HUBUNGAN PERILAKU BERISIKO KESEHATAN TERHADAP KECENDERUNGAN MELAKUKAN HUBUNGAN SEKSUAL PRANIKAH DI PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA ( Analisis Data Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia Remaja 2007 )
HERY EKO PRASETYO, S.STP., Prof. Dr. Muhajir Darwin, M.P.A
2012 | Tesis | S2 Mag.Studi KebijakanLatar Belakang. Pada masa remaja seringkali muncul perilaku berisiko. Perilaku berisiko seperti kecanduan alkohol meningkatkan risiko remaja untuk mulai hubungan seksual lebih awal dan tanpa pengaman. Sedang penyalahgunaan obatobatan terlarang seperti mariyuana dan kokain meningkatkan kemungkinan remaja melakukan hubungan seksual di usia dini. Selama masa remaja juga muncul perilaku-perilaku berisiko diantaranya merokok, minum-minuman beralkohol serta penggunaan obat-obatan terlarang yang akan mempengaruhi perilaku seksual remaja. Analisis lebih lanjut adalah apakah perilaku berisiko kesehatan remaja di antaranya merokok, minum-minuman beralkohol dan memakai narkoba berhubungan terhadap kecenderungan remaja melakukan hubungan seksual (intercourse) pranikah. Metode Penelitian. Penelitian ini menggunakan data SDKI 2007. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah remaja pria dan wanita usia 15-24 tahun belum kawin sejumlah 379 orang di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri dari 171 remaja wanita dan 208 remaja pria. Data dianalisis menggunakan bantuan program SPSS 15 sebagai berikut: analisis univariat, yaitu variabel yang ada disusun secara deskriptif, analisis bivariat, yaitu melihat hubungan variabel bebas dengan variabel tergantung menggunakan uji statistik chi square, analisis multivariat menggunakan uji statistik regresi logistik. Hasil Penelitian. Pada remaja pria terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku merokok, pernah minum beralkohol, umur pertama minum beralkohol, pernah mencoba obat terlarang serta banyak sedikitnya alasan remaja pria melakukan hubungan seks dengan kecenderungan remaja melakukan hubungan seks pranikah. Pada remaja wanita terdapat hubungan yang bermakna antara banyak sedikitnya alasan remaja wanita melakukan hubungan seks dengan kecenderungan remaja melakukan hubungan seks pranikah. Kesimpulan. Perilaku berisiko kesehatan cenderung lebih banyak dilakukan oleh remaja pria. Usia di bawah 14 tahun merupakan usia paling dominan remaja pria mulai merokok. Sedangkan usia 15 tahun sampai dengan 19 tahun merupakan usia dominan remaja pria mulai merokok teratur. Perilaku berisiko kesehatan pada remaja pria memberikan peluang 5,82 kali cenderung lebih tinggi melakukan hubungan seks pranikah. Remaja pria dan wanita yang mempunyai banyak alasan untuk melakukan hubungan seksual memberikan kontribusi lebih tinggi dan remaja pria yang memiliki banyak alasan untuk melakukan hubungan seksual berpeluang 105,1 kali dan remaja wanita berpeluang 30,6 kali cenderung lebih tinggi melakukan hubungan seksual pranikah.
Background. Often appear in adolescence risk behavior. Risk behaviors such as addiction to alcohol increases the risk adolescents begin sexual intercourse early and unprotected. Moderate abuse illegal drugs like marijuana and cocaine increase the likelihood of teens having sex at an early age. During adolescence also appear risky behaviors such as smoking, drinking alcoholic beverages and the use of illegal drugs that would affect the sexual behavior of adolescents. Further analysis is whether health risk behaviors among adolescent smoking, drinking alcoholic beverages and illicit drugs related to the tendency of teenagers having sexual intercourse before marriage. Research Methods. This study uses data Demographic and Health Survey 2007. Samples used in this study were adolescents aged 15-24 years have not been married a number of 379 people in the province of Yogyakarta consists of 171 adolescent girls and 208 adolescent boys. Data were analyzed using SPSS 15 as follows: univariate analysis, the variables are arranged in a descriptive, bivariate analysis, which looked at the relationship of independent variables with dependent variables using chi square test statistics, multivariate analysis using logistic regression statistical tests. The research results. In adolescent boys there was a significant association between smoking behavior, never drank alcohol, age of first alcoholic drink, never try drugs and the extent of the reasons adolescent boys having sex with the trend of premarital sex. In adolescent girls found a significant association between the extent of the reasons adolescent girls having sex with the trend of premarital sex. Conclusion. Health risk behaviors tend to be mostly done by adolescent boys. Under 14 years of age is the most dominant age adolescent boys start smoking. While the age of 15 years to 19 years was the dominant age adolescent boys start smoking regularly. Health risk behaviors in adolescent boys to 5.82 times the odds tend to be higher premarital sex. Adolescent boys and girls who have many reasons for having sexual intercourse contribute to higher and adolescent boys who have many reasons to have sex 105.1 times the chance and opportunity to adolescent girls tend to be 30.6 times higher premarital sexual intercourse
Kata Kunci : Remaja, Perilaku Berisiko, Hubungan Seksual