Laporkan Masalah

PENGOLAHAN AIR LIMBAH LABORATORIUM DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM KOMBINASI ADSORPSI DAN FITOREMEDIASI

EKO SISWOYO, Prof. Dr. Sudarmadji, M.Eng.Sc

2012 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Laboratorium merupakan salah satu penghasil air limbah dengan kandungan bahan-bahan berbahaya yang cukup tinggi, sehingga diperlukan suatu pengolahan sebelum dibuang ke badan air penerima agar tidak mencemari lingkungan. Saat ini sebagian besar air limbah laboratorium khususnya yang berada di perguruan tinggi di Indonesia tidak diolah dengan baik karena permasalahan teknologi dan biaya, dimana hal ini akan berdampak pada terjadinya pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat penurunan merkuri (Hg) dalam air limbah laboratorium menggunakan sistem gabungan adsorpsi dengan arang aktif dan fitoremediasi dengan tumbuhan eceng gondok dan kangkung air yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan di atas. Penelitian ini menggunakan air limbah buatan dan air limbah laboratorium kualitas lingkungan Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Air limbah dari laboratorium dialirkan pada reaktor yang berisi arang aktif dengan waktu detensi 0, 2, 4, 6 dan 8 jam dan kemudian dilanjutkan dengan proses fitoremediasi menggunakan tumbuhan air eceng gondok dan kangkung air. Waktu pengambilan sampel pada proses fitoremediasi yaitu 0, 3, 6, 9 dan 12 hari. Sebelum digunakan, pH dari air limbah laboratorium diatur terlebih dahulu menjadi 8 untuk mendapatkan tingkat penurunan yang optimal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa arang aktif mampu menurunkan konsentrasi Hg dalam air limbah laboratorium hingga 97,33% pada waktu kontak 6 jam, tumbuhan eceng gondok mampu menurunkan konsentrasi Hg hingga 96% pada hari ke-6. Sistem gabungan antara adsorpsi dengan arang aktif dan fitoremediasi menggunakan eceng gondok maupun kangkung air mampu menurunkan konsentrasi Hg hingga 0% pada hari ke-6. Terlihat bahwa sistem gabungan ini dapat digunakan sebagai alternatif teknologi yang mudah, murah dan mempunyai efisiensi tinggi untuk mengatasi permasalahan lingkungan akibat pencemaran Hg dari buangan air limbah laboratorium di perguruan tinggi.

Activities of laboratory produce wastewater with quite high hazardous materials, therefore it is needed a good wastewater treatment plant before dispose the wastewater to water bodies to protect environment. Recently, most laboratory of university in Indonesia do not treat their wastewater in term of technology and cost problem. This condition will give bad impact to the environment. This research is conducted to investigate the removal efficiency of mercury (Hg) from laboratory wastewater by utilizing adsorption with activated carbon combined to phytoremediation with water hyacinth and water spinach. This research used both artificial wastewater and laboratory wastewater of Environmental Engineering Department, Islamic University of Indonesia Yogyakarta. Wastewater is flowed to the reactor with activated carbon for 0, 2, 4, 6 and 8 hours and then continued with phytoremediation reactor for 0, 3, 6, 9 and 12 days as contact time. It was shown that the efficiency of activated carbon in removing Hg from laboratory wastewater was 97,33% after 6 hours of contact time and the efficiency of water hyacinth was 96% after 6 days of contact time. The combination of adsorption with activated carbon and phytoremediation with water hyacinth or water spinach can remove Hg in wastewater almost 100%. It was clear that this system can be applied to remove Hg from laboratory wastewater.

Kata Kunci : Adsorpsi, arang aktif, eceng gondok, fitoremediasi, kangkung air.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.