Laporkan Masalah

PENGARUH KERJA RECLOSER PADA DISTRIBUSI TEGANGAN TRANSIEN RUMAH TANGGA

ANDIK BINTORO, Prof. Dr. Ir. Hamzah Berahim, M.T

2012 | Tesis | S2 Teknik Elektro

Tegangan lebih transien merupakan salah satu penyebab terjadinya kegagalan isolasi pada sistem tenaga listrik, jika magnitude tegangan melebihi BIL (Basic Insulation Level) peralatan isolasi serta komponen tenaga listrik yang dipakai akan mengakibatkan kerusakan pada peralatan. Surja hubung akibat pensakelaran merupakan salah satu faktor dalam menimbulkan tegangan lebih transien. Surja hubung terjadi akibat bekerjanya recloser untuk memutus sistem karena gangguan yang bersifat temporer maupun permanen. Penelitian ini mempelajari dan menganalisa tegangan transien yang terjadi pada saluran udara 20 kV terhadap beban yang terhubung pada sisi tegangan rendah dengan asumsi beban 900VA, 25kVA dan 50 kVA. Analisa menggunakan program EMTP (Electro Magnetic Transient Program) versi 4.2p.1 sebagai alat bantu untuk mensimulasikan proses terjadinya surja hubung pada jaringan distribusi 20 kV dengan sistem terdistribusi. Bahan kajian untuk penelitian ini diambil data dari saluran udara 20 kV penyulang Lhoksukon GH (Gardu Hubung) Panton labu Aceh Utara. Panjang saluran udara yang disimulasikan sejauh 10 km dari panjang keseluruhan jaringan yang menggunakan recloser. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tegangan transien yang terjadi disepanjang jaringan distribusi akan mengalami kenaikan. Jeda buka dan tutup kontak recloser yang singkat mengakibatkan kenaikan tegangan transien dua kali tegangan nominal. Pada sudut 90º tegangan lebih transien lebih tinggi dibandingkan pada sudut 0º bila diatur penutupan kontak pada salah satu fasanya. Pengaturan pensakelaran recloser dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam menentukan proteksi peralatan pada sisi tegangan 20 kV dan tegangan rendah. Pengamatan kenaikan arus dari beban yang berbeda menunjukkan kenaikan arus pada sisi tegangan 20kV dan tegangan rendah namun masih dalam batasan yang aman karena tidak melebihi ambang batas standar.

Overvoltage transient is one of the causes of insulation failure in electric power systems, if the magnitude exceeds the voltage BIL (Basic Insulation Level) insulation equipment and electric power components used will result in damage to equipment. Switching surge is one factor in causing the transient overvoltage. Surge caused by the operation circuit recloser to break the system due to interference, which is temporary or permanent. This research study and analyze the transient voltage that occurs at 20 kV power line to the load connected to the low voltage side. Analysis using the program EMTP (Electro Magnetic Transient Program) as a tool to simulate the occurrence of surge circuit 20 kV distribution network. Study materials for this study were drawn from the data lines 20 kV feeders Lhoksukon GH (Sentry The relationship) Pantonlabu North Aceh. The simulation results show that the voltage transients that occur throughout the distribution network will increase. Tme delay to open and close the recloser contacts are brief transient increase in voltage resulted in twice the nominal voltage. At an angle of 90 º transient overvoltage higher than at an angle of 0 º when the contact closure is set on one of the phase. Recloser switching arrangement can be used as consideration in determining the protection equipment at the 20 kV voltage and low voltage

Kata Kunci : Transien, pensakelaran, recloser, EMTP


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.