap sub industri (2) Peraturan daerah untuk penataan kawasan melalui pemanfaatan pekarangan dan pemanfaatan lahan-lahan marginal

Small and medium industries (SMEs) have an important role in terms of employment of rural community and increase the added value of local natural resources. Raw materials of the industries are obtained from forest area and non forest area. Gebang, bamboo, and pandanus are the raw materials including non-textile natural fiber and become a necessary icon of Yogyakarta Special Region. The aims of the study are (1) to obtain and explain the economic added value revenues for businesses of non-textile natural fiber SMEs (2) to obtain the pattern of institutional governance and regional governance for the sustainability of non-textile natural fiber woven industres. This study uses a descriptive qualitative method. Data iscollected by aiming footage (purposive sampling) related to the important resource. Some analysis tools are used to solve the problem, namely the analysis of marketing mix strategies; value chain analysis, and analysis of economic value added (EVA)and institutional analysis. This study shows (1) negative EVA value of agel woven SME occur at top processing skipper, processing level, and at the level of knitter. (2) negative EVA of bamboo woven SME occur at the farmers and stripper level (3) negative Eva value of pandanus woven SME occur at the level of farmers, processing level, and spinner. Alternative solutions in order to obtain positive EVA are: (1) The use of technology, both mechanical and semimechanical, and (2) the increased wages for workers. Moreover, alternative solutions can be conducted by (1) provision of incentives from government to farmers and (2) providing some benefit of exporters to farmers, processing level, stipper, small skipper, knitter, spinner. Elements to found institutional have not been visible yet. Employment relationship tends to be uptight in the direction from top to bottom. The role of institutions can be enhanced through (1) The establishment of associations /organizations /cooperatives in each sub-industry (2) Region regulations for the arrangement of the area through the utilization of yard and marginallands.

Kata Kunci : SANT, IKM, Nilai tambah ekonomi, peran kelembagaan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.