ANALISIS EFISIENSI DAN KESELAMATAN PENGGUNAAN RUTE LANGSUNG ‘JOG’ – ‘CA’ DIBANDING RUTE PENERBANGAN W 17 – W 17 S PADA RUANG UDARA YOGYAKARTA
SAFRUDIN KURNIAWAN, Ir. Wardhani Sartono, M.Sc.
2012 | Tesis | S2 Mag. S. & T.TransportasiSeiring meningkatnya pertumbuhan jumlah pergerakan pesawat komersial yang keluar masuk bandar udara Adi Sutjipto dan kondisi traffic yang tercampur, maka akan semakin meningkat pula resiko terjadinya delay, nearmiss maupun accident. Rute penerbangan dari dan ke Jakarta – Yogyakarta menggunakan jalur atau ATS route yang sama yaitu W17 dan W17S, atau dengan kata lain jalur penerbangan ini digunakan dari 2 arah yaitu dari arah Jakarta dan juga dari arah Yogyakarta. Untuk menyikapi hal tersebut para air traffic controller di bandar udara Adi Sutjipto Yogyakarta melakukan tindakan pemecahan masalah berdasarkan pengalaman kerja di lapangan yaitu dengan memberikan jalur alternatif untuk rute penerbangan Yogyakarta – Jakarta melalui direct route JOG – CA. Sehingga ketika kondisi traffic dan cuaca memungkinkan pesawat yang menuju Jakarta akan dipandu langsung menuju point CA. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan perbandingan efisiensi dan tinjauan keselamatan atas penggunaan direct route JOG – CA dibandingkan jika menggunakan ATS route JOG - W17 – W17S. Penelitian ini merupakan penelitian komparasi, yaitu jenis penelitian dengan 2 variabel atau lebih yang bertujuan untuk membedakan atau membandingkan hasil penelitian antara dua kelompok penelitian. Untuk masalah efisiensi digunakan metode kuantitatif dengan analisis deskriptif dan untuk masalah keselamatan penerbangan digunakan metode kualitatif dengan analisa menggunakan pedoman Document 9859 ICAO tentang Safety Management System Manual. Dari survey diketahui bahwa ada 83 % pesawat dari Yogyakarta tujuan Jakarta yang melalui direct route JOG - CA, sedangkan dari hasil penelitian diketahui bahwa direct route melalui JOG – CA dibandingkan dengan ATS route W 17 – W17 S rata – rata bisa menghemat waktu tempuh 4,38 menit atau 19,5 % dan bisa menghemat bahan bakar paling sedikit 856.252 kg dan paling banyak 1.546.978 kg dalam setahun atau sebesar 5,33 % sampai dengan 16,35 %. Sedangkan dari analisis keselamatan, kedua rute tersebut mempunyai torelabilitas resiko yang sama yaitu di skala 2A, yang berarti bahwa ‘diperlukan pengendalian resiko yang memerlukan keputusan manajemen, dan dapat diterima setelah mengkaji pelaksanaan operasi’. Dalam hal efisiensi, penggunaan direct route tidak diragukan lagi dapat menghemat bahan bakar, sedangkan dalam hal keselamatan, penggunaan direct route memerlukan kajian lagi agar bisa ditetapkan menjadi ATS route resmi sehingga ada prosedur yang jelas sehingga tidak membahayakan keselamatan dan tidak melanggar peraturan yang ada.
With the increasing growth in the number of commercial aircraft movements in and out of the Adi Sutjipto airport and mixed traffic conditions, it will increase the risk of delay, nearmiss or accident. Flight routes to and from Jakarta - Yogyakarta use the same ATS route namely W-17 and W-17S, or in other words, the flight path is used from two directions, from Jakarta and Yogyakarta as well. The air traffic controllers in Yogyakarta Adi Sutjipto airport used troubleshooting action based on work experience in the field by providing an alternative route for the flight route of Yogyakarta - Jakarta via the direct route JOG - CA. So that when the traffic and weather conditions allow the aircraft to Jakarta will be guided straight to the point CA. This study have goal to provide a comparison of efficiency and safety review on the use of the direct route JOG - CA than when using the ATS route JOG - W - 17 - W17 S. This study is a comparative study, the type of research with two or more variables that aim to distinguish or compare the results between the two study groups. For the problem of the efficiency, using quantitative methods with descriptive analysis and for flight safety issue used a qualitative method of analysis using the guidelines of ICAO Document 9859 Safety Management Sytem Manual. From the survey results revealed that there are 83 % flight to Jakarta using direct route JOG - CA, another result is the direct route through the JOG - CA compared to the ATS route W 17 - W17S could save the average travel time of 4.38 minutes or 19.5% and could save fuel at least 856,252 kg and a maximum of 1,546,978 kg in a year or by 5.33% to 16.35%. Both routes have the same risk tolerability scale is in 2A, which is 'necessary risk controls that require management decisions, and can be accepted after a review of operations' (according to the ICAO Safety Management System Manual). In the case of efficiency using the direct route, it undoubtedly that can save the fuel , while in terms of safety, more assessments to the direct route is required to be determined the direct route become an official ATS route so that there are clear procedures and not to endanger the safety and does not violate the rules.
Kata Kunci : Direct route, efisiensi, keselamatan penerbangan, ATS route.