Laporkan Masalah

Budaya Pelayanan Di Kantor Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah

Sri Putri Pratiwi, Prof. Agus Dwiyanto

2012 | Tesis | S2 Magister Adm. Publik

Kecamatan Kurun adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Gunung Mas yang menyelenggarakan tugas dan fungsi sebagaimana diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2008 tentang Kecamatan. Penjabaran terhadap peraturan tersebut kemudian dituangkan lebihlanjut kedalam Peraturan Bupati Gunung Mas Nomor 10 Tahun 2009 tentang uraian tugas pada Kantor Kecamatan di Kabupaten Gunung Mas, Peraturan Daerah Kabupaten Gunung Mas Nomor 6 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan dan Kelurahan di Kabupaten Gunung Mas serta Dokumen Kecamatan Kurun Tertanggal 25 Februari 2011 tentang uraian tugas. Salah satu tugas umum Kantor Kecamatan Kurun adalah memberikan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya. Akan tetapi, berfungsi atau tidaknya pelayanan kemasyarakatan di Kantor Kecamatan Kurun salah satunya tergantung dengan budaya birokrasi di kecamatan itu sendiri yang dilihat dari nilai yang dianut, tradisi yang dijalankan dan simbol yang digunakan. Apakah budaya pelayanan di kantor Kecamatan Kurun sudah berorientasi kepada masyarakat sebagai pengguna layanan ataukah beriorientasi kepada kekuasaan? Ketertarikan terhadap budaya pelayanan inilah yang akhirnya merangsang minat penulis untuk meneliti lebih jauh tentang budaya pelayanan birokrasi apakah yang paling dominan di Kantor Kecamatan Kurun. Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan data sekunder, ternyata dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai yang menjadi konsep dasar, keyakinan, gagasan, dan asumsi tentang suatu organisasi yang digunakan sebagai referensi untuk menetapkan standar perilaku oleh aparatur Kecamatan Kurun secara umum ternyata masih berorientasi kepada kekuasaan. Sedangkan tradisi yang dijalankan oleh aparatur Kantor Kecamatan Kurun sebagai kebiasan yang sering dilakukan yang menyatakan dan memperkuat nilai-nilai yang berlaku dalam organisasi, tujuan apa yang paling dianggap penting dan peranan orang-orang penting dalam organisasi ternyata tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai atas kekuasaan dimana terdapat pengakuan atas pandangan terhadap pimpinan yang memegang otoritas kekuasaan. Begitupun dengan simbol yang dipergunakan oleh paratur Kecamatan Kurun berupa perkataan, gerak-gerik, gambar, atau obyek yang memiliki makna khusus di lingkungan organisasi ternyata masih menggambarkan budaya pelayanan yang berorientasi kepada kekuasaan. Berkenaan dengan masih kuatnya budaya pelayanan yang berorientasi kepada kekuasaan, dimana pengaruh feodalisme masih terjadi di lingkungan kantor Camat Kurun, maka perlu kiranya dilakukan suatu kegiatan pembelajaran dan pengenalan tentang paradigma pelayanan termasuk budaya pelayanan yang baik kepada aparatur kecamatan di kantor Kecamatan Kurun dengan tujuan agar pihak kecamatan lebih memahami tentang tugas pokok dan fungsi mereka yaitu sebagai pelayan dan abdi masyarakat. Kedua, perlu dilakukan studi banding ke daerah-daerah yang telah berhasil atau dianggap berhasil dalam memberikan pelayanan yang baik, agar pembelajaran dan pengenalan tentang pelayanan dan budaya pelayanan dapat diterapkan atau disesuaikan dalam konteks lokal Kecamatan Kurun.

Kurun District is one of the districts in Gunung Mas, which organizes the tasks and functions as mandated Government Regulation No. 7 of 2008 about the Town. I. against the regulation then poured more into Regulation Regent Mount Mas number 10 in 2009 about the descriptions of the tasks in an Office District in Gunung Mas, applicable local Gunung Mas number 6 in 2008 about the Organization and The Working districts and Subdistricts in Gunung Mas as well as Document Dated February 25, Foreboding Sub 2011 about the description of the task. One common task Village Office Space is to provide a community service into the scope of its work. However, functioning or whether civic service in the Office of Town Past the one hanging with a bureaucratic culture in itself is seen from the values, traditions and symbols that are run are used. Is it the culture of service in the Office of Districtoriented to the community over the past already as a user of the services or beriorientasi to power? Interest in the Culture Ministry is finally stimulate interest author researching more about the Culture Ministry bureaucracy is the most dominant in the Office For Sub-district. Based on the results of the interview, observation and secondary data, it can be inferred that the values which become the basic concepts, beliefs, ideas, and assumptions about an organization that is used as a reference for setting the standards of conduct by the apparatus For Sub in General was still oriented to power. While the traditions that are run by the Subdistrict Office Space as the apparatus the custom which is often made that States and strengthen the values that are valid in the Organization, the purpose of what most considered important and essential role of the people in the Organization turns out not to be released from the values of power where there is recognition of the views of the leadership that holds the authority of power. Likewise with the symbols used by the past in the form of the word paratur Subdistrict, gestures, pictures, or objects that have special meaning within the Organization was still describing the culture of service oriented to power. With regard to the strength of the Culture Ministry is still oriented to power, where the influence of feudalism was still going on in the next Head Office environment, it is necessary to do an activity of learning and an introduction about the paradigm of service including a good service culture to the apparatus of the Office Space with the goal of keeping subdistrict of the District of better understanding about their function and duty as servants and for the community. Second, the study needs to be done appeals to the areas that have been successful or is considered successful in providing good service, so that learning and the introduction of the service and the Culture Ministry could be applied or adapted in the context of the local subdistrict of the past.

Kata Kunci : Budaya organisasi, Birokrasi, Pelayanan Publik, Budaya pelayanan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.